Leggi› Libro 3› Continuazione della storia di coloro che aggrediscono gli elefantini› Distico 108
M3:108 — هان که بویای دهانتان خالق است / کی بَرد جان غیر آن کاو صادق است؟
M3:108
Significato · به زبانِ تو — La tua lingua · AI
Ketahuilah, Tuhan Maha Mengetahui isi hatimu yang sesungguhnya, dan pada akhirnya, hanya jiwa yang tulus dan jujur yang akan diterima oleh-Nya.
Dalam alegori ini, seekor induk gajah mengendus mulut setiap orang di sebuah kafilah untuk menemukan siapa yang telah memakan anaknya. Rumi menggunakan gambaran ini untuk beralih dari kisah tersebut ke sebuah peringatan rohani yang lebih dalam.
Induk gajah yang mengendus bau mulut menjadi metafora bagi Tuhan (Sang Pencipta) yang mengetahui segala perbuatan dan niat tersembunyi kita. Sama seperti bau daging panggang yang tak bisa disembunyikan dari penciuman gajah, begitu pula perbuatan kita—terutama dosa lisan seperti menggunjing (yang disamakan dengan memakan daging sesama)—tidak dapat disembunyikan dari Tuhan. Bau mulut melambangkan keadaan batiniah seseorang, jejak dari perbuatan dan perkataannya.
Paruh kedua bait ini menegaskan sebuah prinsip ilahi: keselamatan akhir hanya bagi mereka yang ṣādiq (tulus, benar, jujur). Pertanyaannya bersifat retoris; Tuhan, dalam kebenaran-Nya yang mutlak, hanya akan membawa kembali kepada-Nya jiwa-jiwa yang selaras dengan sifat tersebut. Bait ini menjadi jembatan yang menghubungkan kisah gajah dengan realitas eskatologis tentang pertanggungjawaban di hadapan Tuhan, di mana tidak ada kepura-puraan yang dapat bertahan.
- هان
- Kata seru dalam bahasa Persia klasik yang berfungsi sebagai peringatan atau untuk menarik perhatian; dapat diterjemahkan sebagai 'Awas!', 'Waspadalah!', atau 'Ketahuilah!'
- بویای
- Secara harfiah berarti 'pencium' atau 'yang mengendus'. Dalam konteks ini, merujuk pada Dia yang mengetahui atau mendeteksi sesuatu melalui 'bau' atau esensi.
- خالق
- Dari bahasa Arab, berarti 'Sang Pencipta'. Ini adalah salah satu nama Tuhan (Asmaul Husna), yang menekankan kuasa-Nya sebagai sumber segala ciptaan.
- صادق
- Dari bahasa Arab, berarti 'benar', 'jujur', 'tulus', 'setia'. Dalam konteks sufi, ini merujuk pada keadaan keselarasan total antara batin dan lahir, perkataan dan perbuatan.
بدانید که خداوند از باطن شما و از نیات و اعمال پنهانیتان آگاه است و در روز حساب، تنها کسی که صادق و پاکدل باشد، میتواند از عذاب الهی نجات پیدا کند.
مولانا در این بیت، داستان فیلهایی را که برای یافتن قاتل بچههایشان دهان مردم را بو میکشند، به یک حقیقت معنوی بزرگتر پیوند میزند. او هشدار میدهد که این «بو کشیدن» تنها یک داستان نیست، بلکه تمثیلی از نظارت و آگاهی مطلق خداوند بر بندگانش است.
همانطور که فیل بوی کباب بچهاش را از دهان خورنده تشخیص میدهد، خداوند نیز که «خالق» و آفرینندهٔ ماست، از کوچکترین اعمال و نیات پنهان ما، بهویژه از گناهانی چون غیبت که در بیت قبل به آن اشاره شد، باخبر است. «بوی دهان» در اینجا کنایه از باطن و حقیقت وجودی انسان است که هیچچیز را نمیتوان از خداوند مخفی کرد.
مصرع دوم نتیجهٔ این آگاهی الهی را بیان میکند: در پیشگاه عدل خداوند، تنها راه نجات، «صداقت» است. هیچکس نمیتواند با فریب و ظاهرسازی از حسابرسی الهی جان سالم به در ببرد. این بیت، انسان را به مراقبت از باطن و تطبیق ظاهر و باطن دعوت میکند، زیرا بازرسی نهایی توسط کسی صورت میگیرد که از همهٔ اسرار آگاه است و تنها معیار پذیرش نزد او، راستی و درستی است.
- هان
- آگاه باش، هشدار
- بُویا
- بوینده، کسی که بو میکشد
- خالق
- آفریدگار، خداوند
- کاو
- که او
- صادق
- راستگو، درستکار، کسی که ظاهر و باطنش یکی است
Discussion — Ask about this beyt — answered from the Masnavi, every verse cited
Your conversation stays on this device unless you share it.
What readers asked0
No questions shared yet — yours could be the first.