Хондан› Дафтар 2› Сар оғоз› Байт 107
M2:107 — چشمشان خانهٔ خیالست و عدم / نیستها را هست بیند لاجرم
M2:107
Маъно · به زبانِ تو — Забони шумо · AI
Bait ini menjelaskan bahwa mata orang yang terhijab oleh ego hanya melihat ilusi dan kekosongan, sehingga mereka salah mengira hal-hal yang tidak nyata sebagai kebenaran.
Dalam konteks ini, Rumi tengah membedakan dua jenis penglihatan. Pertama, mata sang kekasih sejati (atau mursyid kamil) yang merupakan cermin kebenaran, di mana sang pencari dapat melihat hakikat dirinya. Mata ini adalah "rumah Wujud" (khāna-ye hastī), yang memantulkan Realitas.
Sebaliknya, bait ini menggambarkan mata orang lain (ghayr)—mereka yang terasing dari Realitas Ilahi. Mata mereka bukanlah cermin, melainkan proyektor. Ia menjadi "rumah khayal dan ketiadaan" (khāna-ye khayāl va ʿadam), yang dipenuhi oleh ilusi, angan-angan, dan proyeksi ego. Karena dasarnya adalah ketiadaan, mata seperti ini secara tak terelakkan akan melihat apa yang sesungguhnya tidak ada (nīst-hā) seolah-olah nyata dan ada (hast). Ini adalah penglihatan yang tertipu oleh bayang-bayang dunia dan angan-angan diri sendiri, yang dianggapnya sebagai kebenaran hakiki.
- لاجرم
- Tak terelakkan, niscaya, sudah pasti. Sebuah kata serapan dari bahasa Arab yang menandakan sebuah konsekuensi logis yang tidak bisa dihindari.
- عدم
- Ketiadaan, non-eksistensi. Dalam terminologi sufi, ini merujuk pada segala sesuatu selain Wujud Mutlak (Tuhan), atau kondisi kekosongan yang menjadi dasar bagi ilusi.
- خیال
- Khayal, imajinasi, fantasi. Di sini, kata ini memiliki konotasi negatif, yaitu kekuatan jiwa yang menciptakan gambaran-gambaran palsu atau ilusi yang menghalangi persepsi akan realitas.
چشم انسانهای عادی که اسیر توهم هستند، جایگاه خیال و نیستی است و به همین دلیل، امور غیرحقیقی را حقیقی میپندارد.
مولانا در این بیت، به توصیف چشم کسانی میپردازد که از حقیقت دور افتادهاند و نگاهشان آلوده به پندار و توهم است. این چشم، برخلاف چشم عارف که «خانهٔ هستی» است، «خانهٔ خیال و عدم» است. یعنی، آنچه میبیند بازتابی از واقعیت نیست، بلکه تصویری ساختگی و دروغین است که از دنیای نیستی و توهم سرچشمه میگیرد.
این نگاه، به ناچار («لاجرم»)، چیزهایی را که وجود حقیقی ندارند، واقعی و موجود میپندارد. این همان خطای ادراکی است که ریشهٔ بسیاری از گمراهیهاست. در ابیات قبل، مولانا چشم معشوق (نماد حقیقت) را آینهای میداند که «منِ» واقعی سالک را به او نشان میدهد. اما چشم دیگران، که با «سرمهٔ نیستی» تیره شده، تنها خیالات و تصاویر شیطانی را بازتاب میدهد. این بیت، تقابل میان دو نوع دیدن را برجسته میکند: دیدنِ حقیقتبین که وجود را درک میکند و دیدنِ خیالپرداز که در عدم و نیستی گرفتار است.
- عدم
- نیستی، نبود، جهان غیرمادی و توهمی
- لاجرم
- ناگزیر، به ناچار، در نتیجه
Discussion — Ask about this beyt — answered from the Masnavi, every verse cited
Your conversation stays on this device unless you share it.
What readers asked0
No questions shared yet — yours could be the first.