Хондан› Дафтар 2› Илтимос кардани ҳамроҳи Исо (а.с.) зинда кардани устухонҳо аз Исо (а.с.)› Байт 149
M2:149 — گفت عیسی یا رب این اسرار چیست / میل این ابله درین بیگار چیست
M2:149
Маъно · به زبانِ تو — Забони шумо · AI
Melihat kedegilan temannya, Isa bertanya kepada Tuhan: mengapa orang bodoh ini begitu bernafsu pada sesuatu yang tak berguna dan di luar jangkauannya?
Dalam kisah ini, seorang lelaki dungu yang menyertai Nabi Isa (as.) mendesaknya untuk mengajarkan Nama Agung Tuhan yang dapat menghidupkan orang mati. Isa telah menasihatinya bahwa ia tidak layak dan tidak memiliki kemurnian spiritual yang diperlukan untuk tugas semacam itu. Namun, lelaki itu tetap bersikeras.
Pada titik inilah Isa, dalam keputusasaan, berpaling kepada Tuhan. Pertanyaannya bukanlah pertanyaan karena ketidaktahuan, melainkan sebuah keluhan dan permohonan untuk memahami hikmah di balik situasi tersebut. Ia melihat hasrat temannya sebagai bigar—pekerjaan paksa yang sia-sia dan tanpa upah. Mengapa seseorang begitu menginginkan sesuatu yang tidak hanya di luar kemampuannya, tetapi juga tidak akan memberinya manfaat sejati?
Rumi menggunakan momen ini untuk menyelidiki misteri kehendak manusia yang sering kali condong pada kebodohan dan kehancuran diri. Pertanyaan Isa menyuarakan keheranan setiap pembimbing spiritual ketika melihat seorang murid mengabaikan penyucian diri—tugas utamanya—dan malah terobsesi dengan kekuatan atau mukjizat lahiriah yang kosong.
- اسرار
- Bentuk jamak dari *sirr* (Arab), berarti 'rahasia-rahasia' atau 'misteri-misteri'. Dalam konteks ini, merujuk pada hikmah ilahi yang tersembunyi di balik peristiwa yang membingungkan.
- ابله
- Orang bodoh, dungu, atau pandir. Istilah ini menggambarkan seseorang yang tidak memiliki kearifan atau pemahaman spiritual.
- بیگار
- Kerja paksa tanpa upah; pekerjaan yang sia-sia, tidak berguna, atau tanpa hasil. Rumi menggunakannya untuk melambangkan usaha spiritual yang keliru dan tidak akan membuahkan hasil.
Seeing his companion's stubborn obsession with reviving dead bones, Jesus turns to God in bewilderment, asking why this fool is so drawn to such a pointless and dangerous endeavor.
This couplet marks a turning point in the story. Jesus, having failed to dissuade his foolish companion with reason and warnings, now turns directly to God. His question is not merely rhetorical; it is a genuine plea for understanding. He perceives a hidden dynamic, an 'esrār' (mystery), at play. Why would someone so spiritually unprepared be consumed by a desire for a power that is not his to wield?
The term 'bīgār' is crucial. It means forced, unpaid, and ultimately useless labor. Jesus sees the fool's ambition not as a noble spiritual quest but as a pointless, burdensome task that will yield nothing but trouble. The fool is fixated on reviving the bodies of strangers while ignoring the spiritual death of his own soul—a central theme Rumi develops in the following verses. Jesus's question to God frames the fool's desire as a symptom of a deeper spiritual illness, one that defies ordinary logic and requires divine explanation.
- اسرار
- Plural of 'sirr' (secret). Here it means 'mystery' or 'secret workings,' referring to the hidden divine wisdom behind the fool's seemingly irrational and self-destructive desire.
- ابله
- A fool, a simpleton. In Rumi's vocabulary, this often denotes someone who is spiritually ignorant, captivated by external forms, and heedless of inner reality.
- بیگار
- Forced, unpaid, or fruitless labor; a thankless and pointless task. It conveys a sense of toil without any real benefit or purpose, perfectly describing the fool's ambition from Jesus's perspective.
Discussion — Ask about this beyt — answered from the Masnavi, every verse cited
Your conversation stays on this device unless you share it.
What readers asked0
No questions shared yet — yours could be the first.