Oku› Defter 3› Fil hikayesine dönüş› Beyit 156
M3:156 — ای خورندهٔ خون خلق از راه برد / تا نه آرد خون ایشانت نبرد
M3:156
Anlam · به زبانِ تو — Kendi dilin · AI
Wahai engkau yang menipu dan mengambil hak orang lain, waspadalah, karena perbuatanmu itu akan mendatangkan pembalasan yang menghancurkan.
Setelah menggambarkan pembalasan sang induk gajah yang mencium bau anaknya di mulut para musafir, Rumi beralih dari narasi untuk menyapa pembaca secara langsung. Bait ini adalah sebuah peringatan keras yang bersifat universal.
"Meminum darah sesama" adalah metafora untuk segala bentuk eksploitasi dan kezaliman, terutama merampas harta atau penghidupan orang lain secara tidak adil. Rumi menegaskan bahwa harta benda seseorang sama sucinya dengan darahnya, karena harta diperoleh dengan jerih payah dan kekuatan hidup. Mengambilnya secara zalim, entah melalui penipuan (az rāh burd) atau kekerasan, sama dengan menumpahkan darah mereka.
Peringatan ini berpuncak pada konsekuensi yang tak terhindarkan: "darah mereka"—yakni, hak yang dirampas—pada akhirnya akan menjadi musuh yang bangkit menuntut balas. Sebagaimana induk gajah menjadi kekuatan pembalas yang dahsyat bagi para pemakan anaknya, begitu pula setiap perbuatan zalim akan memicu pembalasan yang setimpal, entah di dunia ini atau di akhirat.
- خون خلق
- Secara harfiah "darah rakyat" atau "darah sesama manusia". Dalam konteks ini, istilah ini adalah metafora untuk harta, hak, atau penghidupan orang lain yang diambil secara zalim.
- از راه برد
- Sebuah frasa idiomatik yang berarti "melalui tipu daya," "dengan menyesatkan," atau "dengan cara menipu."
- نبرد
- Pertarungan, pertempuran, peperangan. Di sini melambangkan pembalasan atau konsekuensi dahsyat yang harus dihadapi oleh pelaku kezaliman.
Discussion — Ask about this beyt — answered from the Masnavi, every verse cited
Your conversation stays on this device unless you share it.
What readers asked0
No questions shared yet — yours could be the first.