Lire› Livre 2› Préambule› Verset 62
M2:62 — سخرهٔ حساند اهل اعتزال / خویش را سنی نمایند از ضلال
M2:62
Sens · به زبانِ تو — Votre langue · AI
Orang-orang yang hanya mengandalkan persepsi inderawi (seperti kaum Mu'tazilah) sesungguhnya tertipu oleh indra mereka sendiri; dalam kesesatan itu, mereka keliru menganggap diri mereka sebagai kaum Sunni (yang menempuh jalan spiritual sejati).
Dalam pembukaan Kitab Kedua Masnavi ini, Rumi mengkontraskan dua jalan menuju pengetahuan: jalan indra lahiriah (ḥiss) dan jalan akal budi spiritual (ʿaql).
Rumi mengasosiasikan ketergantungan pada indra lahiriah dengan mazhab teologi Mu'tazilah. Menurutnya, kaum Mu'tazilah dipermainkan dan menjadi "cemoohan" (sukhrah) bagi indra mereka sendiri. Mereka menyangka telah mencapai kebenaran melalui logika rasional yang berbasis pada data inderawi, padahal mereka justru tersesat (ḍalāl). Dalam kesesatan inilah, mereka menampilkan diri seolah-olah mereka adalah kaum Sunni—istilah yang di sini digunakan Rumi bukan dalam makna sektarian sempit, melainkan untuk menunjuk mereka yang berjalan di atas jalan spiritual yang benar, yang melampaui keterbatasan indra.
Bagi Rumi, jalan Sunni yang sejati adalah jalan "mata akal budi" (dīdah-yi ʿaql), sebuah fakultas persepsi batin yang mampu menyaksikan realitas hakiki di balik penampakan lahiriah. Dengan demikian, bait ini adalah sebuah kritik epistemologis: pengetahuan sejati tentang Tuhan tidak dapat dicapai hanya dengan mengandalkan apa yang bisa dilihat, didengar, atau diraba, karena indra lahiriah akan selalu menipu.
- اهل اعتزال
- Secara harfiah, "para penganut I'tizal". Merujuk pada kaum Mu'tazilah, sebuah mazhab teologi rasionalis dalam Islam yang sangat mengandalkan akal dan logika dalam memahami Tuhan dan wahyu. Rumi sering menggunakan mereka sebagai simbol dari pendekatan yang terbatas pada rasionalitas lahiriah dan persepsi inderawi.
- سخره
- Cemoohan, bahan tertawaan, ejekan; orang atau sesuatu yang dipermainkan atau ditipu.
- سنی
- Sunni. Dalam konteks Rumi, istilah ini sering kali tidak merujuk pada afiliasi mazhab semata, tetapi lebih kepada "orang yang menempuh jalan spiritual yang benar" atau "ahli batin", yang pengetahuannya didasarkan pada pengalaman langsung dengan Realitas Ilahi, bukan sekadar logika.
- ضلال
- Kesesatan, penyimpangan, kesalahan jalan. Sebuah istilah dari Al-Qur'an yang menunjukkan keadaan jauh dari petunjuk ilahi.
- حس
- Indra, persepsi inderawi. Merujuk pada panca indra dan pengetahuan yang diperoleh melaluinya, yang dianggap Rumi terbatas dan sering kali menipu dalam urusan spiritual.
کسانی که تنها به حواس ظاهری خود تکیه میکنند (معتزله)، اسیر و بازیچهی این حواساند و از روی گمراهی، خود را اهل شهود و بصیرت (اهل سنت) جا میزنند.
در این بخش از مثنوی، مولانا در حال مقایسهی دو راه شناخت است: راه حواس ظاهری و راه عقل و شهود باطنی. او برای بیان این تفاوت، از دو مکتب کلامی تاریخی یعنی «معتزله» و «اهل سنت» (اشاعره) به عنوان نماد استفاده میکند.
از دیدگاه مولانا، معتزله نماد کسانی هستند که بیش از حد بر عقل جزئی و استدلالهای مبتنی بر حواس پنجگانه تکیه میکنند. او این رویکرد را «مذهب چشم حس» مینامد. به باور او، این گروه چون تنها به ظواهر و دادههای حسی محدود هستند، در واقع «بازیچه» و «مسخره»ی حواس خود شدهاند. حواس، آنها را به این سو و آن سو میکشد و از درک حقیقت عمیقتر باز میدارد.
در مقابل، اهل سنت در اینجا نماد «اهل بینش» و صاحبان «چشم عقل» هستند؛ کسانی که از محدودیت حواس فراتر رفته و به درک شهودی و وصال با حقیقت رسیدهاند. مولانا میگوید که گروه اول (اهل اعتزال) از سر «گمراهی» (ضلال)، ادعا میکنند که مانند گروه دوم هستند و خود را اهل حقیقت و بصیرت واقعی نشان میدهند، در حالی که در دام ظواهر گرفتارند.
- سُخره
- بازیچه، مسخره، آنچه به بازی گرفته شود
- حس
- حواس پنجگانه، ادراک ظاهری
- اهل اعتزال
- پیروان مکتب معتزله؛ در اینجا نماد عقلگرایان ظاهراندیش
- سنی
- پیرو مکتب اهل سنت؛ در اینجا نماد اهل شهود و بصیرت باطنی
- ضلال
- گمراهی، انحراف از راه راست
Discussion — Ask about this beyt — answered from the Masnavi, every verse cited
Your conversation stays on this device unless you share it.
What readers asked0
No questions shared yet — yours could be the first.