Oku› Defter 3› Fil hikayesine dönüş› Beyit 167
M3:167 — گر خوری سوگند من کی خوردهام / از پیاز و سیر تقوی کردهام
M3:167
Anlam · به زبانِ تو — Kendi dilin · AI
Bait ini meniru suara orang munafik yang mencoba menutupi dosanya dengan sumpah palsu, mengklaim kesalehan yang berlebihan seolah-olah ia bahkan menghindari hal-hal kecil yang meragukan.
Dalam konteks cerita ini, Rumi menyamakan dosa-dosa batin—seperti kesombongan, ketamakan, dan nafsu—dengan makanan yang berbau tajam seperti bawang. Sebagaimana bau bawang tak bisa disembunyikan dari napas seseorang, demikian pula "bau" dari niat buruk dan akhlak tercela akan tercium dalam ucapan dan tindakan, betapapun kerasnya ia berusaha menutupinya.
Bait ini adalah ucapan si pendosa itu sendiri. Ketika dituduh melakukan kesalahan besar (dalam cerita aslinya, memakan bayi gajah), ia tidak hanya menyangkal, tetapi juga bersumpah sambil menampilkan citra kesalehan yang ekstrem. Ia berkata, "Aku bahkan menjaga diri dari bawang dan bawang putih!"—makanan yang halal namun berbau—untuk menyiratkan bahwa mustahil ia melakukan dosa yang lebih besar.
Ironisnya, menurut Rumi, sumpah palsu itu sendiri mengeluarkan bau busuk yang lebih tajam, yang membongkar kebohongannya di hadapan orang-orang yang memiliki kepekaan rohani. Sumpah itu menjadi bukti kejahatannya, bukan sanggahan.
- تقوی کردهام
- Secara harfiah, "aku telah melakukan takwa". Ini adalah ungkapan yang berarti "aku telah menjaga kesucian/kesalehan" atau "aku telah menjauhkan diri dari (sesuatu yang dilarang atau tidak disukai)".
- سوگند
- Sumpah. Dalam konteks ini, sumpah yang diucapkan untuk menyangkal sebuah tuduhan.
Discussion — Ask about this beyt — answered from the Masnavi, every verse cited
Your conversation stays on this device unless you share it.
What readers asked0
No questions shared yet — yours could be the first.