Lire› Livre 5› Description du paon et de son tempérament, et la raison pour laquelle Ibrahim (paix sur lui) le tua.› Verset 400
M5:400 — زان شکار و انبهی و باد و بود / دست در کن هیچ یابی تار و پود
M5:400
Sens · به زبانِ تو — Votre langue · AI
Rumi bertanya secara retoris: jika engkau melihat kembali semua pencapaian sosial dan popularitas yang telah kau kumpulkan seumur hidup, adakah substansi atau nilai sejati yang tersisa darinya?
Dalam bagian ini, Rumi menggunakan citra burung merak sebagai metafora bagi orang yang hidupnya dihabiskan untuk "memburu manusia" (ṣayd-i khalq), yakni mengumpulkan pengikut, teman, dan kekaguman demi gengsi dan nama besar. Orang ini, seperti pemburu yang memasang perangkap, terus-menerus menjerat hati orang lain, tetapi tanpa tujuan atau manfaat sejati bagi jiwanya.
Bait ini adalah puncak dari teguran tersebut. Rumi meminta orang itu untuk berhenti sejenak dan memeriksa "hasil buruannya": semua popularitas, semua orang yang mengelilinginya, semua kebanggaan dan kemegahan yang telah ia bangun. Lalu, ia mengajukan pertanyaan tajam: "Coba masukkan tanganmu ke dalam semua itu. Apa yang kau dapatkan?" Jawabannya tersirat: tidak ada apa-apa. Semua itu hanyalah "angin dan pertunjukan" (bād u būd), tanpa substansi nyata, tanpa "lungsin dan pakan" (tār u pūd)—istilah untuk jalinan benang yang membentuk sehelai kain. Artinya, seluruh bangunan sosialnya kosong dan tidak memiliki bobot spiritual.
Ini adalah kritik terhadap kehidupan yang berorientasi pada validasi eksternal. Rumi mengingatkan bahwa kesibukan mengejar popularitas pada akhirnya tidak menghasilkan apa-apa selain kelelahan dan kekosongan, seperti pemburu yang perangkapnya kosong saat malam tiba.
- باد و بود
- Secara harfiah "angin dan keberadaan". Istilah ini merujuk pada kesombongan, keangkuhan, dan kemegahan yang kosong atau sekadar pertunjukan tanpa substansi.
- انبهی
- Keramaian, kerumunan, jumlah yang banyak. Dalam konteks ini, merujuk pada banyaknya teman atau pengikut yang berhasil dikumpulkan.
- تار و پود
- Secara harfiah "lungsin dan pakan", yaitu benang vertikal dan horizontal dalam alat tenun. Istilah ini digunakan secara metaforis untuk menyebut esensi, substansi, atau jalinan dasar dari sesuatu.
Discussion — Ask about this beyt — answered from the Masnavi, every verse cited
Your conversation stays on this device unless you share it.
What readers asked0
No questions shared yet — yours could be the first.