Хондан› Дафтар 2› Сар оғоз› Байт 75
M2:75 — خاک درگاهت دلم را میفریفت / خاک بر وی کو ز خاکت میشکیفت
M2:75
Маъно · به زبانِ تو — Забони шумо · AI
Bait ini mengungkapkan daya pikat yang luar biasa dari ambang pintu Ilahi; merasa tertarik padanya adalah anugerah, dan berpaling darinya adalah kerugian yang memalukan.
Dalam konteks pembukaan Kitab Kedua, Rumi sedang merenungkan daya tarik Sang Kekasih (Tuhan). Ia menggambarkan bagaimana bahkan hal yang paling rendah yang terkait dengan-Nya—debu di ambang pintu-Nya (dargāh)—sudah cukup untuk memikat dan menawan hati sang pencari.
Baris pertama menyatakan ketertarikan yang tak tertahankan ini: "Debu gerbang-Mu memikat hatiku." Ini adalah gambaran kerendahan hati yang mendalam; sang pencari tidak meminta untuk masuk ke istana, tetapi hanya debu di luarnya saja sudah menjadi sumber pesona spiritual. Debu ini melambangkan jejak kehadiran Ilahi di dunia material, titik terendah dari manifestasi-Nya, namun tetap sangat berharga.
Baris kedua adalah seruan kutukan lembut: "Celakalah ia yang tak sabar dengan debu-Mu!" Ini bukan kutukan yang penuh amarah, melainkan ungkapan kesedihan atas siapa pun yang tidak dapat menghargai nilai dari hubungan yang sederhana ini. "Tak sabar" (syekīftan) berarti berpaling, menjadi gelisah, atau tidak dapat menanggung sesuatu. Dengan kata lain, Rumi menyatakan bahwa jika seseorang bahkan tidak dapat menemukan keindahan dan kepuasan dalam jejak kehadiran Tuhan yang paling sederhana sekalipun, maka ia benar-benar tersesat dan patut dikasihani.
- میشکیفت
- Bentuk lampau dari kata kerja *syekīftan*, yang berarti menjadi tidak sabar, gelisah, atau tidak tahan. Ini adalah kebalikan dari *syakībidan* (bersabar).
- درگاهت
- Gabungan dari *dargāh* (gerbang, ambang pintu, istana) dan akhiran posesif *-at* (milik-Mu). Dalam puisi sufi, ini merujuk pada ambang pintu kehadiran Ilahi.
- میفریفت
- Bentuk lampau dari kata kerja *ferīftan*, yang berarti menipu, memikat, atau menawan. Di sini, kata ini memiliki konotasi positif yaitu daya tarik yang tak tertahankan.
- خاک بر وی
- Sebuah ungkapan idiomatik yang berarti "celakalah dia!" atau "malu padanya!". Secara harfiah berarti "debu di atasnya".
جذبهی خاک درگاه تو چنان دلم را ربوده بود که هرکس در برابر این جاذبه مقاومت کند و صبور باشد، شایستهی سرزنش است.
این بیت در ادامهی توصیف مولانا از جاذبهی معشوق ازلی (یا پیر و مرشدش) آمده است. او میگوید که حتی پستترین و بیمقدارترین چیز مرتبط با معشوق، یعنی «خاک درگاه» او، چنان قدرت فریبندگی و جذابیتی دارد که دل سالک را از جا میکند و به سوی خود میکشد.
در مصرع دوم، مولانا این ایده را به نهایت میرساند. او کسی را که بتواند در برابر این کشش مقاومت کند و «شکیبایی» به خرج دهد، نفرین میکند. عبارت «خاک بر سرش» نوعی تحقیر و سرزنش است. از دیدگاه عارف عاشق، صبر و قرار در مقابل جاذبهی معشوق، نه یک فضیلت، بلکه یک نقص بزرگ و نشانهی بیذوقی و بیخبری است. عشق حقیقی، صبوری را برنمیتابد و بیقراری و تسلیم محض را طلب میکند. بنابراین، شکیبایی در اینجا به معنای دوری و بیاعتنایی است و از نظر مولانا، هرکس که بتواند از این آستان دل بکند، موجودی بیارزش است.
- میفریفت
- شیفته میکرد، میربود، اغوا میکرد
- خاک بر وی
- اصطلاحی برای نفرین و تحقیر؛ وای بر او، خاک بر سرش
- کو
- مخفف «که او»؛ کسی که
- میشکیفت
- صبر میکرد، تحمل میکرد، پرهیز میکرد
Discussion — Ask about this beyt — answered from the Masnavi, every verse cited
Your conversation stays on this device unless you share it.
What readers asked0
No questions shared yet — yours could be the first.