Ler› Livro 5› Interpretação de “Ai da lamentação sobre os servos!”› Dístico 347
M5:347 — ظلت الارباح خسرا مغرما / نشتکی شکوی الی الله العمی
M5:347
Significado · به زبانِ تو — Sua língua · AI
Dalam keadaan buta spiritual, semua yang tampak sebagai keuntungan sebenarnya adalah kerugian besar, sebuah keluhan yang hanya bisa disampaikan kepada Tuhan.
Bait ini, yang seluruhnya berbahasa Arab, merupakan puncak dari sebuah ratapan atas kebutaan spiritual. Dalam konteks kisah ini, sang pembicara menyadari bahwa ia telah tertipu oleh penampilan luar (M5:345) dan persepsinya yang keliru (kaj-bīnī). Akibatnya, semua yang ia anggap sebagai "keuntungan" (arbāḥ) dalam hidup ternyata hanyalah kerugian (khusr) dan beban utang (mughram).
Ratapan ini bukanlah sekadar penyesalan duniawi, melainkan sebuah pengaduan spiritual yang mendalam. Sang pembicara tidak mengeluh kepada sesama manusia, tetapi langsung kepada Allah. Keluhannya adalah tentang "kebutaan" (al-ʿamā), yaitu ketidakmampuan untuk melihat hakikat di balik bentuk. Ini adalah momen kesadaran yang menyakitkan, di mana seseorang mengakui bahwa seluruh usahanya sia-sia karena fondasi persepsinya salah.
Bait ini berfungsi sebagai titik balik. Setelah mengungkapkan keputusasaan total ini, Rumi langsung membandingkannya dengan keadaan para arif yang tercerahkan (M5:348), yang telah memalingkan wajah mereka dari dunia bentuk menuju Yang Tak Berarah (bī-sū). Dengan demikian, keluhan atas kebutaan ini menjadi langkah pertama yang niscaya menuju penglihatan sejati.
- ظلت الارباح
- (Ar.) 'Keuntungan-keuntungan telah menjadi'. Sebuah ungkapan yang menyatakan perubahan keadaan dari positif menjadi negatif.
- خسرا
- (Ar.) 'Kerugian'. Merujuk pada kerugian total, seperti yang disebutkan dalam Al-Qur'an (misalnya, Surah Al-Asr).
- مغرما
- (Ar.) 'Beban utang; denda'. Sesuatu yang tidak hanya hilang tetapi juga meninggalkan beban atau kewajiban yang merugikan.
- نشتکی شکوی
- (Ar.) 'Kami mengadukan sebuah keluhan'. Ungkapan yang menekankan intensitas dan kesungguhan dari pengaduan tersebut.
- العمی
- (Ar.) 'Kebutaan'. Dalam konteks sufi, ini merujuk pada kebutaan batin atau spiritual, ketidakmampuan melihat Realitas Ilahi.
Discussion — Ask about this beyt — answered from the Masnavi, every verse cited
Your conversation stays on this device unless you share it.
What readers asked0
No questions shared yet — yours could be the first.