Baca›Kitab 5
Kitab 5 · 4233 bait · 178 bagian
دفتر پنجم
Book V
❋ ❋ ❋
- 001 بخش ۱ - سر آغازPembukaan 30 bait
- 002 بخش ۲ - تفسیر خذ اربعة من الطیر فصرهن الیکTafsir 'Ambillah empat ekor burung lalu jinaklah kepadaku' 32 bait
- 003 بخش ۳ - در سبب ورود این حدیث مصطفی صلوات الله علیه که الکافر یأکل فی سبعة امعاء و المؤمن یأکل فی معا واحدTentang alasan datangnya hadis Nabi Muhammad (saw) ini: 'Orang kafir makan dengan tujuh usus, dan orang mukmin makan dengan satu usus' 33 bait
- 004 بخش ۴ - در حجره گشادن مصطفی علیهالسلام بر مهمان و خود را پنهان کردن تا او خیال گشاینده را نبیند و خجل شود و گستاخ بیرون رودNabi Muhammad (saw) membuka pintu kamar untuk tamu dan menyembunyikan diri agar tamu tidak melihat pembukanya, merasa malu, dan keluar dengan bebas 21 bait
- 005 بخش ۵ - سبب رجوع کردن آن مهمان به خانهٔ مصطفی علیهالسلام در آن ساعت که مصطفی نهالین ملوث او را به دست خود میشست و خجل شدن او و جامه چاک کردن و نوحهٔ او بر خود و بر سعادت خودAlasan tamu kembali ke rumah Nabi Muhammad (saw) pada saat Nabi sedang membersihkan bantalnya yang kotor dengan tangannya sendiri, dan ia merasa malu, merobek pakaiannya, dan meratap atas dirinya dan kebahagiaannya 50 bait
- 006 بخش ۶ - نواختن مصطفی علیهالسلام آن عرب مهمان را و تسکین دادن او را از اضطراب و گریه و نوحه کی بر خود میکرد در خجالت و ندامت و آتش نومیدیNabi Muhammad (saw) menghibur tamu Arab itu dan menenangkannya dari kegelisahan, tangisan, dan ratapan yang ia lakukan atas dirinya sendiri dalam rasa malu, penyesalan, dan api keputusasaan 15 bait
- 007 بخش ۷ - بیان آنک نماز و روزه و همه چیزهای برونی گواهیهاست بر نور اندرونیPenjelasan bahwa salat, puasa, dan segala sesuatu yang lahiriah adalah kesaksian atas cahaya batin 17 bait
- 008 بخش ۸ - پاک کردن آب همه پلیدیها را و باز پاک کردن خدای تعالی آب را از پلیدی لاجرم قدوس آمد حق تعالیAir membersihkan semua kekotoran, dan kemudian Tuhan membersihkan air dari kekotoran, oleh karena itu Tuhan itu Quddus (Maha Suci) 17 bait
- 009 بخش ۹ - استعانت آب از حق جل جلاله بعد از تیره شدنAir meminta pertolongan kepada Tuhan setelah menjadi keruh 19 bait
- 010 بخش ۱۰ - گواهی فعل و قول بیرونی بر ضمیر و نور اندرونیKesaksian perbuatan dan perkataan lahiriah atas hati nurani dan cahaya batiniah 6 bait
- 011 بخش ۱۱ - در بیان آنک نور خود از اندرون شخص منوّر بیآنک فعلی و قولی بیان کند گواهی دهد بر نور وی؛ در بیان آنک آن نور خود را از اندرون سرّ عارف ظاهر کند بر خلقان بیفعل عارف و بیقول عارف افزون از آنک به قول و فعل او ظاهر شود، چنانک آفتاب بلند شود بانگ خروس و اعلام مؤذن و علامات دیگر حاجت نیایدPenjelasan bahwa cahaya itu sendiri dari dalam diri orang yang tercerahkan, tanpa perlu perbuatan atau perkataan untuk menyatakannya, akan bersaksi tentang cahayanya. Lebih dari itu, cahaya itu sendiri akan muncul dari dalam rahasia orang yang arif kepada manusia tanpa perbuatan atau perkataan arif, seperti ketika matahari terbit, suara ayam jantan, seruan muazin, dan tanda-tanda lain tidak diperlukan 19 bait
- 012 بخش ۱۲ - عرضه کردن مصطفی علیهالسلام شهادت را بر مهمان خویشNabi Muhammad (saw) menawarkan syahadat kepada tamunya 27 bait
- 013 بخش ۱۳ - بیان آنک نور که غذای جانست غذای جسم اولیا میشود تا او هم یار میشود روح را کی اسلم شیطانی علی یدیPenjelasan bahwa cahaya yang merupakan makanan jiwa juga menjadi makanan bagi tubuh para wali, sehingga ia juga menjadi penolong roh, sebagaimana 'setan saya telah tunduk di tangan saya' 14 bait
- 014 بخش ۱۴ - انکار اهل تن غذای روح را و لرزیدن ایشان بر غذای خسیسPengingkaran ahli fisik terhadap makanan roh dan ketakutan mereka terhadap makanan yang rendah 3 bait
- 015 بخش ۱۵ - مناجاتMunajat 12 bait
- 016 بخش ۱۶ - تمثیل لوح محفوظ و ادراک عقل هر کسی از آن لوح آنک امر و قسمت و مقدور هر روزهٔ ویست هم چون ادراک جبرئیل علیهالسلام هر روزی از لوح اعظم عقل مثال جبرئیلست و نظر او به تفکر به سوی غیبی که معهود اوست در تفکر و اندیشهٔ کیفیت معاش و بیرون شو کارهای هر روزینه مانند نظر جبرئیلست در لوح و فهم کردن او از لوحPerumpamaan lauh mahfuzh dan pemahaman akal setiap orang dari lauh itu tentang urusan, bagian, dan takdir hariannya, seperti pemahaman Jibril (saw) setiap hari dari lauh agung. Akal adalah contoh Jibril, dan pandangannya yang merenung ke arah gaib yang sudah dikenal dalam pemikiran dan perenungan tentang kualitas penghidupan dan penyelesaian urusan sehari-hari, seperti pandangan Jibril di lauh dan pemahamannya dari lauh 12 bait
- 017 بخش ۱۷ - تمثیل روشهای مختلف و همتهای گوناگون به اختلاف تحری متحریان در وقت نماز قبله را در وقت تاریکی و تحری غواصان در قعر بحرPerumpamaan berbagai cara dan niat yang berbeda dengan perbedaan penyelidikan orang-orang yang mencari kiblat saat kegelapan dan penyelidikan penyelam di dasar laut 17 bait
- 018 بخش ۱۸ - تفسیر یا حسرة علی العبادTafsir 'Alangkah besarnya penyesalan atas hamba-hamba' 8 bait
- 019 بخش ۱۹ - سبب آنک فرجی را نام فرجی نهادند از اولAlasan mengapa suatu jeda disebut 'jeda' sejak awal 41 bait
- 020 بخش ۲۰ - صفت طاوس و طبع او و سبب کشتن ابراهیم علیهالسلام او راSifat burung merak dan wataknya, serta alasan Ibrahim (saw) membunuhnya 25 bait
- 021 بخش ۲۱ - در بیان آنک لطف حق را همه کس داند و قهر حق را همه کس داند و همه از قهر حق گریزانند و به لطف حق در آویزان اما حق تعالی قهرها را در لطف پنهان کرد و لطفها را در قهر پنهان کرد نعل بازگونه و تلبیس و مکر الله بود تا اهل تمیز و ینظر به نور الله از حالیبینان و ظاهربینان جدا شوند کی لِیَبْلُوَکُمْ أَیُّکُمْ أَحْسَنُ عَمَلاًPenjelasan bahwa rahmat Tuhan diketahui oleh semua orang dan kemurkaan Tuhan diketahui oleh semua orang. Semua orang lari dari kemurkaan Tuhan dan berpegang pada rahmat Tuhan. Namun, Tuhan menyembunyikan kemurkaan dalam rahmat dan menyembunyikan rahmat dalam kemurkaan, sebuah tipuan dan makar Tuhan, agar orang-orang yang berakal dan melihat dengan cahaya Tuhan terpisah dari orang-orang yang melihat kondisi dan lahiriah, karena 'untuk mengujimu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya' 39 bait
- 022 بخش ۲۲ - تفاوت عقول در اصل فطرت خلاف معتزله کی ایشان گویند در اصل عقول جزوی برابرند این افزونی و تفاوت از تعلم است و ریاضت و تجربهPerbedaan akal dalam fitrah asli, berbeda dengan Muktazilah yang mengatakan bahwa akal parsial pada dasarnya sama; perbedaan ini disebabkan oleh pembelajaran, latihan, dan pengalaman 18 bait
- 023 بخش ۲۳ - حکایت آن اعرابی کی سگ او از گرسنگی میمرد و انبان او پر نان و بر سگ نوحه میکرد و شعر میگفت و میگریست و سر و رو میزد و دریغش میآمد لقمهای از انبان به سگ دادنKisah seorang Arab Badui yang anjingnya sekarat kelaparan, padahal kantung bekalnya penuh roti, dan ia meratapi anjingnya, bersyair, menangis, memukul-mukul kepala dan wajah, namun enggan memberi sepotong roti dari kantungnya kepada anjing itu 21 bait
- 024 بخش ۲۴ - در بیان آنک هیچ چشم بدی آدمی را چنان مهلک نیست کی چشم پسند خویشتن مگر کی چشم او مبدل شده باشد به نور حق که بی یسمع و بی یبصر و خویشتن او بیخویشتن شدهPenjelasan bahwa tidak ada mata jahat yang begitu mematikan bagi manusia seperti mata yang memuji diri sendiri, kecuali jika matanya telah berubah dengan cahaya Tuhan, 'Dengan Dia aku mendengar dan dengan Dia aku melihat,' dan dirinya telah tiada 8 bait
- 025 بخش ۲۵ - تفسیر وَ إِنْ یَکادُ الَّذینَ کَفَروا لَیُزْلِقونَکَ بِأَبْصارِهِمْ الایهTafsir ayat 'Dan sesungguhnya orang-orang kafir itu hampir-hampir menggelincirkanmu dengan pandangan mata mereka' 30 bait
- 026 بخش ۲۶ - قصهٔ آن حکیم کی دید طاوسی را کی پر زیبای خود را میکند به منقار و میانداخت و تن خود را کل و زشت میکرد از تعجب پرسید کی دریغت نمیآید گفت میآید اما پیش من جان از پر عزیزتر است و این پر عدوی جان منستKisah seorang bijak yang melihat seekor burung merak mencabut bulu indahnya dengan paruhnya dan membuangnya, menjadikan tubuhnya botak dan jelek. Ia bertanya dengan heran, 'Apakah engkau tidak menyayangkannya?' Merak menjawab, 'Aku menyayanginya, tetapi bagiku jiwa lebih berharga daripada bulu, dan bulu ini adalah musuh jiwaku' 21 bait
- 027 بخش ۲۷ - در بیان آنک صفا و سادگی نفس مطمنه از فکرتها مشوش شود چنانک بر روی آینه چیزی نویسی یا نقش کنی اگر چه پاک کنی داغی بماند و نقصانیPenjelasan bahwa kemurnian dan kesederhanaan jiwa yang tenang akan terganggu oleh pikiran-pikiran, seperti ketika engkau menulis atau menggambar sesuatu di permukaan cermin, meskipun engkau membersihkannya, akan tetap ada bekas dan kekurangan 17 bait
- 028 بخش ۲۸ - در بیان قول رسول علیهالسلام لا رهبانیة فیالاسلامTentang penjelasan sabda Rasulullah (saw) 'Tidak ada kerahiban dalam Islam' 12 bait
- 029 بخش ۲۹ - در بیان آنک ثواب عمل عاشق از حق هم حق استTentang penjelasan bahwa pahala amal orang yang mencintai Tuhan adalah Tuhan itu sendiri 18 bait
- 030 بخش ۳۰ - در تفسیر قول رسول علیهالسلام ما مات من مات الا و تمنی ان یموت قبل ما مات ان کان برا لیکون الی وصول البر اعجل و ان کان فاجرا لیقل فجورهTentang tafsir sabda Rasulullah (saw): 'Tidak ada yang meninggal kecuali ia berharap untuk meninggal sebelum ia meninggal, jika ia orang baik agar lebih cepat mencapai kebaikan, dan jika ia orang fasik agar kefasikannya berkurang' 16 bait
- 031 بخش ۳۱ - در بیان آنک عقل و روح در آب و گل محبوساند همچون هاروت و ماروت در چاه بابلTentang penjelasan bahwa akal dan roh terpenjara dalam air dan tanah liat seperti Harut dan Marut di sumur Babel 21 bait
- 032 بخش ۳۲ - جواب گفتن طاوس آن سایل راMerak menjawab penanya 7 bait
- 033 بخش ۳۳ - بیان آنک هنرها و زیرکیها و مال دنیا همچون پرهای طاوس عدو جانستPenjelasan bahwa keterampilan, kecerdasan, dan kekayaan dunia seperti bulu merak, adalah musuh jiwa 24 bait
- 034 بخش ۳۴ - در صفت آن بیخودان کی از شر خود و هنر خود آمن شدهاند کی فانیاند در بقای حق همچون ستارگان کی فانیاند روز در آفتاب و فانی را خوف آفت و خطر نباشدTentang sifat orang-orang yang kehilangan diri yang telah aman dari kejahatan diri dan seni mereka, yang fana dalam keabadian Tuhan seperti bintang-bintang yang fana di siang hari dalam matahari, dan orang yang fana tidak akan takut akan bahaya dan risiko 47 bait
- 035 بخش ۳۵ - در بیان آنک ما سوی الله هر چیزی آکل و ماکولست همچون آن مرغی کی قصد صید ملخ میکرد و به صید ملخ مشغول میبود و غافل بود از باز گرسنه کی از پس قفای او قصد صید او داشت اکنون ای آدمی صیاد آکل از صیاد و آکل خود آمن مباش اگر چه نمیبینیش به نظر چشم به نظر دلیل و عبرتش میبین تا چشم نیز باز شدنPenjelasan bahwa segala sesuatu selain Allah adalah pemakan dan yang dimakan, seperti burung yang hendak memburu belalang dan sibuk dengan memburu belalang, dan lalai dari elang lapar yang mengejarnya dari belakang untuk memburunya. Sekarang, wahai manusia, jangan merasa aman dari pemburu dan pemakanmu, meskipun engkau tidak melihatnya dengan mata, lihatlah ia dengan pandangan bukti dan pelajaran agar matamu juga terbuka 46 bait
- 036 بخش ۳۶ - صفت کشتن خلیل علیهالسلام زاغ را کی آن اشارت به قمع کدام صفت بود از صفات مذمومهٔ مهلکه در مریدSifat Ibrahim (saw) membunuh burung gagak, yang merupakan isyarat untuk menekan sifat tercela dan mematikan mana dalam seorang murid 15 bait
- 037 بخش ۳۷ - مناجاتMunajat 43 bait
- 038 بخش ۳۸ - قال النبی علیهالسلام ارحموا ثلاثا عزیز قوم ذل و غنی قوم افتقر و عالما یلعب به الجهالNabi (saw) bersabda: 'Kasihanilah tiga orang: orang mulia suatu kaum yang terhina, orang kaya suatu kaum yang jatuh miskin, dan seorang alim yang dipermainkan oleh orang-orang bodoh' 10 bait
- 039 بخش ۳۹ - قصهٔ محبوس شدن آن آهوبچه در آخر خران و طعنهٔ آن خران ببر آن غریب گاه به جنگ و گاه به تسخر و مبتلی گشتن او به کاه خشک کی غذای او نیست و این صفت بندهٔ خاص خداست میان اهل دنیا و اهل هوا و شهوت کی الاسلام بدا غریبا و سیعود غریبا فطوبی للغرباء صدق رسول اللهKisah terkurungnya anak rusa di antara keledai, dan ejekan keledai-keledai itu kepada orang asing tersebut, kadang dengan pertengkaran, kadang dengan olok-olok, dan ia terpaksa memakan jerami kering yang bukan makanannya. Dan sifat ini adalah sifat hamba khusus Tuhan di antara penduduk dunia dan ahli hawa nafsu dan syahwat, karena Islam bermula sebagai orang asing dan akan kembali sebagai orang asing, maka beruntunglah orang-orang asing, sabda Rasulullah benar 12 bait
- 040 بخش ۴۰ - حکایت محمد خوارزمشاه کی شهر سبزوار کی همه رافضی باشند به جنگ بگرفت اما جان خواستند گفت آنگه امان دهم کی ازین شهر پیش من به هدیه ابوبکر نامی بیاریدKisah Muhammad Khwarazmshah yang menaklukkan kota Sabzevar, yang semuanya Rafidhi, dalam pertempuran. Namun, mereka meminta nyawa. Ia berkata, 'Aku akan memberi ampun jika kalian membawa kepadaku hadiah seorang bernama Abu Bakar dari kota ini' 63 bait
- 041 بخش ۴۱ - بقیهٔ قصهٔ آهو و آخر خرانSisa kisah rusa dan keledai 24 bait
- 042 بخش ۴۲ - تفسیر انی اری سبع بقرات سمان یاکلهن سبع عجاف آن گاوان لاغر را خدا به صفت شیران گرسنه آفریده بود تا آن هفت گاو فربه را به اشتها میخوردند اگر چه آن خیالات صور گاوان در آینهٔ خواب نمودند تو معنی بگیرTafsir 'Aku melihat tujuh ekor sapi gemuk dimakan oleh tujuh ekor sapi kurus.' Sapi-sapi kurus itu diciptakan Tuhan dengan sifat singa-singa lapar sehingga mereka memakan tujuh ekor sapi gemuk itu dengan nafsu makan, meskipun khayalan-khayalan itu muncul dalam bentuk sapi dalam cermin mimpi, ambillah maknanya 8 bait
- 043 بخش ۴۳ - بیان آنک کشتن خلیل علیهالسلام خروس را اشارت به قمع و قهر کدام صفت بود از صفات مذمومات مهلکان در باطن مریدPenjelasan bahwa pembunuhan ayam jantan oleh Ibrahim (saw) adalah isyarat untuk menekan dan mengalahkan sifat tercela dan mematikan mana dalam batin seorang murid 22 bait
- 044 بخش ۴۴ - تفسیر خلقنا الانسان فی احسن تقویم ثم رددناه اسفل سافلین و تفسیر و من نعمره ننکسه فی الخلقTafsir 'Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya, kemudian Kami mengembalikannya ke tempat yang serendah-rendahnya,' dan tafsir 'Dan barang siapa yang Kami panjangkan umurnya, niscaya Kami kembalikan dia kepada kejadiannya' 12 bait
- 045 بخش ۴۵ - تفسیر أَسْفَلَ سافِلینَ إِلَّا الَّذینَ آمَنوا وَ عَمِلُوا الصّالِحاتِ فَلَهُمْ أَجْرٌ غَیْرُ مَمْنونٍTafsir 'tempat yang serendah-rendahnya kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, maka bagi mereka pahala yang tiada putus-putusnya' 52 bait
- 046 بخش ۴۶ - مثال عالم هست نیستنما و عالم نیست هستنماPerumpamaan alam semesta yang tampak ada namun tiada, dan alam semesta yang tampak tiada namun ada 25 bait
- 047 بخش ۴۷ - در تفسیر قول مصطفی علیهالسلام لا بد من قرین یدفن معک و هو حی و تدفن معه و انت میت ان کان کریما اکرمک و ان کان لیما اسلمک و ذلک القرین عملک فاصلحه ما استطعت صدق رسولاللهPenjelasan sabda Nabi Muhammad saw.: “Setiap orang akan dikubur bersama seorang pendamping yang hidup, dan kamu akan dikubur bersamanya dalam keadaan mati. Jika ia mulia, ia akan memuliakanmu; jika ia hina, ia akan menyerahkanmu.” Pendamping itu adalah amalmu. Maka perbaikilah ia sebisa mungkin. Sabda Rasulullah itu benar. 22 bait
- 048 بخش ۴۸ - تفسیر وَ هُوَ مَعَکُمْPenjelasan (ayat) “Dan Dia bersamamu.” 11 bait
- 049 بخش ۴۹ - در تفسیر قول مصطفی علیهالسلام من جعل الهموم هما واحدا کفاه الله سائر همومه و من تفرقت به الهموم لا یبالی الله فی ای واد اهلکهPenjelasan sabda Nabi Muhammad saw.: “Barangsiapa yang menjadikan semua kekhawatiran sebagai satu kekhawatiran, Allah akan mencukupinya dari kekhawatiran lainnya. Dan barangsiapa yang kekhawatirannya bercerai-berai, Allah tidak peduli lembah mana yang akan menghancurkannya.” 21 bait
- 050 بخش ۵۰ - در معنی این بیت «گر راه روی راه برت بگشایند ور نیست شوی بهستیت بگرایند»Makna bait: “Jika engkau berjalan, jalan akan dibukakan untukmu; jika engkau tiada, keberadaan akan menghampirimu.” 14 bait
- 051 بخش ۵۱ - قصهٔ آن شخص کی دعوی پیغامبری میکرد گفتندش چه خوردهای کی گیج شدهای و یاوه میگویی گفت اگر چیزی یافتمی کی خوردمی نه گیج شدمی و نه یاوه گفتمی کی هر سخن نیک کی با غیر اهلش گویند یاوه گفته باشند اگر چه در آن یاوه گفتن مامورندKisah orang yang mengaku sebagai nabi. Mereka bertanya kepadanya, “Apa yang kamu makan sehingga kamu pusing dan berbicara omong kosong?” Ia menjawab, “Jika aku menemukan sesuatu untuk dimakan, aku tidak akan pusing dan tidak akan berbicara omong kosong.” Karena setiap perkataan baik yang disampaikan kepada yang tidak berhak, akan menjadi omong kosong, meskipun diwajibkan untuk mengatakannya. 30 bait
- 052 بخش ۵۲ - سبب عداوت عام و بیگانه زیستن ایشان به اولیاء خدا کی بحقشان میخوانند و با آب حیات ابدیSebab permusuhan orang awam dan keterasingan mereka dari para wali Allah yang memanggil mereka kepada kebenaran dan kepada air kehidupan abadi. 22 bait
- 053 بخش ۵۳ - در بیان آنک مرد بدکار چون متمکن شود در بدکاری و اثر دولت نیکوکاران ببیند شیطان شود و مانع خیر گردد از حسد همچون شیطان کی خرمن سوخته همه را خرمن سوخته خواهد أَرَأَیْتَ الَّذي یَنْهی عَبْداً إِذا صَلّیPenjelasan bahwa orang jahat, ketika telah mapan dalam kejahatannya dan melihat hasil baik dari orang-orang saleh, akan menjadi setan dan menghalangi kebaikan karena iri hati, seperti setan yang ingin semua ladang terbakar. “Tahukah kamu orang yang melarang seorang hamba ketika ia salat?” 26 bait
- 054 بخش ۵۴ - مناجاتMunajat 29 bait
- 055 بخش ۵۵ - پرسیدن آن پادشاه از آن مدعی نبوت کی آنک رسول راستین باشد و ثابت شود با او چه باشد کی کسی را بخشد یا به صحبت و خدمت او چه بخشش یابند غیر نصیحت به زبان کی میگویدPertanyaan raja kepada penuntut kenabian: “Apa yang dimiliki seorang rasul sejati yang telah terbukti, yang dapat ia berikan kepada seseorang? Atau karunia apa yang didapat dari pergaulan dan pelayanannya, selain nasihat lisan yang ia sampaikan?” 16 bait
- 056 بخش ۵۶ - داستان آن عاشق کی با معشوق خود برمیشمرد خدمتها و وفاهای خود را و شبهای دراز تتجافی جنوبهم عن المضاجع را و بینوایی و جگر تشنگی روزهای دراز را و میگفت کی من جزین خدمت نمیدانم اگر خدمت دیگر هست مرا ارشاد کن کی هر چه فرمایی منقادم اگر در آتش رفتن است چون خلیل علیهالسلام و اگر در دهان نهنگ دریا فتادنست چون یونس علیهالسلام و اگر هفتاد بار کشته شدن است چون جرجیس علیهالسلام و اگر از گریه نابینا شدن است چون شعیب علیهالسلام و وفا و جانبازی انبیا را علیهمالسلام شمار نیست و جواب گفتن معشوق او راKisah seorang kekasih yang menghitung pelayanannya dan kesetiaannya kepada kekasihnya, malam-malam panjang mereka jauh dari tempat tidur, kemiskinan dan kehausan yang membara di hari-hari yang panjang. Ia berkata, “Aku tidak tahu pelayanan lain selain ini. Jika ada pelayanan lain, bimbinglah aku, karena apa pun yang engkau perintahkan, aku akan patuh. Jika harus masuk api, seperti Ibrahim saw., dan jika harus jatuh ke dalam mulut ikan paus di laut, seperti Yunus saw., dan jika harus dibunuh tujuh puluh kali, seperti Jirjis saw., dan jika harus menjadi buta karena menangis, seperti Syuaib saw.” Dan kesetiaan serta pengorbanan para nabi, saw., tidak terhitung. Dan jawaban sang kekasih kepadanya. 23 bait
- 057 بخش ۵۷ - یکی پرسید از عالمی عارفی کی اگر در نماز کسی بگرید به آواز و آه کند و نوحه کند نمازش باطل شود جواب گفت کی نام آن آب دیده است تا آن گرینده چه دیده است اگر شوق خدا دیده است و میگرید یا پشیمانی گناهی نمازش تباه نشود بلک کمال گیرد کی لا صلوة الا بحضور القلب و اگر او رنجوری تن یا فراق فرزند دیده است نمازش تباه شود کی اصل نماز ترک تن است و ترک فرزند ابراهیموار کی فرزند را قربان میکرد از بهر تکمیل نماز و تن را به آتش نمرود میسپرد و امر آمد مصطفی را علیهالسلام بدین خصال کی فاتبع ملة ابراهیم لقد کانت لکم اسوة حسنة فیابراهیمSeseorang bertanya kepada seorang ulama arif: “Jika seseorang menangis dalam salat dengan suara dan merintih serta meratap, apakah salatnya batal?” Ia menjawab: “Nama itu adalah air mata, tergantung apa yang dilihat oleh orang yang menangis itu. Jika ia melihat kerinduan kepada Allah dan menangis, atau penyesalan atas dosa, salatnya tidak akan rusak, bahkan akan menjadi sempurna, karena tiada salat tanpa kehadiran hati. Tetapi jika ia melihat penyakit tubuh atau perpisahan dengan anak, salatnya akan rusak, karena inti salat adalah meninggalkan tubuh dan meninggalkan anak, seperti Ibrahim yang mengorbankan anaknya demi kesempurnaan salat, dan menyerahkan tubuhnya kepada api Namrud. Dan perintah datang kepada Nabi Muhammad saw. dengan sifat-sifat ini: “Maka ikutilah agama Ibrahim. Sesungguhnya pada Ibrahim ada teladan yang baik bagimu.” 6 bait
- 058 بخش ۵۸ - مریدی در آمد به خدمت شیخ و ازین شیخ پیر سن نمیخواهم بلک پیرعقل و معرفت و اگرچه عیسیست علیهالسلام در گهواره و یحیی است علیهالسلام در مکتب کودکان مریدی شیخ را گریان دید او نیز موافقت کرد و گریست چون فارغ شد و به در آمد مریدی دیگر کی از حال شیخ واقفتر بود از سر غیرت در عقب او تیز بیرون آمد گفتش ای برادر من ترا گفته باشم الله الله تا نیندیشی و نگویی کی شیخ میگریست و من نیز میگریستم کی سی سال ریاضت بیریا باید کرد و از عقبات و دریاهای پر نهنگ و کوههای بلند پر شیر و پلنگ میباید گذشت تا بدان گریهٔ شیخ رسی یا نرسی اگر رسی شکر زویت لی الارض گویی بسیارSeorang murid datang menemui syekh. Dan dengan syekh ini, aku tidak mencari usia tua, melainkan usia akal dan makrifat, meskipun ia adalah Isa as. di buaian dan Yahya as. di madrasah anak-anak. Seorang murid melihat syekh menangis, ia pun ikut menangis. Setelah selesai dan keluar, murid lain yang lebih mengerti keadaan syekh, dengan semangat cemburu, segera menyusulnya. Ia berkata, “Saudaraku, aku telah memberitahumu, demi Allah, janganlah kamu berpikir dan mengatakan bahwa syekh menangis dan aku pun ikut menangis. Sesungguhnya, kamu harus melakukan riyadhah tanpa riya selama tiga puluh tahun, dan harus melewati rintangan serta lautan penuh buaya dan gunung-gunung tinggi penuh singa dan macan, hingga kamu mencapai atau tidak mencapai tangisan syekh. Jika kamu mencapainya, kamu akan banyak bersyukur, ‘Zuwiyat li al-ardh’ (bumi dilipat untukku).” 62 bait
- 059 بخش ۵۹ - داستان آن کنیزک کی با خر خاتون شهوت میراند و او را چون بز و خرس آموخته بود شهوت راندن آدمیانه و کدویی در قضیب خر میکرد تا از اندازه نگذرد خاتون بر آن وقوف یافت لکن دقیقهٔ کدو را ندید کنیزک را به بهانه به راه کرد جای دور و با خر جمع شد بیکدو و هلاک شد به فضیحت کنیزک بیگاه باز آمد و نوحه کرد که ای جانم و ای چشم روشنم کیر دیدی کدو ندیدی ذکر دیدی آن دگر ندیدی کل ناقص ملعون یعنی کل نظر و فهم ناقص ملعون و اگر نه ناقصان ظاهر جسم مرحوماند ملعون نهاند بر خوان لیس علی الاعمی حرج نفی حرج کرد و نفی لعنت و نفی عتاب و غضبKisah budak perempuan yang bersetubuh dengan keledai nyonya, dan dia telah mengajarkan keledai itu cara bersetubuh seperti manusia, dengan memasukkan labu ke penis keledai agar tidak berlebihan. Sang nyonya mengetahui hal itu, tetapi tidak melihat trik labu. Dia mengirim budak perempuan itu dengan dalih ke tempat yang jauh, lalu bersetubuh dengan keledai tanpa labu dan binasa dalam kehinaan. Budak perempuan itu kembali larut malam dan meratap, "Wahai jiwaku dan wahai mataku yang terang, kau melihat penis, tapi tidak melihat labu. Kau melihat kemaluan, tapi tidak melihat yang lain. 'Setiap yang kurang itu terkutuk,' artinya setiap pandangan dan pemahaman yang kurang itu terkutuk. Jika tidak, orang-orang yang cacat fisik itu dirahmati, bukan terkutuk. Bacalah 'Tidak ada keberatan bagi orang buta.' Ayat itu menafikan keberatan, menafikan kutukan, menafikan teguran, dan kemurkaan. 97 bait
- 060 بخش ۶۰ - تمثیل تلقین شیخ مریدان را و پیغامبر امت را کی ایشان طاقت تلقین حق ندارند و با حقالف ندارند چنانک طوطی با صورت آدمی الف ندارد کی ازو تلقین تواند گرفت حق تعالی شیخ را چون آیینهای پیش مرید همچو طوطی دارد و از پس آینه تلقین میکند لا تحرک به لسانک ان هو الا وحی یوحی اینست ابتدای مسلهٔ بیمنتهی چنانک منقار جنبانیدن طوطی اندرون آینه کی خیالش میخوانی بیاختیار و تصرف اوست عکس خواندن طوطی برونی کی متعلمست نه عکس آن معلم کی پس آینه است و لیکن خواندن طوطی برونی تصرف آن معلم است پس این مثال آمد نه مثلPerumpamaan ajaran syekh kepada murid-murid dan nabi kepada umatnya, karena mereka tidak sanggup menerima ajaran kebenaran dan tidak akrab dengan kebenaran, sebagaimana burung beo tidak akrab dengan rupa manusia sehingga ia dapat menerima ajaran darinya. Allah Ta'ala menjadikan syekh seperti cermin di hadapan murid seperti burung beo, dan mengajarinya dari balik cermin. “Jangan gerakkan lidahmu dengannya. Itu tidak lain adalah wahyu yang diwahyukan.” Ini adalah awal dari masalah yang tak berujung, seperti gerakan paruh burung beo di dalam cermin, yang kamu sebut khayal, tanpa kehendak dan tindakannya. Ia adalah pantulan dari bacaan burung beo di luar yang sedang belajar, bukan pantulan dari guru di balik cermin. Namun, bacaan burung beo di luar adalah tindakan guru itu. Jadi ini adalah perumpamaan, bukan kemiripan. 15 bait
- 061 بخش ۶۱ - صاحبدلی دید سگ حامله در شکم آن سگبچگان بانگ میکردند در تعجب ماند کی حکمت بانگ سگ پاسبانیست بانگ در اندرون شکم مادر پاسبانی نیست و نیز بانگ جهت یاری خواستن و شیر خواستن باشد و غیره و آنجا هیچ این فایدهها نیست چون به خویش آمد با حضرت مناجات کرد و ما یعلم تاویله الا الله جواب آمد کی آن صورت حال قومیست از حجاب بیرون نیامده و چشم دل باز ناشده دعوی بصیرت کنند و مقالات گویند از آن نی ایشان را قوتی و یاریی رسد و نه مستمعان را هدایتی و رشدیSeorang pemilik hati melihat anjing hamil, anak-anak anjing di perutnya menggonggong. Dia terheran-heran, karena hikmah gonggongan anjing adalah untuk menjaga. Gonggongan di dalam perut induk bukan penjagaan. Juga, gonggongan adalah untuk meminta bantuan dan susu, dll. Dan di sana tidak ada manfaat-manfaat ini. Ketika dia sadar, dia bermunajat kepada Tuhan, “Dan tidak ada yang mengetahui takwilnya kecuali Allah.” Jawaban datang bahwa itu adalah gambaran keadaan suatu kaum yang belum keluar dari hijab dan mata hati mereka belum terbuka. Mereka mengaku memiliki pandangan batin dan mengucapkan perkataan-perkataan, namun dari itu tidak ada kekuatan dan bantuan yang sampai kepada mereka, dan tidak ada petunjuk serta bimbingan bagi para pendengar. 28 bait
- 062 بخش ۶۲ - قصهٔ اهل ضروان و حسد ایشان بر درویشان کی پدر ما از سلیمی اغلب دخل باغ را به مسکینان میداد چون انگور بودی عشر دادی و چون مویز و دوشاب شدی عشر دادی و چون حلوا و پالوده کردی عشر دادی و از قصیل عشر دادی و چون در خرمن میکوفتی از کفهٔ آمیخته عشر دادی و چون گندم از کاه جدا شدی عشر دادی و چون آرد کردی عشر دادی و چون خمیر کردی عشر دادی و چون نان کردی عشر دادی لاجرم حق تعالی در آن باغ و کشت برکتی نهاده بود کی همه اصحاب باغها محتاج او بدندی هم به میوه و هم به سیم و او محتاج هیچ کس نی ازیشان فرزندانشان خرج عشر میدیدند منکر و آن برکت را نمیدیدند همچون آن زن بدبخت که کدو را ندید و خر را دیدKisah penduduk Dhurwan dan iri hati mereka terhadap kaum fakir. Ayah kami, karena kesalehannya, sebagian besar hasil kebunnya ia berikan kepada orang miskin. Ketika ada anggur, ia memberikan sepersepuluh; ketika menjadi kismis dan sari anggur, ia memberikan sepersepuluh; ketika dijadikan manisan dan falooda, ia memberikan sepersepuluh. Dari rumput kering ia memberikan sepersepuluh; ketika digiling di tempat pengirikan, ia memberikan sepersepuluh dari campuran biji-bijian; ketika gandum dipisahkan dari sekam, ia memberikan sepersepuluh; ketika dijadikan tepung, ia memberikan sepersepuluh; ketika dijadikan adonan, ia memberikan sepersepuluh; ketika dijadikan roti, ia memberikan sepersepuluh. Oleh karena itu, Allah Ta'ala telah menaruh berkah di kebun dan ladang itu sehingga semua pemilik kebun lainnya membutuhkan dia, baik untuk buah maupun untuk uang, dan dia tidak membutuhkan siapa pun dari mereka. Anak-anak mereka melihat pengeluaran sepersepuluh dan mengingkarinya, serta tidak melihat berkah itu, seperti wanita malang yang tidak melihat labu tetapi melihat keledai. 64 bait
- 063 بخش ۶۳ - بیان آنک عطای حق و قدرت موقوف قابلیت نیست همچون داد خلقان کی آن را قابلیت باید زیرا عطا قدیم است و قابلیت حادث عطا صفت حق است و قابلیت صفت مخلوق و قدیم موقوف حادث نباشد و اگر نه حدوث محال باشدPenjelasan bahwa anugerah dan kekuasaan Allah tidak tergantung pada kelayakan, seperti pemberian manusia yang membutuhkan kelayakan. Karena anugerah itu qadim (abadi) dan kelayakan itu hadits (baru). Anugerah adalah sifat Allah dan kelayakan adalah sifat makhluk. Dan yang qadim tidak tergantung pada yang hadits, jika tidak, kebaruan akan mustahil. 19 bait
- 064 بخش ۶۴ - در ابتدای خلقت جسم آدم علیهالسلام کی جبرئیل علیهالسلام را اشارت کرد کی برو از زمین مشتی خاک برگیر و به روایتی از هر نواحی مشت مشت بر گیرPada awal penciptaan tubuh Adam saw., Jibril saw. diperintahkan untuk mengambil segenggam tanah dari bumi, dan menurut riwayat, segenggam dari setiap arah. 25 bait
- 065 بخش ۶۵ - فرستادن میکائیل را علیهالسلام به قبض حفنهای خاک از زمین جهت ترکیب ترتیب جسم مبارک ابوالبشر خلیفة الحق مسجود الملک و معلمهم آدم علیهالسلامPengutusan Mikail a.s. untuk mengambil segenggam tanah dari bumi demi pembentukan tubuh mulia bapak manusia, Khalifah Al-Haq, yang disujudi para malaikat dan guru mereka, Adam a.s. 27 bait
- 066 بخش ۶۶ - قصهٔ قوم یونس علیهالسلام بیان و برهان آنست کی تضرع و زاری دافع بلای آسمانیست و حق تعالی فاعل مختارست پس تضرع و تعظیم پیش او مفید باشد و فلاسفه گویند فاعل به طبع است و بعلت نه مختار پس تضرع طبع را نگرداندKisah kaum Yunus saw. adalah penjelasan dan bukti bahwa kerendahan hati dan permohonan dapat menolak bencana langit, dan Allah Ta'ala adalah pelaku yang berkehendak. Oleh karena itu, kerendahan hati dan pengagungan di hadapan-Nya bermanfaat. Sedangkan para filosof mengatakan bahwa pelaku bertindak berdasarkan tabiat dan sebab, bukan berkehendak, sehingga kerendahan hati tidak mengubah tabiat. 12 bait
- 067 بخش ۶۷ - فرستادن اسرافیل را علیهالسلام به خاک کی حفنهای بر گیر از خاک بهر ترکیب جسم آدم علیهالسلامPengutusan Israfil a.s. untuk mengambil segenggam tanah demi pembentukan tubuh Adam a.s. 29 bait
- 068 بخش ۶۸ - فرستادن عزرائیل ملک العزم و الحزم را علیهالسلام ببر گرفتن حفنهای خاک تا شود جسم آدم چالاک عیلهالسلام و الصلوةPengutusan Izrail, malaikat ketegasan dan kebijaksanaan, a.s. untuk mengambil segenggam tanah agar tubuh Adam, a.s., menjadi cekatan. Shalawat dan salam baginya. 34 bait
- 069 بخش ۶۹ - بیان آنک مخلوقی کی ترا ازو ظلمی رسد به حقیقت او همچون آلتیست عارف آن بود کی بحق رجوع کند نه به آلت و اگر به آلت رجوع کند به ظاهر نه از جهل کند بلک برای مصلحتی چنانک ابایزید قدس الله سره گفت کی چندین سالست کی من با مخلوق سخن نگفتهام و از مخلوق سخن نشنیدهام ولیکن خلق چنین پندارند کی با ایشان سخن میگویم و ازیشان میشنوم زیرا ایشان مخاطب اکبر را نمیبینند کی ایشان چون صدااند او را نسبت به حال من التفات مستمع عاقل به صدا نباشد چنانک مثل است معروف قال الجدار للوتد لم تشقنی قال الوتد انظر الی من یدقنیPenjelasan bahwa makhluk yang menzalimimu itu sebenarnya hanyalah alat. Orang arif adalah yang kembali kepada kebenaran, bukan kepada alat. Dan jika ia kembali kepada alat, secara lahiriah bukan karena kebodohan, melainkan demi suatu kemaslahatan, sebagaimana Bayazid rahimahullah berkata: “Sudah bertahun-tahun aku tidak berbicara dengan makhluk dan tidak mendengar perkataan dari makhluk, tetapi orang-orang menyangka aku berbicara dengan mereka dan mendengar dari mereka, karena mereka tidak melihat Sang Pembicara Yang Agung, yang bagi mereka hanyalah seperti gema. Perhatian pendengar yang berakal tidak tertuju pada gema, sebagaimana perumpamaan yang dikenal: ‘Dinding berkata kepada pasak, ‘Mengapa engkau menyakitiku?’ Pasak menjawab, ‘Lihatlah siapa yang memukulku.’” 27 bait
- 070 بخش ۷۰ - جواب آمدن کی آنک نظر او بر اسباب و مرض و زخم تیغ نیاید بر کار تو عزرائیل هم نیاید کی تو هم سببی اگر چه مخفیتری از آن سببها و بود کی بر آن رنجور مخفی نباشد کی و هو اقرب الیه منکم و لکن لا تبصرونTelah datang jawaban bahwa siapa pun yang pandangannya tidak tertuju pada sebab-sebab, penyakit, dan luka pedang, maka Izrail pun tidak akan datang untukmu, karena kamu juga adalah sebab, meskipun lebih tersembunyi dari sebab-sebab itu. Dan bisa jadi tidak tersembunyi bagi orang sakit itu, “Dan Dia lebih dekat kepadanya daripada kamu, tetapi kamu tidak melihat.” 33 bait
- 071 بخش ۷۱ - در بیان وخامت چرب و شیرین دنیا و مانع شدن او از طعام الله چنانک فرمود الجوع طعام الله یحیی به ابدان الصدیقین ای فی الجوع طعام الله و قوله ابیت عند ربی یطعمنی و یسقینی و قوله یرزقون فرحینDalam penjelasan tentang bahaya gemuk dan manisnya dunia serta penghalangannya dari “makanan Allah”, sebagaimana sabda Nabi, “Puasa adalah makanan Allah, dengannya jasad orang-orang shiddiq dihidupkan,” artinya “dalam puasa terdapat makanan Allah.” Dan sabdanya, “Aku bermalam di sisi Tuhanku, Dia memberiku makan dan minum.” Dan sabdanya, “Mereka diberi rezeki dalam keadaan gembira.” 17 bait
- 072 بخش ۷۲ - جواب آن مغفل کی گفته است کی خوش بودی این جهان اگر مرگ نبودی وخوش بودی ملک دنیا اگر زوالش نبودی و علی هذه الوتیرة من الفشاراتJawaban bagi orang bodoh yang mengatakan, “Alangkah indahnya dunia ini jika tidak ada kematian, dan alangkah indahnya kerajaan dunia jika tidak ada kehancuran,” dan seterusnya dari omong kosong semacam ini. 12 bait
- 073 بخش ۷۳ - فیما یرجی من رحمة الله تعالی معطی النعم قبل استحقاقها و هو الذی ینزل الغیث من بعد ما قنطوا و رب بعد یورث قربا و رب معصیة میمونة و رب سعادة تاتی من حیث یرجی النقم لیعلم ان الله یبدل سیاتهم حسناتTentang apa yang diharapkan dari rahmat Allah Ta'ala, Sang Pemberi nikmat sebelum kelayakan, dan Dialah yang menurunkan hujan setelah mereka berputus asa, dan terkadang jauh melahirkan kedekatan, dan terkadang maksiat yang diberkahi, dan terkadang kebahagiaan datang dari arah yang diharapkan adalah bencana, untuk diketahui bahwa Allah mengganti keburukan-keburukan mereka dengan kebaikan-kebaikan. 85 bait
- 074 بخش ۷۴ - قصهٔ ایاز و حجره داشتن او جهت چارق و پوستین و گمان آمدن خواجه تاشانش را کی او را در آن حجره دفینه است به سبب محکمی در و گرانی قفلKisah Ayaz dan kamarnya yang menyimpan sepatu dan mantel kulit, serta dugaan para pengawalnya bahwa ada harta karun di dalamnya karena pintunya yang kokoh dan gemboknya yang berat. 35 bait
- 075 بخش ۷۵ - بیان آنک آنچ بیان کرده میشود صورت قصه است وانگه آن صورتیست کی در خورد این صورت گیرانست و درخورد آینهٔ تصویر ایشان و از قدوسیتی کی حقیقت این قصه راست نطق را ازین تنزیل شرم میآید و از خجالت سر و ریش و قلم گم میکند و العاقل یکفیه الاشارهPenjelasan bahwa apa yang dijelaskan ini adalah bentuk kisah, dan bentuk ini sesuai untuk orang-orang yang memahami bentuk, dan sesuai dengan cermin gambaran mereka. Dan karena kesucian hakikat kisah ini, lisan merasa malu untuk menurunkannya, dan dari rasa malu itu ia kehilangan kepala, janggut, dan pena. Dan bagi orang yang berakal, isyarat sudah cukup. 26 bait
- 076 بخش ۷۶ - حکمت نظر کردن در چارق و پوستین کی فلینظر الانسان مم خلقHikmah melihat sandal dan mantel kulit: “Maka hendaklah manusia memperhatikan dari apa dia diciptakan.” 9 bait
- 077 بخش ۷۷ - خلق الجان من مارج من نار و قوله تعالی فی حق ابلیس انه کان من الجن ففسقPenciptaan jin dari api yang membakar, dan firman Allah Ta'ala tentang Iblis: “Sesungguhnya dia termasuk golongan jin, maka ia mendurhakai.” 47 bait
- 078 بخش ۷۸ - در معنی این کی ارنا الاشیاء کما هی و معنی این کی لو کشف الغطاء ما از ددت یقینا و قوله در هر که تو از دیدهٔ بد مینگری از چنبرهٔ وجود خود مینگری پایهٔ کژ کژ افکند سایهTentang makna “Tunjukkanlah kepada kami segala sesuatu sebagaimana adanya,” dan makna “Jika tabir dibuka, keyakinanku tidak akan bertambah.” Dan firman-Nya: “Terhadap siapa pun yang engkau pandang dengan mata buruk, engkau memandangnya dari lingkaran keberadaanmu sendiri. Tiang yang miring akan menjatuhkan bayangan yang miring.” 25 bait
- 079 بخش ۷۹ - بیان اتحاد عاشق و معشوق از روی حقیقت اگر چه متضادند از روی آنک نیاز ضد بینیازیست چنان که آینه بیصورتست و ساده است و بیصورتی ضد صورتست ولکن میان ایشان اتحادیست در حقیقت کی شرح آن درازست و العاقل یکفیه الاشارهPenjelasan tentang kesatuan hakikat antara pecinta dan yang dicintai, meskipun bertentangan dalam hal bahwa kebutuhan adalah lawan dari kemandirian, sebagaimana cermin itu tanpa bentuk dan polos, dan tanpa bentuk adalah lawan dari bentuk. Namun, di antara keduanya ada kesatuan dalam hakikat yang penjelasannya panjang. Dan bagi orang yang berakal, isyarat sudah cukup. 21 bait
- 080 بخش ۸۰ - معشوقی از عاشق پرسید کی خود را دوستتر داری یا مرا گفت من از خود مردهام و به تو زندهام از خود و از صفات خود نیست شدهام و به تو هست شدهام علم خود را فراموش کردهام و از علم تو عالم شدهام قدرت خود را از یاد دادهام و از قدرت تو قادر شدهام اگر خود را دوست دارم ترا دوست داشته باشم و اگر ترا دوست دارم خود را دوست داشته باشم هر که را آینهٔ یقین باشد گرچه خود بین خدای بین باشد اخرج به صفاتی الی خلقی من رآک رآنی و من قصدک قصدنی و علی هذاSeorang kekasih bertanya kepada pecintanya, “Apakah kamu lebih mencintai dirimu atau aku?” Ia menjawab, “Aku telah mati dari diriku dan hidup denganmu. Aku telah tiada dari diriku dan sifat-sifatku, dan ada denganmu. Aku telah melupakan ilmuku dan menjadi alim dari ilmumu. Aku telah melupakan kekuatanku dan menjadi berkuasa dari kekuatanmu. Jika aku mencintai diriku, aku mencintaimu, dan jika aku mencintaimu, aku mencintai diriku sendiri.” “Barangsiapa memiliki cermin keyakinan, meskipun ia melihat dirinya sendiri, ia melihat Tuhan.” “Aku mengeluarkan sifat-sifat-Ku kepada makhluk-Ku. Barangsiapa melihatmu, ia melihat-Ku, dan barangsiapa memaksudkanmu, ia memaksudkan-Ku.” Dan seterusnya. 30 bait
- 081 بخش ۸۱ - آمدن آن امیر نمام با سرهنگان نیمشب بگشادن آن حجرهٔ ایاز و پوستین و چارق دیدن آویخته و گمان بردن کی آن مکرست و روپوش و خانه را حفره کردن بهر گوشهای کی گمان آمد چاه کنان آوردن و دیوارها را سوراخ کردن و چیزی نایافتن و خجل و نومید شدن چنانک بدگمانان و خیالاندیشان در کار انبیا و اولیا کی میگفتند کی ساحرند و خویشتن ساختهاند و تصدر میجویند بعد از تفحص خجل شوند و سود نداردKedatangan sang emir pengadu bersama para pengawal di tengah malam untuk membuka kamar Ayaz, dan melihat mantel kulit serta sandalnya tergantung, dan menyangka itu adalah tipuan dan penyamaran, lalu menggali lubang di setiap sudut rumah yang dicurigai, mendatangkan para penggali sumur, dan melubangi dinding, namun tidak menemukan apa-apa, lalu merasa malu dan putus asa. Seperti halnya orang-orang yang berprasangka buruk dan berkhayal dalam urusan para nabi dan wali, yang mengatakan bahwa mereka adalah penyihir dan membuat-buat diri sendiri serta mencari jabatan. Setelah diselidiki, mereka akan malu dan tidak ada gunanya. 29 bait
- 082 بخش ۸۲ - بازگشتن نمامان از حجرهٔ ایاز به سوی شاه توبره تهی و خجل همچون بدگمانان در حق انبیا علیهمالسلام بر وقت ظهور برائت و پاکی ایشان کی یوم تبیض وجوه و تسود وجوه و قوله تری الذین کذبوا علی الله وجوههم مسودةPara pengadu kembali dari kamar Ayaz menuju raja dengan tangan kosong dan malu, seperti orang-orang yang berprasangka buruk terhadap para nabi, saw., saat kebersihan dan kesucian mereka terungkap. “Pada hari itu ada wajah-wajah yang putih berseri dan wajah-wajah yang hitam kelam.” Dan firman-Nya, “Kamu melihat orang-orang yang mendustakan Allah, wajah-wajah mereka hitam kelam.” 14 bait
- 083 بخش ۸۳ - حواله کردن پادشاه قبول و توبهٔ نمامان و حجره گشایان و سزا دادن ایشان با ایاز کی یعنی این جنایت بر عرض او رفته استRaja menyerahkan keputusan atas penerimaan taubat para pengadu dan pembuka kamar serta hukuman mereka kepada Ayaz, artinya kejahatan ini telah menimpa kehormatannya. 15 bait
- 084 بخش ۸۴ - فرمودن شاه ایاز را کی اختیار کن از عفو و مکافات کی از عدل و لطف هر چه کنی اینجا صوابست و در هر یکی مصلحتهاست کی در عدل هزار لطف هست درج و لکم فی القصاص حیوة آنکس کی کراهت میدارد قصاص را درین یک حیات قاتل نظر میکند و در صد هزار حیات کی معصوم و محقون خواهند شدن در حصن بیم سیاست نمینگردPerintah raja kepada Ayaz: “Pilihlah antara pengampunan atau pembalasan, karena apa pun yang kamu lakukan di sini, baik keadilan maupun kebaikan, adalah benar, dan dalam setiap pilihan ada kemaslahatan. Sesungguhnya dalam keadilan terdapat seribu kebaikan tersembunyi, dan ‘Bagimu dalam qisas itu ada kehidupan.’ Orang yang membenci qisas hanya melihat satu kehidupan pembunuh, dan tidak melihat seratus ribu kehidupan yang akan dilindungi dan dihindarkan dari bahaya hukuman.” 25 bait
- 085 بخش ۸۵ - تعجیل فرمودن پادشاه ایاز را کی زود این حکم را به فیصل رسان و منتظر مدار و «ایام بیننا» مگو کی «الانتظار موت الاحمر»، و جواب گفتن ایاز شاه راRaja mendesak Ayaz agar segera menyelesaikan putusan ini dan tidak menunda-nunda, serta tidak berkata, “Hari-hari di antara kita,” karena “Menunggu adalah kematian yang sulit.” Dan jawaban Ayaz kepada raja. 16 bait
- 086 بخش ۸۶ - حکایت در تقریر این سخن کی چندین گاه گفت ذکر را آزمودیم مدتی صبر و خاموشی را بیازماییمKisah dalam penjelasan perkataan ini: “Sudah sekian lama kita mencoba dzikir, mari kita coba kesabaran dan keheningan untuk beberapa waktu.” 13 bait
- 087 بخش ۸۷ - در بیان کسی کی سخنی گوید کی حال او مناسب آن سخن و آن دعوی نباشد چنان که کفره و لَئِنْ سَأَلْتَهُمْ مَنْ خَلَقَ السَّمواتِ وَ الأَرْضَ لَیَقولُنَّ اللهُ خدمت بت سنگین کردن و جان و زر فدای او کردن چه مناسب باشد با جانی کی داند کی خالق سموات و ارض و خلایق الهیست سمیعی بصیری حاضری مراقبی مستولی غیوری الی آخرهPenjelasan tentang orang yang mengucapkan perkataan yang tidak sesuai dengan keadaannya dan pengakuannya, sebagaimana orang-orang kafir yang berkata, “Dan jika kamu bertanya kepada mereka, ‘Siapa yang menciptakan langit dan bumi?’ niscaya mereka akan menjawab, ‘Allah.’” Apakah pantas melayani berhala batu dan mengorbankan jiwa dan harta demi berhala itu, padahal ia mengetahui bahwa Pencipta langit dan bumi serta semua makhluk adalah Tuhan Yang Maha Mendengar, Maha Melihat, Maha Hadir, Maha Mengawasi, Maha Pencemburu, dan seterusnya. 65 bait
- 088 بخش ۸۸ - حکایت در بیان توبهٔ نصوح کی چنانک شیر از پستان بیرون آید باز در پستان نرود آنک توبه نصوحی کرد هرگز از آن گناه یاد نکند به طریق رغبت بلک هر دم نفرتش افزون باشد و آن نفرت دلیل آن بود کی لذت قبول یافت آن شهوت اول بیلذت شد این به جای آن نشست نبرد عشق را جز عشق دیگر چرا یاری نجویی زو نکوتر وانک دلش باز بدان گناه رغبت میکند علامت آنست کی لذت قبول نیافته است و لذت قبول به جای آن لذت گناه ننشسته است سنیسره للیسری نشده است لذت و نیسره للعسری باقیست بر ویKisah tentang taubat nasuha, yaitu seperti susu yang keluar dari payudara tidak akan kembali masuk ke payudara. Orang yang bertaubat nasuha tidak akan pernah mengingat dosa itu dengan keinginan, bahkan kebenciannya akan bertambah setiap saat. Dan kebencian itu adalah bukti bahwa ia telah merasakan kenikmatan penerimaan, sehingga syahwat pertama menjadi hambar dan ini menggantikannya. “Cinta tidak dapat diatasi kecuali dengan cinta lain. Mengapa engkau tidak mencari bantuan dari yang lebih baik?” Dan barangsiapa hatinya kembali menginginkan dosa itu, itu adalah tanda bahwa ia belum merasakan kenikmatan penerimaan, dan kenikmatan penerimaan itu belum menggantikan kenikmatan dosa itu. “Kami akan memudahkan baginya jalan kemudahan” belum terjadi, dan “Kami akan memudahkan baginya jalan kesukaran” masih melekat padanya. 14 bait
- 089 بخش ۸۹ - در بیان آنک دعای عارف واصل و درخواست او از حق همچو درخواست حقست از خویشتن کی کنت له سمعا و بصرا و لسانا و یدا و قوله و ما رمیت اذ رمیت و لکن الله رمی و آیات و اخبار و آثار درین بسیارست و شرح سبب ساختن حق تا مجرم را گوش گرفته بتوبهٔ نصوح آوردPenjelasan bahwa doa seorang arif yang telah sampai dan permintaannya kepada Tuhan adalah seperti permintaan Tuhan kepada Diri-Nya sendiri, sebagaimana “Aku adalah pendengaran, penglihatan, lisan, dan tangannya.” Dan firman-Nya, “Bukanlah kamu yang melempar ketika kamu melempar, tetapi Allah-lah yang melempar.” Dan banyak sekali ayat, hadis, dan atsar tentang ini. Dan penjelasan tentang sebab Allah mengatur agar orang yang berdosa ditarik telinganya menuju taubat nasuha. 31 bait
- 090 بخش ۹۰ - نوبت جستن رسیدن به نصوح و آواز آمدن که همه را جستیم نصوح را بجویید و بیهوش شدن نصوح از آن هیبت و گشاده شدن کار بعد از نهایت بستگی کماکان یقول رسول الله صلی الله علیه و سلم اذا اصابه مرض او هم اشتدی ازمة تنفرجیWaktunya tiba untuk mencari Nashuh, dan terdengar suara: “Kami telah mencari semua orang, carilah Nashuh.” Nashuh pingsan karena kehebatan itu, dan urusan-urusan terbuka setelah kesulitan yang luar biasa, sebagaimana Rasulullah saw. bersabda ketika beliau ditimpa penyakit atau kekhawatiran: “Semakin berat kesulitan, semakin lapanglah jalan keluar.” 14 bait
- 091 بخش ۹۱ - یافته شدن گوهر و حلالی خواستن حاجبکان و کنیزکانِ شاهزاده از نصوحPermintaan perhiasan ditemukan dan permintaan pelayan dan budak pangeran kepada Nashuh untuk menghalalkannya. 30 bait
- 092 بخش ۹۲ - باز خواندن شهزاده نصوح را از بهر دلاکی بعد از استحکام توبه و قبول توبه و بهانه کردن او و دفع گفتنPangeran memanggil kembali Nashuh untuk memijatnya setelah taubatnya dikabulkan, namun ia membuat alasan dan menolaknya. 9 bait
- 093 بخش ۹۳ - حکایت در بیان آنک کسی توبه کند و پشیمان شود و باز آن پشیمانیها را فراموش کند و آزموده را باز آزماید در خسارت ابد افتد چون توبهٔ او را ثباتی و قوتی و حلاوتی و قبولی مدد نرسد چون درخت بیبیخ هر روز زردتر و خشکتر نعوذ باللهKisah tentang seseorang yang bertaubat dan menyesal, kemudian melupakan penyesalannya itu dan menguji kembali apa yang sudah diuji, sehingga ia jatuh ke dalam kerugian abadi. Karena taubatnya tidak didukung oleh keteguhan, kekuatan, manisnya, dan penerimaan, seperti pohon tanpa akar yang semakin hari semakin menguning dan kering. Kita berlindung kepada Allah darinya. 13 bait
- 094 بخش ۹۴ - تشبیه کردن قطب کی عارف واصلست در اجری دادن خلق از قوت مغفرت و رحمت بر مراتبی کی حقش الهام دهد و تمثیل به شیر که دد اجری خوار و باقی خوار ویند بر مراتب قرب ایشان بشیر نه قرب مکانی بلک قرب صفتی و تفاصیل این بسیارست والله الهادیPerumpamaan quthb, yaitu arif yang telah mencapai kesempurnaan, dalam memberikan rezeki kepada makhluk dari kekuatan ampunan dan rahmat sesuai dengan tingkatan yang diilhamkan Allah kepadanya. Dan perumpamaan singa, bahwa binatang buas itu adalah pemakan rezeki dan pemakan sisa, sesuai dengan kedekatan mereka dengan singa, bukan kedekatan tempat, melainkan kedekatan sifat. Dan rinciannya banyak sekali. Wallahu al-Hadi (Allah Maha Pemberi Petunjuk). 22 bait
- 095 بخش ۹۵ - حکایت دیدن خر هیزمفروش با نوایی اسپان تازی را بر آخر خاص و تمنا بردن آن دولت را در موعظهٔ آنک تمنا نباید بردن الا مغفرت و عنایت و هدایت کی اگر در صد لون رنجی چون لذت مغفرت بود همه شیرین شود باقی هر دولتی کی آن را ناآزموده تمنی میبری با آن رنجی قرینست کی آن را نمیبینی چنانک از هر دامی دانه پیدا بود و فخ پنهان تو درین یک دام ماندهای تمنی میبری کی کاشکی با آن دانهها رفتمی پنداری کی آن دانهها بیدامستKisah tentang seekor keledai penjual kayu bakar yang melihat kemewahan kuda-kuda Arab di kandang khusus, dan berharap mendapatkan keberuntungan itu. Dalam nasihat bahwa seseorang tidak boleh berharap kecuali ampunan, karunia, dan hidayah. Karena jika dalam seratus macam penderitaan ada kenikmatan ampunan, semuanya akan menjadi manis. Sedangkan setiap keberuntungan yang kamu inginkan tanpa mengujinya, ia dibarengi dengan penderitaan yang tidak kamu lihat, sebagaimana setiap perangkap memiliki umpan yang terlihat dan jebakan yang tersembunyi. Kamu terperangkap dalam satu jebakan ini dan berharap, “Andai saja aku bisa pergi dengan umpan-umpan itu.” Kamu mengira umpan-umpan itu tanpa jebakan. 21 bait
- 096 بخش ۹۶ - ناپسندیدن روباه گفتن خر را کی من راضیم به قسمتRubah tidak menyukai perkataan keledai yang mengatakan, “Aku ridha dengan takdir.” 6 bait
- 097 بخش ۹۷ - جواب گفتن خر روباه راJawaban keledai kepada rubah. 5 bait
- 098 بخش ۹۸ - جواب گفتن روبه خر راJawaban rubah kepada keledai. 4 bait
- 099 بخش ۹۹ - جواب گفتن خر روباه راJawaban keledai kepada rubah. 4 bait
- 100 بخش ۱۰۰ - در تقریر معنی توکل حکایت آن زاهد کی توکل را امتحان میکرد از میان اسباب و شهر برون آمد و از قوارع و رهگذر خلق دور شد و ببن کوهی مهجوری مفقودی در غایت گرسنگی سر بر سر سنگی نهاد و خفت و با خود گفت توکل کردم بر سببسازی و رزاقی تو و از اسباب منقطع شدم تا ببینم سببیت توکل راDalam menjelaskan makna tawakal, kisah seorang zahid yang menguji tawakal. Ia keluar dari kota dan menjauh dari keramaian serta jalan-jalan orang, lalu meletakkan kepalanya di atas batu di antara gunung-gunung yang terpencil dan tak berpenghuni dalam keadaan sangat lapar, lalu tertidur. Ia berkata pada dirinya, “Aku bertawakal kepada-Mu yang menciptakan sebab-sebab dan Pemberi rezeki, dan aku telah memutuskan diri dari sebab-sebab, agar aku melihat akibat dari tawakal.” 18 bait
- 101 بخش ۱۰۱ - جواب دادن روبه خر را و تحریض کردن او خر را بر کسبJawaban rubah kepada keledai dan dorongannya kepada keledai untuk mencari nafkah. 6 bait
- 102 بخش ۱۰۲ - جواب گفتن خر روباه را کی توکل بهترین کسبهاست کی هر کسبی محتاجست به توکل کی ای خدا این کار مرا راست آر و دعا متضمن توکلست و توکل کسبی است کی به هیچ کسبی دیگر محتاج نیست الی آخرهJawaban keledai kepada rubah: "Tawakal adalah sebaik-baiknya usaha, karena setiap usaha membutuhkan tawakal, seperti 'Ya Allah, luruskanlah urusanku ini.' Doa mengandung tawakal, dan tawakal adalah usaha yang tidak membutuhkan usaha lain, dan seterusnya." 15 bait
- 103 بخش ۱۰۳ - مثل آوردن اشتر در بیان آنک در مخبر دولتی فر و اثر آن چون نبینی جای متهم داشتن باشد کی او مقلدست در آنPerumpamaan unta dalam menjelaskan bahwa jika di suatu berita tentang keberuntungan, engkau tidak melihat keagungan dan pengaruhnya, maka ada tempat untuk curiga bahwa ia adalah seorang peniru. 44 bait
- 104 بخش ۱۰۴ - فرق میان دعوت شیخ کامل واصل و میان سخن ناقصان فاضل فضل تحصیلی بر بستهPerbedaan antara dakwah syekh yang kamil dan wasil, serta perkataan para cendekiawan yang kurang sempurna, yang berdasar pada keutamaan ilmu yang didapatkan. 13 bait
- 105 بخش ۱۰۵ - حکایت آن مخنث و پرسیدن لوطی ازو در حالت لواطه کی این خنجر از بهر چیست گفت از برای آنک هر کی با من بد اندیشد اشکمش بشکافم لوطی بر سر او آمد شد میکرد و میگفت الحمدلله کی من بد نمیاندیشم با تو «بیت من بیت نیست اقلیمست هزل من هزل نیست تعلیمست» ان الله لایستحیی ان یضرب مثلا ما بعوضة فما فوقها ای فما فوقها فی تغییر النفوس بالانکار ان ما ذا اراد الله بهذا مثلا و آنگه جواب میفرماید کی این خواستم یضل به کثیرا و یهدی به کثیرا کی هر فتنهای همچون میزانست بسیاران ازو سرخرو شوند و بسیاران بیمراد شوند و لو تاملت فیه قلیلا وجدت من نتایجه الشریفة کثیراKisah tentang seorang banci dan pertanyaan seorang homoseksual kepadanya saat sedang melakukan liwath: “Untuk apa belati ini?” Ia menjawab: “Untuk menusuk perut siapa saja yang berniat buruk kepadaku.” Si homoseksual mondar-mandir di atasnya dan berkata, “Alhamdulillah, aku tidak berniat buruk kepadamu.” “Baitku bukan bait, melainkan kerajaan; gurauanku bukan gurauan, melainkan pengajaran.” Sesungguhnya Allah tidak malu membuat perumpamaan nyamuk atau yang lebih rendah dari itu. Maksudnya, yang lebih tinggi dari itu dalam mengubah jiwa-jiwa dengan pengingkaran: “Apa yang Allah maksudkan dengan perumpamaan ini?” Kemudian Dia menjawab, “Aku ingin menyesatkan dengannya banyak orang dan memberi petunjuk dengannya banyak orang.” Karena setiap cobaan itu seperti timbangan. Banyak yang menjadi mulia karenanya dan banyak yang tidak mencapai keinginan. Dan jika engkau sedikit merenungkan, engkau akan menemukan banyak hasil mulia darinya. 19 bait
- 106 بخش ۱۰۶ - غالب شدن حیلهٔ روباه بر استعصام و تعفف خر و کشیدن روبه خر را سوی شیر به بیشهKemenangan tipu daya rubah atas penolakan dan kesucian keledai, dan rubah menyeret keledai itu menuju singa di hutan. 21 bait
- 107 بخش ۱۰۷ - حکایت آن شخص کی از ترس خویشتن را در خانهای انداخت رخ زرد چون زعفران لبها کبود چون نیل دست لرزان چون برگ درخت خداوند خانه پرسید کی خیرست چه واقعه است گفت بیرون خر میگیرند به سخره گفت مبارک خر میگیرند تو خر نیستی چه میترسی گفت خر به جد میگیرند تمییز برخاسته است امروز ترسم کی مرا خر گیرندKisah orang yang karena takut, melemparkan dirinya ke dalam sebuah rumah. Wajahnya kuning seperti kunyit, bibirnya biru seperti nila, tangannya gemetar seperti daun pohon. Pemilik rumah bertanya, "Ada apa? Apa yang terjadi?" Ia menjawab, "Di luar mereka menangkap keledai untuk kerja paksa." Pemilik rumah berkata, "Mubarak, mereka menangkap keledai. Kamu bukan keledai, mengapa kamu takut?" Ia menjawab, "Mereka menangkap keledai dengan serius. Diskriminasi telah hilang hari ini. Aku takut mereka akan menangkapku sebagai keledai." 26 bait
- 108 بخش ۱۰۸ - بردن روبه خر را پیش شیر و جستن خر از شیر و عتاب کردن روباه با شیر کی هنوز خر دور بود تعجیل کردی و عذر گفتن شیر و لابه کردن روبه را شیر کی برو بار دگرش به فریبRubah membawa keledai itu di hadapan singa, dan keledai itu melarikan diri dari singa. Rubah mencela singa, "Keledai itu masih jauh, kamu terlalu tergesa-gesa." Singa meminta maaf dan memohon kepada rubah, "Pergi lagi, tipulah dia." 27 bait
- 109 بخش ۱۰۹ - در بیان آنک نقض عهد و توبه موجب بلا بود بلک موجب مسخ است چنانک در حق اصحاب سبت و در حق اصحاب مایدهٔ عیسی و جعل منهم القردة و الخنازیر و اندرین امت مسخ دل باشد و به قیامت تن را صورت دل دهند نعوذ باللهDalam menjelaskan bahwa pelanggaran perjanjian dan taubat menyebabkan bencana, bahkan menyebabkan metamorfosis, seperti halnya kaum Ashab as-Sabt dan kaum Ashab al-Ma'idah Nabi Isa, dan sebagian dari mereka dijadikan kera dan babi. Dan dalam umat ini adalah metamorfosis hati, dan pada hari kiamat tubuh akan diberikan bentuk hati. Kita berlindung kepada Allah dari hal itu. 9 bait
- 110 بخش ۱۱۰ - دوم بار آمدن روبه بر این خر گریخته تا باز بفریبدشRubah datang untuk kedua kalinya kepada keledai yang melarikan diri itu untuk menipunya lagi. 20 bait
- 111 بخش ۱۱۱ - جواب گفتن خر روباه راJawaban keledai kepada rubah. 20 bait
- 112 بخش ۱۱۲ - جواب گفتن روبه خر راJawaban rubah kepada keledai. 27 bait
- 113 بخش ۱۱۳ - حکایت شیخ محمد سررزی غزنوی قدس الله سرهKisah Syekh Muhammad Sarrzi Ghaznavi, semoga Allah menyucikan rahasianya. 19 bait
- 114 بخش ۱۱۴ - آمدن شیخ بعد از چندین سال از بیابان به شهر غزنین و زنبیل گردانیدن به اشارت غیبی و تفرقه کردن آنچ جمع آید بر فقرا هر که را جان عز لبیکست نامه بر نامه پیک بر پیکست چنانک روزن خانه باز باشد آفتاب و ماهتاب و باران و نامه و غیره منقطع نباشدKedatangan syekh setelah bertahun-tahun dari padang pasir ke kota Ghaznin, dan ia mengelilingi dengan keranjang atas isyarat gaib, serta membagikan apa yang terkumpul kepada fakir miskin. "Barangsiapa jiwanya berteriak labbaik, surat demi surat, utusan demi utusan." Sebagaimana jendela rumah terbuka, sinar matahari, sinar bulan, hujan, surat, dan lainnya tidak terputus. 48 bait
- 115 بخش ۱۱۵ - در معنی لَوْلاکَ لَما خَلَقْتُ الأَفْلاکَDalam makna “Jika bukan karena engkau, tidak akan Kuciptakan alam semesta.” 15 bait
- 116 بخش ۱۱۶ - رفتن این شیخ در خانهٔ امیری بهر کدیه روزی چهار بار به زنبیل به اشارت غیب و عتاب کردن امیر او را بدان وقاحت و عذر گفتن او امیر راPerginya syekh ini ke rumah seorang amir untuk meminta-minta, empat kali sehari dengan keranjang, atas isyarat gaib, dan teguran amir kepadanya atas kekurangajaran itu, serta jawaban syekh kepada amir. 23 bait
- 117 بخش ۱۱۷ - گریان شدن امیر از نصیحت شیخ و عکس صدق او و ایثار کردن مخزن بعد از آن گستاخی و استعصام شیخ و قبول ناکردن و گفتن کی من بیاشارت نیارم تصرفی کردنAmir menangis karena nasihat syekh dan kejujurannya, lalu mengorbankan gudangnya setelah keberanian syekh dan penolakannya, serta berkata, “Aku tidak berani bertindak tanpa isyarat.” 13 bait
- 118 بخش ۱۱۸ - اشارت آمدن از غیب به شیخ کی این دو سال به فرمان ما بستدی و بدادی بعد ازین بده و مستان دست در زیر حصیر میکن کی آن را چون انبان بوهریره کردیم در حق تو هر چه خواهی بیابی تا یقین شود عالمیان را کی ورای این عالمیست کی خاک به کف گیری زر شود مرده درو آید زنده شود نحس اکبر در وی آید سعد اکبر شود کفر درو آید ایمان گردد زهر درو آید تریاق شود نه داخل این عالمست و نه خارج این عالم نه تحت و نه فوق نه متصل نه منفصل بیچون و بی چگونه هر دم ازو هزاران اثر و نمونه ظاهر میشود چنانک صنعت دست با صورت دست و غمزهٔ چشم با صورت چشم و فصاحت زبان با صورت زبان نه داخلست و نه خارج او نه متصل و نه منفصل والعاقل تکفیه الاشارةIsyarat datang dari alam gaib kepada syekh: “Selama dua tahun ini, atas perintah Kami, engkau mengambil dan memberi. Setelah ini, berikanlah dan masukkan tanganmu di bawah tikar, karena Kami telah menjadikannya seperti kantong Abu Hurairah bagimu. Apa pun yang engkau inginkan akan engkau dapati, agar dunia mengetahui bahwa ada alam lain di luar ini, di mana jika engkau memegang tanah, ia menjadi emas; jika orang mati masuk ke dalamnya, ia hidup; jika nasib buruk terbesar masuk ke dalamnya, ia menjadi nasib baik terbesar; jika kekufuran masuk ke dalamnya, ia menjadi iman; jika racun masuk ke dalamnya, ia menjadi penawar. Ia tidak berada di dalam alam ini dan tidak berada di luar alam ini, tidak di bawah dan tidak di atas, tidak terhubung dan tidak terpisah, tanpa bagaimana dan tanpa seperti apa. Setiap saat, ribuan pengaruh dan contoh muncul darinya, sebagaimana pekerjaan tangan dengan bentuk tangan, kedipan mata dengan bentuk mata, dan kefasihan lisan dengan bentuk lisan, ia tidak berada di dalam dan tidak berada di luar, tidak terhubung dan tidak terpisah. Dan bagi orang yang berakal, isyarat sudah cukup.” 12 bait
- 119 بخش ۱۱۹ - دانستن شیخ ضمیر سایل را بی گفتن و دانستن قدر وام وامداران بی گفتن کی نشان آن باشد کی اخرج به صفاتی الی خلقیPengetahuan Syekh akan pikiran penanya tanpa dikatakan, dan pengetahuan tentang jumlah hutang para penghutang tanpa dikatakan, yang merupakan tanda bahwa “Aku mengeluarkan sifat-sifat-Ku kepada makhluk-Ku.” 13 bait
- 120 بخش ۱۲۰ - سبب دانستن ضمیرهای خلقSebab mengetahui pikiran manusia. 5 bait
- 121 بخش ۱۲۱ - غالب شدن مکر روبه بر استعصام خرKemenangan tipu daya rubah atas penolakan keledai. 15 bait
- 122 بخش ۱۲۲ - در بیان فضیلت احتما و جوعDalam menjelaskan keutamaan menjaga diri dan kelaparan. 2 bait
- 123 بخش ۱۲۳ - مثلPerumpamaan 7 bait
- 124 بخش ۱۲۴ - حکایت مریدی کی شیخ از حرص و ضمیر او واقف شد او را نصیحت کرد به زبان و در ضمن نصیحت قوت توکل بخشیدش به امر حقKisah seorang murid yang syekh mengetahui keserakahan dan niatnya, lalu menasihatinya secara lisan dan, dalam nasihat itu, memberinya kekuatan tawakal atas perintah Allah. 14 bait
- 125 بخش ۱۲۵ - حکایت آن گاو کی تنها در جزیرهایست بزرگ، حق تعالی آن جزیرهٔ بزرگ را پر کند از نبات و ریاحین کی علفِ گاو باشد. تا به شب آن گاو همه را بخورَد و فربه شود چون کوه پارهای. چون شب شود خوابش نبرَد از غصه و خوف کی همه صحرا را چریدم فردا چه خورم تا ازین غصه لاغر شود. همچون خلال روز برخیزد همه صحرا را سبزتر و انبوهتر بیند از دی؛ باز بخورَد و فربه شود باز شبش همان غم بگیرد سالهاست کی او همچنین میبیند و اعتماد نمیکندKisah tentang seekor sapi tunggal di sebuah pulau besar. Allah Ta'ala memenuhi pulau besar itu dengan tumbuh-tumbuhan dan bunga-bunga yang menjadi makanan sapi. Hingga malam, sapi itu memakan semuanya dan menjadi gemuk seperti bongkahan gunung. Ketika malam tiba, ia tidak bisa tidur karena kesedihan dan ketakutan, “Aku sudah memakan seluruh padang rumput, apa yang akan kumakan besok?” Karena kesedihan ini, ia menjadi kurus. Seperti sehelai tusuk gigi, ia bangun di siang hari dan melihat seluruh padang rumput lebih hijau dan lebih lebat dari kemarin; ia memakannya lagi dan menjadi gemuk. Kemudian di malam hari kesedihan yang sama menghinggapinya. Sudah bertahun-tahun ia melihat hal yang sama dan tidak percaya. 15 bait
- 126 بخش ۱۲۶ - صید کردن شیر آن خر را و تشنه شدن شیر از کوشش، رفت به چشمه تا آب خورد تا باز آمدنِ شیر جگربند و دل و گرده را روباه خورده بود کی لطیفترست، شیر طلب کرد دل و جگر نیافت از روبه پرسید کی کو دل و جگر؟ روبه گفت اگر او را دل و جگر بودی آنچنان سیاستی دیده بود آن روز و به هزار حیله جان برده؛ کی برِ تو باز آمدی؟ لوکنا نسمع او نعقل ماکنا فی اصحاب السعیرSinga menangkap keledai itu, dan singa haus karena berusaha. Ia pergi ke mata air untuk minum, dan saat singa kembali, rubah telah memakan jantung, hati, dan ginjal keledai yang lebih lezat. Singa mencari jantung dan hati, tetapi tidak menemukannya. Ia bertanya kepada rubah, "Di mana jantung dan hati?" Rubah menjawab, "Jika ia punya jantung dan hati, setelah melihat hukuman seperti itu hari itu dan berhasil menyelamatkan nyawanya dengan seribu tipu daya, apakah ia akan kembali kepadamu? 'Jika kami mendengarkan atau berakal, niscaya kami tidak akan termasuk penghuni neraka yang menyala-nyala.'" 17 bait
- 127 بخش ۱۲۷ - حکایت آن راهب که روز با چراغ میگشت در میان بازار از سَرِ حالتی کی او را بودKisah seorang rahib yang berkeliling pasar di siang hari dengan membawa lampu, karena suatu keadaan yang menimpanya. 25 bait
- 128 بخش ۱۲۸ - دعوت کردن مسلمان مغ راAjakan seorang Muslim kepada seorang Majusi. 24 bait
- 129 بخش ۱۲۹ - مثل شیطان بر در رحمانPerumpamaan setan di pintu Ar-Rahman. 26 bait
- 130 بخش ۱۳۰ - جواب گفتن مؤمن سُنّی، کافر جبری را و در اثبات اختیار بنده دلیل گفتن سنّت راهی باشد کوفتهٔ اقدام انبیا علیهمالسلام بر یمین آن راه بیابان جبر کی خود را اختیار نبیند و امر و نهی را منکر شود و تاویل کند و از منکر شدن امر و نهی لازم آید انکار بهشت کی جزای مطیعان امرست و دوزخ جزای مخالفان امر و دیگر نگویم به چه انجامد کی العاقل تکفیه الاشاره و بر یسار آن راه بیابان قدرست کی قدرت خالق را مغلوب قدرت خلق داند و از آن آن فسادها زاید کی آن مغ جبری بر میشمردJawaban seorang Muslim Sunni kepada kafir Jabari, dan dalilnya dalam menetapkan pilihan hamba adalah bahwa Sunnah adalah jalan yang telah dilalui oleh para nabi, saw. Di sebelah kanan jalan itu ada padang gurun Jabr, di mana seseorang tidak melihat pilihannya sendiri dan mengingkari perintah dan larangan, lalu menakwilkannya. Dan dari pengingkaran perintah dan larangan, maka konsekuensinya adalah pengingkaran surga yang merupakan balasan bagi orang-orang yang taat perintah, dan neraka yang merupakan balasan bagi orang-orang yang menentang perintah. Dan aku tidak akan mengatakan apa lagi yang akan terjadi, karena bagi orang yang berakal, isyarat sudah cukup. Dan di sebelah kiri jalan itu ada padang gurun Qadar, di mana seseorang menganggap kekuasaan Pencipta dikalahkan oleh kekuasaan makhluk, dan dari sanalah timbul kerusakan-kerusakan yang diceritakan oleh Majusi Jabari itu. 59 bait
- 131 بخش ۱۳۱ - درک وجدانی چون اختیار و اضطرار و خشم و اصطبار و سیری و ناهار به جای حس است کی زرد از سرخ بداند و فرق کند و خرد از بزرگ و طلخ از شیرین و مشک از سرگین و درشت از نرم به حس مس و گرم از سرد و سوزان از شیر گرم و تر از خشک و مس دیوار از مس درخت پس منکر وجدانی منکر حس باشد و زیاده که وجدانی از حس ظاهرترست زیرا حس را توان بستن و منع کردن از احساس و بستن راه و مدخل وجدانیات را ممکن نیست و العاقل تکفیه الاشارةKesadaran intuitif seperti pilihan dan paksaan, kemarahan dan kesabaran, kenyang dan lapar, adalah seperti indra yang dapat membedakan kuning dari merah, besar dari kecil, pahit dari manis, musk dari kotoran, kasar dari halus dengan sentuhan, dan panas dari dingin, membakar dari susu hangat, basah dari kering, tembaga dinding dari tembaga pohon. Maka orang yang mengingkari kesadaran intuitif adalah orang yang mengingkari indra, bahkan lebih, karena kesadaran intuitif lebih jelas daripada indra, sebab indra dapat ditutup dan dicegah dari merasakan, sedangkan menutup jalan masuk kesadaran intuitif tidak mungkin. Dan bagi orang yang berakal, isyarat sudah cukup. 36 bait
- 132 بخش ۱۳۲ - حکایت هم در بیان تقریر اختیار خلق و بیان آنک تقدیر و قضا سلب کنندهٔ اختیار نیستKisah lain dalam menjelaskan pilihan makhluk dan menjelaskan bahwa takdir dan qada tidak menghilangkan pilihan. 19 bait
- 133 بخش ۱۳۳ - حکایت هم در جواب جبری و اثبات اختیار و صحت امر و نهی و بیان آنک عذر جبری در هیچ ملتی و در هیچ دینی مقبول نیست و موجب خلاص نیست از سزای آن کار کی کرده است چنانک خلاص نیافت ابلیس جبری بدان کی گفت بما اغویتنی والقلیل یدل علی الکثیرKisah lain sebagai jawaban bagi Jabari dan penetapan ikhtiar (pilihan) serta keabsahan perintah dan larangan. Dan penjelasan bahwa alasan Jabari tidak diterima dalam agama mana pun dan tidak menjadi penyebab kebebasan dari hukuman atas perbuatan yang telah dilakukan, sebagaimana Iblis Jabari tidak bebas dengan perkataannya, “Karena Engkau telah menyesatkanku.” Dan sedikit sudah cukup untuk menunjukkan banyak. 34 bait
- 134 بخش ۱۳۴ - معنی ما شاء الله کان یعنی خواست خواست او و رضا رضای او جویید از خشم دیگران و رد دیگران دلتنگ مباشید آن کان اگر چه لفظ ماضیست لیکن در فعل خدا ماضی و مستقبل نباشد کی لیس عند الله صباح و لا مساءMakna “Apa yang Allah kehendaki, pasti terjadi,” berarti carilah kehendak-Nya dan ridha-Nya dari kemarahan orang lain dan penolakan orang lain. Janganlah berduka. Kata “kana” (terjadi), meskipun berbentuk lampau, namun dalam perbuatan Allah tidak ada masa lampau dan masa depan, karena di sisi Allah tidak ada pagi dan tidak ada malam. 20 bait
- 135 بخش ۱۳۵ - و همچنین قد جف القلم یعنی جف القلم و کتب لا یستوی الطاعة والمعصیة لا یستوی الامانة و السرقة جف القلم ان لا یستوی الشکر و الکفران جف القلم ان الله لا یضیع اجر المحسنینDan demikian pula, “Pena telah kering,” artinya pena telah kering dan telah menulis bahwa ketaatan dan kemaksiatan tidak sama, amanah dan pencurian tidak sama. Pena telah kering bahwa syukur dan kufur tidak sama. Pena telah kering bahwa Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik. 34 bait
- 136 بخش ۱۳۶ - حکایت آن درویش کی در هری غلامان آراستهٔ عمید خراسان را دید و بر اسبان تازی و قباهای زربفت و کلاهای مغرق و غیر آن پرسید کی اینها کدام امیرانند و چه شاهانند گفت او را کی اینها امیران نیستند اینها غلامان عمید خراسانند روی به آسمان کرد کی ای خدا غلام پروردن از عمید بیاموز آنجا مستوفی را عمید گویندKisah tentang seorang darwis yang melihat para budak Amir Khurasan di Herat, dengan kuda-kuda Arab, jubah brokat, topi berhias, dan lain-lain. Ia bertanya, "Siapa para amir ini dan raja mana mereka?" Ia diberitahu, "Mereka bukan amir, mereka adalah budak Amir Khurasan." Ia menengadah ke langit dan berkata, "Ya Allah, ajarkanlah bagaimana membesarkan budak dari seorang Amir." Di sana, Mustawfi disebut Amir. 45 bait
- 137 بخش ۱۳۷ - باز جواب گفتن آن کافر جبری آن سنی را کی باسلامش دعوت میکرد و به ترک اعتقاد جبرش دعوت میکرد و دراز شدن مناظره از طرفین کی مادهٔ اشکال و جواب را نبرد الا عشق حقیقی کی او را پروای آن نماند و ذلک فضل الله یتیه من یشاءKafir Jabari itu kembali menjawab Sunni yang mengajaknya masuk Islam dan meninggalkannya kepercayaan Jabari. Perdebatan berkepanjangan dari kedua belah pihak, karena materi kesulitan dan jawaban tidak dapat diatasi kecuali dengan cinta sejati yang membuatnya tidak peduli lagi. "Itulah karunia Allah, Dia memberikannya kepada siapa yang dikehendaki-Nya." 41 bait
- 138 بخش ۱۳۸ - پرسیدن پادشاه قاصدا ایاز را کی چندین غم و شادی با چارق و پوستین کی جمادست میگویی تا ایاز را در سخن آوردRaja bertanya kepada Ayaz, "Mengapa engkau berbicara begitu banyak kesedihan dan kegembiraan dengan sandal dan mantel kulit, yang merupakan benda mati?" untuk memancing Ayaz berbicara. 35 bait
- 139 بخش ۱۳۹ - گفتن خویشاوندان مجنون را کی حسن لیلی باندازهایست چندان نیست ازو نغزتر در شهر ما بسیارست یکی و دو و ده بر تو عرضه کنیم اختیار کن ما را و خود را وا رهان و جواب گفتن مجنون ایشان راKerabat Majnun berkata kepadanya, “Kecantikan Laila itu biasa-biasa saja. Banyak yang lebih cantik darinya di kota kami. Kami akan tawarkan satu, dua, atau sepuluh kepadamu. Pilihlah, dan bebaskan kami dan dirimu.” Dan jawaban Majnun kepada mereka. 39 bait
- 140 بخش ۱۴۰ - حکایت جوحی کی چادر پوشید و در وعظ میان زنان نشست و حرکتی کرد زنی او را بشناخت کی مردست نعرهای زدKisah Juha yang memakai cadar dan duduk di tengah-tengah wanita untuk memberi ceramah. Ia melakukan gerakan tertentu, lalu seorang wanita mengenalinya sebagai laki-laki dan berteriak. 26 bait
- 141 بخش ۱۴۱ - فرمودن شاه به ایاز بار دگر کی شرح چارق و پوستین آشکارا بگو تا خواجهتاشانت از آن اشارت پند گیرد کی الدین النصیحة و موعظه یابندRaja memerintahkan Ayaz untuk sekali lagi menjelaskan secara terbuka tentang sandal dan mantel kulitnya, agar para pengawalnya mengambil pelajaran dari isyarat itu, karena “Agama adalah nasihat,” dan mereka mendapatkan pelajaran. 5 bait
- 142 بخش ۱۴۲ - حکایت کافری کی گفتندش در عهد ابا یزید کی مسلمان شو و جواب گفتن او ایشان راKisah seorang kafir yang di zaman Bayazid, dikatakan kepadanya, “Masuklah Islam,” dan jawabannya kepada mereka. 11 bait
- 143 بخش ۱۴۳ - حکایت آن مؤذن زشت آواز کی در کافرستان بانگ نماز داد و مرد کافری او را هدیه دادKisah seorang muadzin bersuara buruk yang mengumandangkan azan di negeri kafir, lalu seorang kafir memberinya hadiah. 42 bait
- 144 بخش ۱۴۴ - حکایت آن زن کی گفت شوهر را کی گوشت را گربه خورد شوهر گربه را به ترازو بر کشید گربه نیم من برآمد گفت ای زن گوشت نیم من بود و افزون اگر این گوشتست گربه کو و اگر این گربه است گوشت کوKisah seorang wanita yang berkata kepada suaminya bahwa daging itu telah dimakan kucing. Suami menimbang kucing itu, dan kucing itu beratnya setengah man (sekitar 2 kg). Dia berkata, "Wahai istri, daging itu beratnya setengah man atau lebih. Jika ini daging, di mana kucingnya? Dan jika ini kucing, di mana dagingnya?" 30 bait
- 145 بخش ۱۴۵ - حکایت آن امیر کی غلام را گفت کی می بیار غلام رفت و سبوی می آورد در راه زاهدی بود امر معروف کرد زد سنگی و سبو را بشکست امیر بشنید و قصد گوشمال زاهد کرد و این قصد در عهد دین عیسی بود علیهالسلام کی هنوز می حرام نشده بود ولیکن زاهد تقزیزی میکرد و از تنعم منع میکردKisah seorang amir yang memerintahkan budaknya untuk membawa anggur. Budak itu pergi dan membawa kendi anggur. Di jalan, ada seorang zahid yang melakukan amar makruf, ia melemparkan batu dan memecahkan kendi itu. Amir mendengar kabar itu dan berniat untuk menghukum zahid. Niat ini terjadi pada masa agama Isa, saw., ketika anggur belum diharamkan, namun zahid itu sedang melakukan kezuhudan dan melarang kemewahan. 33 bait
- 146 بخش ۱۴۶ - حکایت ضیاء دلق کی سخت دراز بود و برادرش شیخ اسلام تاج بلخ به غایت کوتاه بالا بود و این شیخ اسلام از برادرش ضیا ننگ داشتی ضیا در آمد به درس او و همه صدور بلخ حاضر به درس او ضیا خدمتی کرد و بگذشت شیخ اسلام او را نیم قیامی کرد سرسری گفت آری سخت درازی پارهای در دزدKisah tentang Dhiya' Dalg yang sangat tinggi, sedangkan saudaranya, Syekhul Islam Taj Balkh, sangat pendek. Syekhul Islam ini merasa malu dengan saudaranya, Dhiya'. Suatu hari Dhiya' masuk ke majelis pengajiannya, di mana semua pembesar Balkh hadir. Dhiya' memberi salam dan lewat. Syekhul Islam berdiri setengah hati dan berkata dengan acuh tak acuh, "Ya, kamu memang sangat tinggi. Potonglah sebagian." 23 bait
- 147 بخش ۱۴۷ - رفتن امیر خشمآلود برای گوشمال زاهدPerginya Amir yang Murka untuk Menghukum Pertapa 12 bait
- 148 بخش ۱۴۸ - حکایت مات کردن دلقک سید شاه ترمد راKisah Si Badut yang Mengalahkan Sayyid Shah Tirmidhi dalam Catur 28 bait
- 149 بخش ۱۴۹ - قصد انداختن مصطفی علیهالسلام خود را از کوه حری از وحشت دیر نمودن جبرئیل علیهالسلام خود را به وی و پیدا شدن جبرئیل به وی کی مینداز کی ترا دولتها در پیش استNiat Mustafa a.s. untuk Melemparkan Diri dari Gunung Hira karena Menunggu Jibril a.s. yang Terlambat Menemuinya, Lalu Jibril Muncul dan Berkata: “Jangan Kau Lakukan, Sungguh Berbagai Kebesaran Menantimu.” 18 bait
- 150 بخش ۱۵۰ - جواب گفتن امیر مر آن شفیعان را و همسایگان زاهد را کی گستاخی چرا کرد و سبوی ما را چرا شکست من درین باب شفاعت قبول نخواهم کرد کی سوگند خوردهام کی سزای او را بدهمAmir Menjawab Para Perantara dan Tetangga Pertapa: “Mengapa Dia Begitu Lancang dan Memecahkan Bejanaku? Aku Tidak Akan Menerima Permohonan Maaf Kali Ini, karena Aku Telah Bersumpah untuk Menghukumnya.” 10 bait
- 151 بخش ۱۵۱ - دو بار دست و پای امیر را بوسیدن و لابه کردن شفیعان و همسایگان زاهدPara Perantara dan Tetangga Pertapa Mencium Tangan dan Kaki Amir Dua Kali Sambil Memohon 20 bait
- 152 بخش ۱۵۲ - باز جواب گفتن آن امیر ایشان راAmir Kembali Menjawab Mereka 8 bait
- 153 بخش ۱۵۳ - تفسیر این آیت که وَ إِنَّ الدّارَ الآخِرةَ لَهیَ الحَیَوانُ لَوْ کانوا یَعْلَمونَ کی در و دیوار و عرصهٔ آن عالم و آب و کوزه و میوه و درخت همه زندهاند و سخنگوی و سخنشنو و جهت آن فرمود مصطفی علیه السلام کی الدُّنیا جیفةٌ وَ طُلّابُها کلابٌ و اگر آخرت را حیات نبودی آخرت هم جیفه بودی جیفه را برای مردگیش جیفه گویند نه برای بوی زشت و فرخجیPenafsiran Ayat: “Dan Sesungguhnya Negeri Akhirat Itulah Kehidupan yang Sebenarnya, Sekiranya Mereka Mengetahui.” (Q.S. Al-‘Ankabut: 64) Bahwa Dinding, Bumi, Air, Bejana, Buah, dan Pohon di Alam Itu Semuanya Hidup, Berbicara, dan Mendengar. Oleh Karena Itu Mustafa a.s. Bersabda: “Dunia Itu Bangkai dan Para Pencarinya Adalah Anjing.” Jika Akhirat Tidak Memiliki Kehidupan, Akhirat Juga Akan Menjadi Bangkai. Sesuatu Disebut Bangkai Karena Kematiannya, Bukan Karena Baunya yang Busuk dan Tidak Menyenangkan. 44 bait
- 154 بخش ۱۵۴ - دگربار استدعاء شاه از ایاز کی تاویل کار خود بگو و مشکل منکران را و طاعنان را حل کن کی ایشان را در آن التباس رها کردن مروت نیستRaja Kembali Meminta Ayaz untuk Menjelaskan Urusannya dan Menyelesaikan Masalah Para Penentang dan Pencela, karena Meninggalkan Mereka dalam Keraguan Itu Tidak Mulia. 9 bait
- 155 بخش ۱۵۵ - تمثیل تن آدمی به مهمانخانه و اندیشههای مختلف به مهمانان مختلف عارف در رضا بدان اندیشههای غم و شادی چون شخص مهماندوست غریبنواز خلیلوار کی در خلیل باکرام ضیف پیوسته باز بود بر کافر و مؤمن و امین و خاین و با همه مهمانان روی تازه داشتیPerumpamaan Tubuh Manusia sebagai Rumah Tamu dan Berbagai Pikiran sebagai Tamu yang Berbeda. Orang Arif Menerima Pikiran Sedih dan Gembira Seperti Orang yang Ramah Tamah, Seperti Khalil (Abraham) yang Pintunya Selalu Terbuka untuk Tamu, Baik Kafir Maupun Mukmin, Jujur Maupun Pengkhianat, dan Bersikap Ramah kepada Semua Tamu. 3 bait
- 156 بخش ۱۵۶ - حکایت آن مهمان کی زن خداوند خانه گفت کی باران فرو گرفت و مهمان در گردن ما ماندKisah Tamu yang Istri Tuan Rumah Berkata: “Hujan Turun dan Tamu Terpaksa Tinggal Bersama Kami.” 29 bait
- 157 بخش ۱۵۷ - تمثیل فکر هر روزینه کی اندر دل آید به مهمان نو کی از اول روز در خانه فرود آید و فضیلت مهماننوازی و ناز مهمان کشیدن و تحکم و بدخویی کند به خداوند خانهPerumpamaan Pikiran Sehari-hari yang Muncul dalam Hati sebagai Tamu Baru yang Datang ke Rumah Sejak Pagi. Keutamaan Menghormati Tamu dan Menerima Kerewelannya, Bahkan Ketika Dia Bertindak Otoriter dan Kasar kepada Tuan Rumah. 32 bait
- 158 بخش ۱۵۸ - نواختن سلطان ایاز راSultan Menghormati Ayaz 8 bait
- 159 بخش ۱۵۹ - وصیت کردن پدر دختر را کی خود را نگهدار تا حامله نشوی از شوهرتNasihat Ayah kepada Putrinya: “Jagalah Dirimu Agar Tidak Hamil dari Suamimu.” 21 bait
- 160 بخش ۱۶۰ - وصف ضعیف دلی و سستی صوفی سایه پرورد مجاهده ناکرده درد و داغ عشق ناچشیده به سجده و دستبوس عام و به حرمت نظر کردن و بانگشت نمودن ایشان کی امروز در زمانه صوفی اوست غره شده و بوهم بیمار شده همچون آن معلم کی کودکان گفتند کی رنجوری و با این وهم کی من مجاهدم مرا درین ره پهلوان میدانند با غازیان به غزا رفته کی به ظاهر نیز هنر بنمایم در جهاد اکبر مستثناام جهاد اصغر خود پیش من چه محل دارد خیال شیر دیده و دلیریها کرده و مست این دلیری شده و روی به بیشه نهاده به قصد شیر و شیر به زبان حال گفته کی کلا سوف تعلمون ثم کلا سوف تعلمونGambaran Hati yang Lemah dan Kelesuan Sufi yang Terbiasa Hidup Nyaman, Belum Pernah Berjuang, Belum Merasakan Sakit dan Penderitaan Cinta, yang Tertipu oleh Sujud dan Ciuman Tangan Orang Banyak, oleh Hormat dan Isyarat Mereka: “Dialah Sufi di Zaman Ini.” Dia Menjadi Angkuh dan Merasa Sakit Karena Khayalan, Seperti Guru yang Murid-muridnya Mengatakan: “Kau Sakit.” Dan dengan Khayalan: “Aku Mujahid, Mereka Menganggapku Pahlawan dalam Jalan Ini.” Dia Pergi Berperang Bersama Para Pejuang dengan Niat Menunjukkan Keberanian dalam Jihad Kecil, Seolah-olah Jihad Akbar Tidak Ada Artinya Baginya. Dia Berkhayal Melihat Singa, Berlagak Berani, Mabuk Keberanian Ini, dan Menuju Hutan untuk Mencari Singa. Lalu Singa Berkata dengan Lidah Halnya: “Sekali-kali Tidak! Kelak Kamu Akan Mengetahui (Akibat Perbuatanmu Itu), Kemudian Sekali-kali Tidak! Kelak Kamu Akan Mengetahui.” (Q.S. At-Takatsur: 3-4) 31 bait
- 161 بخش ۱۶۱ - نصیحت مبارزان او را کی با این دل و زهره کی تو داری کی از کلابیسه شدن چشم کافر اسیری دست بسته بیهوش شوی و دشنه از دست بیفتد زنهار زنهار ملازم مطبخ خانقاه باش و سوی پیکار مرو تا رسوا نشویNasihat Para Pejuang Kepadanya: “Dengan Hati dan Nyali yang Kau Miliki, yang Akan Membuatmu Pingsan Hanya Karena Melihat Mata Tawanan Kafir yang Terikat, dan Belatimu Akan Terjatuh dari Tanganmu, Berhati-hatilah, Berhati-hatilah! Tetaplah di Dapur Khanqah dan Jangan Pergi Berperang Agar Kau Tidak Dipermalukan.” 12 bait
- 162 بخش ۱۶۲ - حکایت عیاضی رحمهالله کی هفتاد غزو کرده بود سینه برهنه بر امید شهید شدن چون از آن نومید شد از جهاد اصغر رو به جهاد اکبر آورد و خلوت گزید ناگهان طبل غازیان شنید نفس از اندرون زنجیر میدرانید سوی غزا و متهم داشتن او نفس خود را درین رغبتKisah Ayazi (Rahimahullah) yang Telah Melakukan Tujuh Puluh Kali Perang, dengan Dada Terbuka Berharap Mati Syahid. Ketika Dia Kehilangan Harapan dari Jihad Kecil, Dia Beralih ke Jihad Akbar dan Mengasingkan Diri. Tiba-tiba Dia Mendengar Tabuh Genderang Para Pejuang. Nafsunya Menerobos Rantai dari Dalam Menuju Medan Perang, dan Dia Mencurigai Nafsunya Sendiri atas Keinginan Ini. 35 bait
- 163 بخش ۱۶۳ - حکایت آن مجاهد کی از همیان سیم هر روز یک درم در خندق انداختی به تفاریق از بهر ستیزهٔ حرص و آرزوی نفس و وسوسهٔ نفس کی چون میاندازی به خندق باری به یکبار بینداز تا خلاص یابم کی الیاس احدی الراحتین او گفته کی این راحت نیز ندهمKisah Pejuang yang Setiap Hari Melemparkan Satu Dirham dari Kantung Perak ke Parit Secara Terpisah, Karena Membantah Ketamakan dan Nafsu serta Bisikan Nafsu yang Berkata: “Jika Kau Membuangnya ke Parit, Buanglah Sekaligus Agar Aku Bebas.” Dia Berkata: “Aku Tidak Akan Memberikan Ketenangan Ini.” (Ini Merujuk pada Perkataan Illyas Ahadir Rahatain, yang Berarti Tidak Satu pun dari Dua Ketenangan) 16 bait
- 164 بخش ۱۶۴ - صفت کردن مرد غماز و نمودن صورت کنیزک مصور در کاغذ و عاشق شدن خلیفهٔ مصر بر آن صورت و فرستادن خلیفه امیری را با سپاه گران بدر موصل و قتل و ویرانی بسیار کردن بهر این غرضPenggambaran Orang yang Memfitnah dan Menunjukkan Gambar Budak Wanita yang Dilukis di Kertas. Khalifah Mesir Jatuh Cinta pada Gambar Itu dan Mengutus Seorang Amir dengan Pasukan Besar ke Mosul, Melakukan Pembunuhan dan Penghancuran Besar-besaran Demi Tujuan Ini. 17 bait
- 165 بخش ۱۶۵ - ایثار کردن صاحب موصل آن کنیزک را بدین خلیفه تا خونریز مسلمانان بیشتر نشودPemilik Mosul Menyerahkan Budak Wanita Itu kepada Khalifah Ini Agar Pertumpahan Darah Kaum Muslimin Tidak Berlanjut. 54 bait
- 166 بخش ۱۶۶ - پشیمان شدن آن سرلشکر از آن خیانت کی کرد و سوگند دادن او آن کنیزک را کی به خلیفه باز نگوید از آنچ رفتPanglima Perang Itu Menyesali Pengkhianatan yang Telah Dilakukannya dan Menyumpah Budak Wanita Itu Agar Tidak Menceritakan Apa yang Terjadi kepada Khalifah. 28 bait
- 167 بخش ۱۶۷ - حجت منکران آخرت و بیان ضعف آن حجت زیرا حجت ایشان به دین باز میگردد کی غیر این نمیبینیمDalih Para Pengingkar Akhirat dan Penjelasan Kelemahan Dalih Tersebut, karena Dalih Mereka Kembali pada Ini: “Kita Tidak Melihat yang Lain.” 12 bait
- 168 بخش ۱۶۸ - آمدن خلیفه نزد آن خوبروی برای جماعDatangnya Khalifah kepada Wanita Cantik Itu untuk Berhubungan Intim 5 bait
- 169 بخش ۱۶۹ - خنده گرفتن آن کنیزک را از ضعف شهوت خلیفه و قوت شهوت آن امیر و فهم کردن خلیفه از خندهٔ کنیزکBudak Wanita Itu Tertawa Karena Kelemahan Syahwat Khalifah dan Kekuatan Syahwat Amir, dan Khalifah Memahami Tawa Budak Wanita Itu. 18 bait
- 170 بخش ۱۷۰ - فاش کردن آن کنیزک آن راز را با خلیفه از زخم شمشیر و اکراه خلیفه کی راست گو سبب این خنده را و گر نه بکشمتBudak Wanita Itu Mengungkapkan Rahasia Itu kepada Khalifah Karena Ancaman Pedang dan Paksaan Khalifah: “Berkatalah Jujur Apa Penyebab Tawa Ini, Jika Tidak Aku Akan Membunuhmu.” 30 bait
- 171 بخش ۱۷۱ - عزم کردن شاه چون واقف شد بر آن خیانت کی بپوشاند و عفو کند و او را به او دهد و دانست کی آن فتنه جزای او بود و قصد او بود و ظلم او بر صاحب موصل کی و من اساء فعلیها و ان ربک لبالمرصاد و ترسیدن کی اگر انتقام کشد آن انتقام هم بر سر او آید چنانک این ظلم و طمع بر سرش آمدKeputusan Raja Ketika Mengetahui Pengkhianatan Itu, untuk Menutupinya, Memaafkannya, dan Memberikannya kepada Wanita Itu. Dia Tahu Bahwa Fitnah Itu adalah Hukumannya, Niatnya, dan Kezalimannya Terhadap Pemilik Mosul: “Dan Barang Siapa Berbuat Jahat, Maka Akibat Kejahatannya Akan Kembali Kepadanya, dan Sesungguhnya Tuhanmu Benar-benar Mengawasi.” (Q.S. Al-Fajr: 14) Dia Takut Jika Dia Membalas Dendam, Pembalasan Dendam Itu Akan Kembali Kepadanya, Sebagaimana Kezaliman dan Ketamakan Ini Menimpanya. 30 bait
- 172 بخش ۱۷۲ - بیان آنک نَحْنُ قَسَمْنا کی یکی را شهوت و قوت خران دهد و یکی را کیاست و قوت انبیا و فرشتگان بخشد سر ز هوا تافتن از سروریست ترک هوا قوت پیغامبریست تخمهایی کی شهوتی نبود بر آن جز قیامتی نبودPenjelasan Bahwa “Kami Telah Membagi” Bahwa Seseorang Diberi Syahwat dan Kekuatan Keledai, dan Seseorang Diberi Kebijaksanaan dan Kekuatan Para Nabi dan Malaikat. Menjauhkan Diri dari Hawa Nafsu Adalah Tanda Kepemimpinan, Meninggalkan Hawa Nafsu Adalah Kekuatan Kenabian. Benih-benih yang Tidak Memiliki Syahwat, Tidak Ada Kiamat yang Lebih Besar Darinya. 10 bait
- 173 بخش ۱۷۳ - دادن شاه گوهر را میان دیوان و مجمع به دست وزیر کی این چند ارزد و مبالغه کردن وزیر در قیمت او و فرمودن شاه او را کی اکنون این را بشکن و گفت وزیر کی این را چون بشکنم الی آخر القصهRaja Memberikan Permata kepada Wazir di Tengah-tengah Istana dan Majelis, Bertanya Berapa Harganya. Wazir Melebih-lebihkan Harganya. Raja Memerintahkannya untuk Memecahkannya. Wazir Berkata: “Bagaimana Aku Bisa Memecahkannya?” Hingga Akhir Kisah. 19 bait
- 174 بخش ۱۷۴ - رسیدن گوهر از دست به دست آخر دور به ایاز و کیاست ایاز و مقلد ناشدن او ایشان را و مغرور ناشدن او به گال و مال دادن شاه و خلعتها و جامگیها افزون کردن و مدح عقل مخطان کردن به مکر و امتحان که کی روا باشد مقلد را مسلمان داشتن مسلمان باشد اما نادر باشد کی مقلد ازین امتحانها به سلامت بیرون آید کی ثبات بینایان ندارد الا من عصم الله زیرا حق یکیست و آن را ضد بسیار غلطافکن و مشابه حق مقلد چون آن ضد را نشناسد از آن رو حق را نشناخته باشد اما حق با آن ناشناخت او چو او را به عنایت نگاه دارد آن ناشناخت او را زیان نداردPermata Itu Sampai ke Tangan Ayaz, Kecerdasan Ayaz, Ketidaktaatannya pada Mereka, dan Ketidakangkuhannya atas Hadiah-hadiah Raja, Pakaian Kehormatan, dan Tunjangan yang Berlimpah. Memuji Akal yang Sempurna dengan Tipu Daya dan Ujian, Siapa yang Pantas Menganggap Mukallid (Pengikut) sebagai Muslim? Dia Muslim, Tapi Jarang Sekali Mukallid Lulus dari Ujian-ujian Ini, Karena Dia Tidak Memiliki Keteguhan Orang-orang yang Melihat, Kecuali Orang yang Dilindungi Allah. Karena Kebenaran Itu Satu, dan Memiliki Banyak Lawan yang Menyesatkan dan Mirip dengan Kebenaran. Mukallid, Ketika Dia Tidak Mengenali Lawan Itu, Dia Belum Mengenali Kebenaran. Namun, Kebenaran, dengan Ketidaktahuannya Itu, Jika Allah Melindunginya dengan Kasih Sayang, Ketidaktahuannya Itu Tidak Merugikannya. 22 bait
- 175 بخش ۱۷۵ - تشنیع زدن امرا بر ایاز کی چرا شکستش و جواب دادن ایاز ایشان راPara Amir Mencela Ayaz Mengapa Dia Memecahkannya, dan Ayaz Menjawab Mereka. 13 bait
- 176 بخش ۱۷۶ - قصد شاه به کشتن امرا و شفاعت کردن ایاز پیش تخت سلطان کی ای شاه عالم العفو اولیNiat Raja untuk Membunuh Para Amir, dan Perantaraan Ayaz di Hadapan Takhta Sultan: “Wahai Raja Alam, Maafkan Mereka.” 32 bait
- 177 بخش ۱۷۷ - تفسیر گفتن ساحران فرعون را در وقت سیاست با او کی لا ضیر انا الی ربنا منقلبونPenafsiran Perkataan Para Penyihir Firaun di Saat Hukuman Baginya: “Tidak Ada Celaka Bagi Kami, Sesungguhnya Kami Akan Kembali kepada Tuhan Kami.” (Q.S. Yunus: 50) 33 bait
- 178 بخش ۱۷۸ - مجرم دانستن ایاز خود را درین شفاعتگری و عذر این جرم خواستن و در آن عذرگویی خود را مجرم دانستن و این شکستگی از شناخت و عظمت شاه خیزد کی أَنا أَعْلَمُکُمْ بِاللَّهِ وَ أَخْشیکُمْ لِللَّهِ وَ قالَ اللهُ تَعالی إِنَّما یَخْشَی اللهَ مِنْ عِبادِهِ العُلَماءُAyaz Menganggap Dirinya Berdosa dalam Perantaraan Ini dan Memohon Maaf atas Dosa Ini, dan dalam Permohonan Maafnya Itu Dia Menganggap Dirinya Berdosa. Kehancuran Ini Muncul dari Pengetahuan dan Kebesaran Raja: “Aku Adalah Orang yang Paling Mengenal Allah dan Paling Takut kepada Allah.” Dan Allah Ta’ala Berfirman: “Sesungguhnya yang Takut kepada Allah di Antara Hamba-hamba-Nya Hanyalah Para Ulama.” (Q.S. Fatir: 28) 86 bait