لوستل› دفتر ۳› د فیل بچیو د برید کونکو کیسې پاتې برخه› بيت ۱۲۶
M3:126 — گر ز کُه بستانی و ننهی بجای / اندر آید کوه زان دادن ز پای
M3:126
مانا · به زبانِ تو — ستاسو ژبه · AI
Bait ini mengatakan bahwa jika engkau terus-menerus mengambil dari sumber daya kehidupanmu—yakni usiamu—tanpa mengisinya kembali dengan perbuatan yang bermakna, sumber daya itu pada akhirnya akan habis dan hancur.
Dalam beberapa bait sebelumnya, Rumi menyamakan usia manusia dengan sebuah kantong penuh koin emas, dan hari-hari yang berlalu adalah seorang penakar yang tanpa henti mengambil koin-koin itu. Bait ini melanjutkan metafora penipisan tersebut dengan citra yang lebih agung: sebuah gunung.
Gunung melambangkan kekuatan, daya tahan, dan cadangan energi spiritual dan fisik kita. Rumi memperingatkan bahwa bahkan sesuatu yang sebesar gunung pun akan runtuh jika isinya terus-menerus dikurangi tanpa ada penggantinya. "Mengambil dari gunung" adalah menghabiskan hari-hari, energi, dan kesempatan yang diberikan Tuhan. "Tidak menggantinya" berarti melewati waktu tersebut tanpa melakukan ibadah, perbuatan bajik, atau pencarian spiritual yang dapat "mengisi kembali" jiwa.
Pesan utamanya adalah tentang perlunya keseimbangan dan kesadaran dalam menjalani hidup. Setiap detik yang berlalu adalah sebuah pengambilan dari "gunung" usia kita. Tanpa usaha sadar untuk menggantinya dengan amal saleh—seperti yang disarankan di bait berikutnya, "Maka gantilah setiap tarikan napas"—kita hanya akan menuju keruntuhan spiritual dan penyesalan di akhir hayat.
- ز پای اندر آمدن
- Frasa idiomatik yang berarti "runtuh", "jatuh", "kehilangan kekuatan", atau "dikalahkan".
- ننهی
- Bentuk kuno dari "engkau tidak meletakkan" atau "engkau tidak menempatkan" (dari kata kerja *nahādan*).
- بستانی
- Bentuk kuno dari "engkau mengambil" (dari kata kerja *setāndan*).
- کُه
- Bentuk puitis atau kuno dari *kuh*, yang berarti "gunung".
عمر انسان مانند کوهی از سرمایه است؛ اگر هر لحظه از آن را خرج کنی و با کار نیک و معنوی جای آن را پر نکنی، این سرمایه تمام میشود و تو از پای درمیآیی.
مولانا در این بیت، تشبیه ابیات قبل را ادامه میدهد. او عمر را به کیسهی زری تشبیه کرده بود که روز و شب، بیوقفه از آن سکه برمیدارند. اکنون این سرمایه را به کوهی عظیم تشبیه میکند تا بزرگی و اهمیت آن را نشان دهد.
نکتهی اصلی این است که عمر، سرمایهای تمامشدنی است. هر روز و هر لحظهای که میگذرد، بخشی از این کوه برداشته میشود. اگر انسان در ازای این زمان از دست رفته، چیزی ارزشمند جایگزین نکند - یعنی عملی صالح، معرفتی عمیق، یا عبادتی خالصانه - این کوه سرمایه رفتهرفته تحلیل میرود و سرانجام فرو میریزد. این فروریختن، همان مرگ و حسرت در پایان زندگی است.
پیام مولانا روشن است: زندگی فقط «خرج کردن» نیست، بلکه باید «سرمایهگذاری» هم باشد. هر نفسی که فرو میرود، باید با دَمی معنوی و ارزشمند جایگزین شود تا این توازن حفظ گردد و انسان در پایان کار، ورشکسته و «ناتمام» نماند. بیت بعدی بلافاصله این راه حل را ارائه میدهد: «پس بنه بر جای هر دم را عوض / تا ز «واسجد واقترب» یابی غرض».
- کُه
- کوه
- بستانی
- بگیری، برداری
- ننهی بجای
- به جای آن چیزی نگذاری، جایگزین نکنی
- اندر آید ... ز پای
- از پا در میآید، فرو میریزد، نابود میشود
- زان
- از آن
Discussion — Ask about this beyt — answered from the Masnavi, every verse cited
Your conversation stays on this device unless you share it.
What readers asked0
No questions shared yet — yours could be the first.