Baca› Kitab 5› Bagian 18 ← sebelumnya · berikutnya →

بخش ۱۸ - تفسیر یا حسرة علی العباد

Tafsir 'Alangkah besarnya penyesalan atas hamba-hamba'

  1. M5:345 او همی گوید که از اشکال توغره گشتم دیر دیدم حال تو Ia terus berkata, "Oleh rupa-rupamu,aku terperdaya, terlambat kusadari keadaanmu."Orang yang tertipu oleh penampilan lahiriah akhirnya menyesal, menyadari bahwa ia terlambat memahami hakikat batin yang sesungguhnya.
  2. M5:346 شمع مرده باده رفته دلرباغوطه خورد از ننگ کژبینی ما Lilin yang padam, anggur yang hilang, duhai kekasih hati,tenggelam dalam malu karena pandangan kami yang juling.Segala yang tampak memesona—seperti lilin, anggur, atau kekasih—ternyata kosong dan menanggung malu karena kita salah dalam memandangnya.
  3. M5:347 ظلت الارباح خسرا مغرمانشتکی شکوی الی الله العمی Segala untung menjadi rugi dan beban,kepada Allah kami adukan kebutaan ini.Dalam keadaan buta spiritual, semua yang tampak sebagai keuntungan sebenarnya adalah kerugian besar, sebuah keluhan yang hanya bisa disampaikan kepada Tuhan.
  4. M5:348 حبذا ارواح اخوان ثقاتمسلمات مؤمنات قانتات Alangkah indahnya ruh para saudara yang terpercaya,yang berserah diri, beriman, dan senantiasa taat.Rumi memuji ruh-ruh para sahabat spiritual sejati—mereka yang telah mencapai kondisi penyerahan diri, iman yang kokoh, dan ketaatan yang tulus kepada Tuhan.
  5. M5:349 هر کسی رویی به سویی برده‌اندوان عزیزان رو به بی‌سو کرده‌اند Setiap insan menghadapkan wajah ke satu arah,sedang Para Kekasih itu berpaling ke arah Tanpa-Arah.Sementara kebanyakan orang mengejar tujuan-tujuan duniawi yang terbatas dan beraneka ragam, para kekasih Tuhan (wali) mengarahkan seluruh diri mereka kepada Tuhan, Realitas tak terbatas yang melampaui segala arah.
  6. M5:350 هر کبوتر می‌پرد در مذهبیوین کبوتر جانب بی‌جانبی Setiap merpati terbang ke arah mazhabnya,merpati ini menuju ke ketiadaan arah.Setiap orang mengikuti jalan atau keyakinan tertentu, tetapi para kekasih Tuhan—para arif—menuju ke suatu tujuan yang tak terhingga dan tak terbatasi oleh arah mana pun. ❋
  7. M5:351 ما نه مرغان هوا نه خانگیدانهٔ ما دانهٔ بی‌دانگی Kami bukan burung liar, bukan pula jinak di sangkar,Biji-bijian kami adalah biji ketiadaan-biji.Kami, para kekasih Tuhan, tidak tergolong dalam kategori duniawi yang biasa; rezeki kami bersifat paradoks, berasal dari ketiadaan bentuk dan batasan. ❋
  8. M5:352 زان فراخ آمد چنین روزی ماکه دریدن شد قبادوزی ما Rezeki kami datang begitu melimpah ruah,Sebab koyakan kami menjadi jahitan jubah.Kami meraih kelapangan dan rezeki rohani justru melalui tindakan yang tampak merusak dan menghancurkan, bukan dengan membangun. ❋