पढ़िए› दफ़्तर 5› यह बयान कि आदमी के लिए कोई भी बुरी नज़र आत्म-पसंद की नज़र जितनी घातक नहीं होती, सिवाय इसके कि उसकी नज़र ईश्वर के नूर से बदल गई हो जिससे 'वह सुनता है और वह देखता है' और उसका अपना अस्तित्व अस्तित्वहीन हो गया हो› शेर 499
M5:499 — احمد چون کوه لغزید از نظر / در میان راه بیگل بیمطر
M5:499
अर्थ · به زبانِ تو — आपकी भाषा · AI
Bahkan Nabi Muhammad, yang sekukuh gunung, pernah tersandung di jalan yang rata tanpa sebab yang kasat mata; ini adalah akibat dari kekuatan tatapan mata jahat.
Dalam bagian ini, Rumi membahas kekuatan destruktif dari tatapan mata jahat (chashm-e bad) dan, yang lebih berbahaya lagi, pandangan yang penuh kekaguman pada diri sendiri. Untuk menggambarkan betapa dahsyatnya pengaruh ini, ia menceritakan sebuah peristiwa yang menimpa Nabi Muhammad (yang disebut di sini dengan nama Ahmad).
Nabi, yang dalam kemuliaan dan keteguhannya diibaratkan seperti gunung, tiba-tiba tergelincir saat berjalan. Keanehan peristiwa ini ditekankan: jalan itu kering dan rata, tidak ada lumpur ataupun hujan yang bisa membuatnya licin. Rumi menggunakan gambaran ini untuk menunjukkan bahwa penyebabnya bukanlah sesuatu yang bersifat fisik, melainkan metafisik—yaitu kekuatan tatapan mata seseorang yang berniat buruk.
Kisah ini berfungsi sebagai peringatan ilahi. Jika seorang nabi yang dilindungi Tuhan pun bisa 'tergelincir' sebagai tanda, betapa lebih rentannya manusia biasa. Peristiwa ini bukan sekadar kecelakaan, melainkan sebuah pelajaran ('ibrat) dari Tuhan untuk menunjukkan bahaya nyata dari energi negatif yang dipancarkan melalui pandangan, sekaligus untuk mengingatkan agar tidak memamerkan kelebihan diri yang dapat memancing kedengkian.
- احمد
- Ahmad; salah satu nama Nabi Muhammad SAW. Dalam konteks sufi, nama ini sering digunakan untuk merujuk pada aspek spiritual dan batiniah Nabi.
- نظر
- Tatapan, pandangan, mata. Dalam konteks ini, secara spesifik merujuk pada 'tatapan mata jahat' atau 'ain.
- گل
- Secara harfiah berarti 'tanah liat' atau 'lumpur'. Di sini digunakan untuk menyatakan tidak adanya penyebab fisik (seperti jalan becek) yang bisa membuat seseorang tergelincir.
- مطر
- Hujan. Kata pinjaman dari bahasa Arab yang umum dalam bahasa Persia klasik. Digunakan di sini untuk menegaskan bahwa jalanan kering.
این بیت به لغزیدن و زمین خوردن پیامبر اسلام اشاره میکند و آن را نتیجهٔ اثر «چشم زخم» یا همان نگاه بدخواهانه معرفی میکند، نه یک اتفاق عادی ناشی از شرایط محیطی مانند باران و گِل.
مولانا در این بخش از مثنوی، قدرت ویرانگر «چشم زخم» و نگاه بد را توضیح میدهد. او برای نشان دادن عمق تأثیر این نگاه، به روایتی اشاره میکند که بر اساس آن، پیامبر اسلام (که با نام «احمد» از او یاد میشود) در راهی خشک و هموار، بدون وجود گِل و لغزشگاه، ناگهان به زمین میافتد. این اتفاق شگفتآور است، زیرا پیامبر در استواری و پایداری مانند کوه توصیف شده است.
تأکید بر «بیگِل بیمطر» (بدون وجود گِل و باران) برای این است که مولانا هر دلیل مادی و طبیعی را برای این لغزش منتفی کند. او میخواهد بگوید این یک اتفاق فیزیکی ساده نبود، بلکه نتیجهٔ یک نیروی معنوی و نامرئی بود. در ابیات بعدی مشخص میشود که وحی الهی به پیامبر خبر میدهد که این لغزش، اثر چشم بد دشمنان بوده است. مولانا از این داستان نتیجه میگیرد که اگر چنین نگاهی بتواند استوارترین انسان، یعنی پیامبر را، برای لحظهای بلغزاند، تأثیر آن بر دیگران تا چه حد میتواند مهلک و نابودکننده باشد. این بیت هشداری است دربارهٔ نیروهای نامرئیای که بر زندگی انسان اثر میگذارند و دعوت به پناه بردن به محافظت الهی در برابر آنهاست.
- احمد
- یکی از نامهای پیامبر اسلام (ص)
- نظر
- در اینجا به معنی نگاه بد، چشمزخم
- مطر
- باران (واژهای عربی)
Discussion — Ask about this beyt — answered from the Masnavi, every verse cited
Your conversation stays on this device unless you share it.
What readers asked0
No questions shared yet — yours could be the first.