Leggi› Libro 5› Interpretazione di "Ah, quanto rimpianto per i servi!"› Distico 351
M5:351 — ما نه مرغان هوا نه خانگی / دانهٔ ما دانهٔ بیدانگی
M5:351
شرحِ سروش — dalle sue lezioni registrate sul Masnavi
شرح
جلسهٔ 25 — [00:22:56] حیرت زبان و ابیات پارادوکسیکال مولانا
جلسهٔ 25 — [00:22:56] حیرت زبان و ابیات پارادوکسیکال مولانا
دانهٔ ما هم دانه است، هم بیدانه است، هم دانه نیست. و به همین سبب چنان روزی ما فراخ است که قبادریدن عین قبادوختن است برای ما. یعنی هر دو تا رزق ماست. حالا شما نگاه کنید اصلاً من همینا رو میخوام توضیح بدم، زبان منم حیران میشود. همچنان که زبان خود جناب مولانا هم حیران شده. برای اینکه با یه چیزی مواجهه، هم دانه است، هم دانه نیست. با یک چیزی مواجهه که هم جهت و سو داره و هم جهت و سو نداره. هر کدومو بگه درست در میاد. و هیچ کدوم هم نیست البته. برای اینکه برتر از اینهاست. یک استعلایی دارد نسبت به این اضدادی که در عالم طبیعت دیده میشه.
به زبانِ تو — La tua lingua · AI
Kami, para kekasih Tuhan, tidak tergolong dalam kategori duniawi yang biasa; rezeki kami bersifat paradoks, berasal dari ketiadaan bentuk dan batasan.
Rumi menggunakan bahasa paradoks untuk menggambarkan realitas kaum arif. Mereka bukanlah "burung liar" yang sepenuhnya bebas dari aturan, bukan pula "burung jinak" yang terkurung dalam sangkar syariat atau kebiasaan. Mereka berada di luar kategori-kategori ini.
Demikian pula, rezeki atau "biji-bijian" mereka bukanlah sesuatu yang dapat dipahami secara material. Ia adalah "biji ketiadaan-biji" (dāna-ye bī-dānegī), sebuah konsep yang sengaja dibuat kontradiktif. Ini menunjukkan bahwa sumber penopang spiritual mereka melampaui sebab-akibat duniawi. Rumi sendiri mengakui bahwa bahasa menjadi bingung saat mencoba menjelaskan realitas yang melampaui dualitas, di mana sesuatu bisa ada sekaligus tiada, memiliki arah sekaligus tanpa-arah. Realitas spiritual ini memiliki transendensi (isti'lā) atas segala pertentangan yang kita saksikan di alam.
- بیدانگی
- Secara harfiah 'ketiadaan-biji' atau 'tanpa-biji'. Istilah sufi ciptaan Rumi yang bersifat paradoks untuk menunjuk pada rezeki atau realitas spiritual yang tidak berbentuk, tidak terbatas, dan melampaui kategori material.
- مرغان هوا
- Secara harfiah 'burung-burung udara'. Maksudnya adalah burung liar, sebagai lawan dari burung peliharaan atau jinak.
- خانگی
- Domestik, jinak, atau yang berhubungan dengan rumah. Dalam konteks ini, berarti burung peliharaan yang hidup dalam sangkar.
Discussion — Ask about this beyt — answered from the Masnavi, every verse cited
Your conversation stays on this device unless you share it.
What readers asked0
No questions shared yet — yours could be the first.