Oxu› Dəftər 2› İsanın (Allahın salamı olsun ona) yoldaşının ondan sümükləri diriltməsini xahiş etməsi› Beyt 148
M2:148 — گفت اگر من نیستم اسرارخوان / هم تو بر خوان نام را بر استخوان
M2:148
Məna · به زبانِ تو — Sənin dilin · AI
Orang bodoh itu menjawab Yesus: "Jika aku tidak layak mengucapkan Nama rahasia itu, maka Engkaulah yang harus mengucapkannya agar tulang-tulang ini hidup kembali."
Setelah Isa (Yesus) menjelaskan bahwa Nama Agung Tuhan yang dapat menghidupkan orang mati memerlukan kemurnian batin yang luar biasa—yang tidak dimiliki oleh si pengikut yang bodoh—orang itu tidak lantas introspeksi diri. Sebaliknya, ia menunjukkan ketidaksabarannya.
Responsnya dalam bait ini bukanlah permintaan yang tulus, melainkan desakan yang keras kepala. Ia pada dasarnya berkata, "Aku tidak peduli dengan kelayakan spiritualku. Jika aku tidak bisa melakukannya, maka Engkau saja yang lakukan sekarang juga!" Sikap ini menyingkapkan bahwa tujuannya bukanlah untuk mencapai kedekatan dengan Tuhan, melainkan sekadar hasrat dangkal untuk menyaksikan keajaiban, seperti menonton sebuah pertunjukan.
Bagi Rumi, sikap ini adalah cerminan dari jiwa yang sakit. Orang tersebut terobsesi untuk "menghidupkan" tulang-belulang orang lain, sementara ia mengabaikan "kematian" jiwanya sendiri. Ia tidak menyadari bahwa Nama Agung itu bukanlah mantra sihir, melainkan manifestasi dari keadaan batin yang telah mencapai tingkat kesucian tertentu, yang hanya dapat diakses melalui perjalanan spiritual yang panjang dan sulit.
- اسرارخوان
- Pembaca atau pengucap rahasia; orang yang dipercayakan untuk mengetahui dan menggunakan pengetahuan esoteris, dalam konteks ini, Nama Agung Tuhan.
- بر خوان
- Bacalah; lafalkanlah. Bentuk perintah dari kata kerja *khwāndan* (membaca, melantunkan).
The foolish man, realizing Jesus will not teach him the sacred Name, begs Jesus to perform the miracle himself so he can at least witness it.
This couplet marks a shift in the foolish companion's pleading. Initially, he demanded to be taught the secret Name of God that Jesus uses to resurrect the dead. Jesus refused, explaining that such power requires immense spiritual purity and capacity, which the man lacks. He compares giving the man this power to putting Moses's staff in an ordinary hand—the tool is useless without the inner state of the prophet.
Having been rebuffed, the man changes his tactic. He concedes his own unworthiness (agar man nīstam asrār-khwān — "if I am not a reciter of secrets"). Instead of asking to learn the secret, he now simply asks Jesus to perform the miracle for him. This reveals the core of his desire: it is not for spiritual attainment but for the spectacle of power, for a kind of spiritual entertainment. His request is a form of stubborn insistence, shifting from "teach me" to "show me," highlighting his spiritual immaturity and his focus on the external miracle rather than the inner transformation required to wield such a gift.
- اسرارخوان
- Literally, a 'reader/reciter of secrets.' In this context, it means one who is worthy of knowing and using esoteric, divine secrets, such as the sacred Name of God.
Discussion — Ask about this beyt — answered from the Masnavi, every verse cited
Your conversation stays on this device unless you share it.
What readers asked0
No questions shared yet — yours could be the first.