읽기› 권 2› 뱀 사냥꾼이 다른 뱀 사냥꾼의 뱀을 훔침› 대구 135
M2:135 — دزدکی از مارگیری مار برد / ز ابلهی آن را غنیمت میشمرد
M2:135
의미 · به زبانِ تو — 당신의 언어 · AI
Seorang pencuri bodoh mencuri seekor ular dari seorang pawang, mengira ia telah mendapatkan sesuatu yang berharga, padahal ia baru saja mengambil malapetaka bagi dirinya sendiri.
Rumi memulai sebuah perumpamaan sederhana untuk menggambarkan bagaimana manusia sering keliru menilai apa yang baik dan buruk bagi mereka. Di sini, seorang pencuri kecil berhasil mencuri seekor ular dari seorang pawang ular. Ia merasa sangat beruntung dan menganggap ular itu sebagai "ghanimat"—harta rampasan atau keuntungan tak terduga.
Akan tetapi, kebahagiaannya lahir dari kebodohan (ablahi). Ia tidak menyadari bahwa apa yang ia anggap sebagai keuntungan sebenarnya adalah sumber kehancuran. Sang pawang ular, yang tahu cara menangani bahaya tersebut, justru telah terbebas dari sebuah risiko besar. Sebaliknya, si pencuri yang tidak memiliki keahlian, kini memegang kematian di tangannya sendiri.
Dalam konteks sufi, kisah ini adalah alegori tentang doa dan takdir. Sering kali manusia berdoa meminta sesuatu yang mereka anggap baik (seperti si pencuri yang menganggap ular itu rezeki), padahal jika dikabulkan, hal itu justru akan mencelakakan mereka. Sebaliknya, apa yang tampak seperti kerugian atau kehilangan (seperti sang pawang yang kehilangan ularnya) bisa jadi merupakan sebuah rahmat tersembunyi dari Tuhan.
- غنیمت
- Harta rampasan perang; keuntungan atau rezeki yang didapat dengan mudah atau tak terduga. Dalam konteks ini, sesuatu yang dianggap sangat berharga oleh si pencuri.
- ابلهی
- Kebodohan, kedunguan, kenaifan. Kata ini menekankan bahwa tindakan si pencuri bukan didasari oleh keberanian atau kelihaian, melainkan oleh ketidaktahuan akan bahaya yang sebenarnya.
- مارگیر
- Pawang ular, penangkap ular. Seseorang yang memiliki keahlian untuk menangani ular berbisa, berbeda dengan si pencuri yang sama sekali tidak tahu apa yang ia hadapi.
- دزدک
- Pencuri kecil, pencuri remeh. Bentuk diminutif dari 'duzd' (pencuri), menyiratkan bahwa ia bukanlah seorang penjahat besar, melainkan hanya orang biasa yang bodoh dan oportunis.
Discussion — Ask about this beyt — answered from the Masnavi, every verse cited
Your conversation stays on this device unless you share it.
What readers asked0
No questions shared yet — yours could be the first.