อ่าน› Daftar 5› น้ำขอความช่วยเหลือจากพระเจ้าผู้ทรงเกรียงไกรหลังจากขุ่นมัว› โคลงคู่ 220
M5:220 — خود غرض زین آب جان اولیاست / کو غَسول تیرگیهای شماست
M5:220
ความหมาย · به زبانِ تو — ภาษาของคุณ · AI
Rumi menjelaskan bahwa perumpamaan tentang air yang menyucikan ini sebenarnya merujuk pada jiwa para wali (aulia), yang berfungsi untuk membersihkan kegelapan spiritual orang lain.
Dalam bagian ini, Rumi menggunakan citraan air yang menjadi kotor setelah digunakan, lalu diangkat kembali ke langit untuk dimurnikan, sebagai sebuah perumpamaan. Ayat ini adalah titik balik di mana Rumi secara eksplisit menyatakan makna spiritual di balik citraan tersebut.
"Air" yang sesungguhnya ia bicarakan bukanlah air biasa, melainkan jiwa para wali atau para kekasih Tuhan (awliyāʾ). Sebagaimana air membersihkan kotoran fisik, jiwa para wali berfungsi sebagai pembersih rohani (ghasūl) bagi "kegelapan"—yaitu dosa, kebodohan, dan keterikatan duniawi—yang ada dalam diri orang-orang biasa. Mereka adalah sarana penyucian bagi umat manusia.
Konteks ini penting: sama seperti air yang menjadi keruh karena bercampur dengan tanah, jiwa para wali pun dapat terbebani dan "keruh" oleh interaksi terus-menerus dengan dunia dan persoalan manusia. Namun, seperti air yang ditarik kembali ke lautan asalnya, jiwa mereka senantiasa kembali kepada Tuhan—Sumber segala kesucian—untuk diperbarui dan disegarkan, sebelum kembali lagi untuk membimbing dan menyucikan orang lain.
- اولیاست
- Bentuk gabungan dari *awliyāʾ ast* (adalah para wali). *Awliyāʾ* adalah bentuk jamak dari *walī*, yang berarti 'teman dekat Tuhan', 'kekasih Tuhan', atau 'santo'. Dalam tasawuf, mereka adalah individu yang telah mencapai tingkat kedekatan spiritual yang tinggi dengan Tuhan.
- غَسول
- Sebuah kata dari bahasa Arab yang berarti 'sesuatu yang digunakan untuk mencuci atau membasuh'; pembersih atau penyucian. Di sini, kata ini digunakan secara metaforis untuk menggambarkan fungsi spiritual para wali.
- تیرگیها
- Bentuk jamak dari *tīragī*, yang berarti 'kegelapan', 'kekelaman', atau 'kekotoran'. Dalam konteks ini, ia merujuk pada kegelapan spiritual: dosa, kebodohan, keraguan, dan sifat-sifat negatif lainnya.
- غرض
- Tujuan, maksud, sasaran, atau niat yang sesungguhnya. Rumi menggunakan kata ini untuk mengalihkan perhatian pembaca dari makna harfiah (air) ke makna alegorisnya (jiwa para wali).
บทสนทนา — ถามเกี่ยวกับบทกลอนนี้ — ตอบจากมัษนาวี พร้อมอ้างอิงทุกบทกลอน
บทสนทนาของคุณจะอยู่บนอุปกรณ์นี้ เว้นแต่คุณจะแบ่งปัน
สิ่งที่ผู้อ่านถาม0
ยังไม่มีคำถามที่แบ่งปัน — คำถามของคุณอาจเป็นคำถามแรก