Oku› Defter 5› Suyun bulanıklaştıktan sonra Hak'tan (c.c.) yardım dilemesi› Beyit 216
M5:216 — ناله از باطن برآرد کای خدا / آنچ دادی دادم و ماندم گدا
M5:216
Anlam · به زبانِ تو — Kendi dilin · AI
Dalam alegori ini, air yang telah menjadi keruh karena melayani dunia berseru kepada Tuhan, menyatakan bahwa ia telah memberikan semua kemurnian yang diterimanya dan kini menjadi kosong dan miskin.
Rumi menyajikan sebuah perumpamaan tentang air. Air, yang turun murni dari langit, memberikan dirinya untuk menyucikan yang bersih maupun yang kotor di bumi. Akibatnya, ia sendiri menjadi keruh dan kehilangan kemurnian aslinya.
Pada titik inilah, dari kedalaman dirinya (bāṭen), air tersebut mengeluh kepada Tuhan. Keluhannya bukanlah sebuah protes, melainkan sebuah laporan yang jujur dan intim. Ia berkata, “Modal yang Engkau berikan kepadaku—kesucian dan kehidupan—telah kuhabiskan untuk melayani ciptaan-Mu, dan kini aku tak punya apa-apa lagi; aku telah menjadi seorang pengemis (gadā).”
Rumi kemudian menjelaskan (di bait-bait berikutnya) bahwa air ini adalah metafora untuk jiwa para wali (awliyāʾ). Ketika jiwa-jiwa suci ini berinteraksi dengan dunia dan manusia untuk membimbing dan menyucikan mereka, mereka sendiri dapat menjadi “keruh” oleh energi dan tipu daya duniawi. Bait ini menangkap momen ketika sang wali, setelah mengosongkan dirinya demi orang lain, kembali kepada Sumber ilahi untuk diisi dan disucikan kembali, sama seperti air kotor yang diuapkan oleh matahari untuk kembali menjadi awan yang murni.
- باطن
- Batin; bagian dalam, esensi, atau realitas spiritual dari sesuatu, yang berlawanan dengan aspek lahiriahnya (zahir).
- گدا
- Pengemis, orang miskin, papa; seseorang yang tidak memiliki apa-apa dan sepenuhnya bergantung pada kemurahan hati orang lain.
Discussion — Ask about this beyt — answered from the Masnavi, every verse cited
Your conversation stays on this device unless you share it.
What readers asked0
No questions shared yet — yours could be the first.