Magbasa› Daftar 5› Ang paghingi ng tulong ng tubig sa Diyos, malinaw ang Kanyang kaluwalhatian, pagkatapos na madumihan› Taludtod 226
M5:226 — جان سفر رفت و بدن اندر قیام / وقت رجعت زین سبب گوید سلام
M5:226
Kahulugan · به زبانِ تو — Iyong wika · AI
Ruh seorang wali (kekasih Tuhan) melakukan perjalanan spiritual meninggalkan jasadnya, dan ketika kembali, ia membawa salam dari alam ilahi.
Dalam konteks kisah ini, Rumi menyamakan ruh para wali dengan air murni yang naik ke langit untuk disucikan. Jasad mereka, seperti bumi, tetap tinggal di tempat. Perjalanan ruh ini adalah sebuah mi'raj (kenaikan spiritual) menuju Hadirat Ilahi, sebuah perjalanan yang digambarkan dalam bait sebelumnya sebagai jawaban atas seruan, "Istirahatkanlah kami, wahai Bilal!"—sebuah rujukan pada panggilan salat yang menjadi momen perjumpaan Nabi dengan Tuhan.
Ketika ruh kembali dari perjalanan surgawi ini, ia membawa serta kesucian dan kedamaian dari sumbernya. Ucapan "salam" saat kembali bukanlah sekadar sapaan biasa. Ia adalah tanda kembalinya sang musafir dari alam yang lebih tinggi, membawa berkah dan kedamaian (salam) dari Tuhan. Ini melambangkan bagaimana para wali, setelah mengalami penyucian spiritual, kembali ke dunia untuk menyucikan dan membimbing orang lain, sama seperti air hujan yang turun untuk menyegarkan bumi.
- رجعت
- Kembali; kepulangan. Dalam konteks sufi, ini merujuk pada kembalinya ruh dari perjalanan spiritual atau pengalaman ekstatis ke kesadaran biasa.
- قیام
- Berdiri tegak; tetap di tempat. Di sini, ini melambangkan keadaan jasad yang tetap berada di dunia jasmani sementara ruh berkelana.
- جان
- Ruh; jiwa; nyawa. Bagian esensial dari manusia yang bersifat non-fisik dan ilahi, yang mampu melakukan perjalanan spiritual.
Talakayan — Magtanong tungkol sa beyt na ito — sasagutin mula sa Masnavi, bawat taludtod ay tutukuyin
Ang iyong usapan ay mananatili sa device na ito maliban kung ibabahagi mo.
Mga itinanong ng mambabasa0
Wala pang naibabahaging tanong — ang sa iyo ay maaaring maging una.