Leggi› Libro 3› Ritorno alla storia dell'elefante› Distico 164
M3:164 — تو همیخسپی و بوی آن حرام / میزند بر آسمانِ سبزفام
M3:164
Significato · به زبانِ تو — La tua lingua · AI
Meskipun engkau tidak menyadari atau mencoba menyembunyikan perbuatan terlarangmu, baunya yang busuk secara spiritual naik dan tercium hingga ke langit.
Bait ini adalah bagian dari alegori tentang seorang pria yang memakan bayi gajah—sebuah metafora untuk memakan harta haram atau menzalimi orang lain. Rumi berpendapat bahwa setiap tindakan, terutama yang didasari oleh niat buruk seperti keserakahan (حرص) dan keangkuhan (کبر), memiliki "bau" spiritual yang tak dapat disembunyikan.
Saat engkau "terlelap" (همیخسپی), artinya dalam keadaan lalai atau tidak sadar akan konsekuensi perbuatanmu, bau busuk dari tindakan haram itu tetap menyebar. Ia naik "hingga ke langit hijau kebiruan" (بر آسمانِ سبزفام), sebuah gambaran puitis yang berarti bahwa perbuatan itu diketahui di alam spiritual atau oleh Tuhan. Sama seperti bau bawang yang tak bisa disembunyikan dari napas seseorang, demikian pula kebusukan batin akan terungkap melalui ucapan dan perbuatan, dan pada akhirnya akan menyebabkan doa-doa ditolak.
- همیخسپی
- Bentuk kuno dari 'engkau sedang tidur' (dari kata kerja خسیدن, khusīdan). Dalam konteks ini, bermakna 'engkau dalam keadaan lalai atau tidak sadar'.
- حرام
- Sesuatu yang terlarang dalam hukum Islam. Di sini, merujuk secara spesifik pada harta yang diperoleh secara tidak sah, yang disamakan dengan 'darah manusia' dalam bait-bait sebelumnya.
- سبزفام
- Berwarna hijau; berwarna seperti zamrud. Sebuah julukan puitis untuk langit.
Discussion — Ask about this beyt — answered from the Masnavi, every verse cited
Your conversation stays on this device unless you share it.
What readers asked0
No questions shared yet — yours could be the first.