لوستل› دفتر ۵› د طاووس او د هغه د طبیعت صفت او د ابراهیم علیه السلام لخوا د هغه د وژلو لامل› بيت ۴۱۷
M5:417 — چون قبور آن را مجصص کردهاند / پردهٔ پندار پیش آوردهاند
M5:417
مانا · به زبانِ تو — ستاسو ژبه · AI
Duniawi yang tampak indah dan megah seringkali hanyalah polesan luar yang menutupi kebusukan di dalamnya, sebuah tirai ilusi yang sengaja dibentangkan untuk menipu.
Rumi melanjutkan perumpamaannya dari ayat sebelumnya, yang menyamakan kemegahan duniawi dengan "kuburan orang kafir, indah di luar namun di dalamnya berisi murka Tuhan". Ayat ini menjelaskan bagaimana penipuan itu terjadi.
Kuburan-kuburan itu—simbol dari segala sesuatu yang kosong secara rohani namun tampak memukau—dipoles dengan jass (مجصص), yaitu sejenis plester gips putih yang membuatnya terlihat bersih, suci, dan menarik. Ini adalah citra penipuan yang disengaja. Setelah penampilan luar dipercantik, sebuah "tirai khayalan" (pardeh-ye pendār) dibentangkan di depannya. Tirai ini adalah ilusi kolektif, kesepakatan masyarakat untuk menilai sesuatu dari kulitnya saja dan mengabaikan hakikat batinnya.
Dalam konteks cerita yang lebih besar, Rumi sedang mengkritik orang-orang yang terpesona oleh gelar, kekayaan, dan penampilan luar—seperti raja palsu yang lehernya terjerat tali namun dipuja-puja khalayak. Ayat ini berfungsi sebagai peringatan: jangan tertipu oleh permukaan yang dipoles; selubung ilusi sengaja dipasang untuk menyembunyikan kehampaan atau kebusukan di baliknya.
- مجصص
- Dilapisi dengan *jass* (gips atau plester), dipoles menjadi putih dan indah. Istilah ini merujuk pada praktik kuno menghias bagian luar makam agar terlihat megah, padahal di dalamnya hanya ada pembusukan.
- قبور
- Bentuk jamak dari *qabr* (قبر), yang berarti 'kuburan' atau 'makam'. Rumi sering menggunakan citra kuburan untuk melambangkan sesuatu yang mati secara spiritual di balik penampilan yang hidup.
- پردهٔ پندار
- Secara harfiah, 'tirai khayalan/anggapan'. Ini adalah istilah Rumi untuk ilusi atau delusi yang diciptakan oleh ego dan persepsi yang dangkal, yang menutupi pandangan kita dari kebenaran hakiki.
Discussion — Ask about this beyt — answered from the Masnavi, every verse cited
Your conversation stays on this device unless you share it.
What readers asked0
No questions shared yet — yours could be the first.