Читати› Daftar 2› Супутник Іси, мир йому, просить Ісу, мир йому, оживити кістки› Бейт 142
M2:142 — گفت ای همراه آن نام سنی / که بدان مرده تو زنده میکنی
M2:142
Значення · به زبانِ تو — Вашою мовою · AI
Seorang teman seperjalanan yang bodoh meminta Isa untuk memberitahukan kepadanya Nama Tuhan yang Agung, yang Isa gunakan untuk membangkitkan orang mati.
Dalam kisah ini, seorang lelaki dungu menemani Isa a.s. dalam perjalanannya. Mereka menemukan tumpukan tulang belulang di sebuah lubang yang dalam. Terpesona oleh mukjizat Isa, lelaki itu langsung meminta untuk diajarkan "nama agung" (nām-e sanī)—yakni, Nama Tuhan Yang Tersembunyi—yang menjadi sumber kekuatan spiritual Isa untuk menghidupkan kembali yang telah mati.
Permintaan ini, meskipun tampak saleh, lahir dari kebodohan dan kesombongan spiritual. Ia melihat kekuatan ilahi sebagai sebuah teknik atau mantra yang bisa dipelajari dan digunakan sesuka hati, bukan sebagai anugerah yang datang dari kesucian batin dan kedekatan dengan Tuhan. Rumi menggunakan permintaan ini untuk menunjukkan kesenjangan antara keinginan dangkal untuk memiliki kekuatan spiritual dan kesiapan jiwa yang sesungguhnya, yang membutuhkan pemurnian selama bertahun-tahun.
- سنی
- Agung, luhur, mulia. Merujuk pada ketinggian dan keagungan Nama Tuhan yang digunakan oleh Isa untuk melakukan mukjizat.
- همراه
- Sahabat, teman seperjalanan, rekan. Dalam konteks ini, ini adalah panggilan si dungu kepada Isa a.s.
Jesus's foolish companion asks him to reveal the divine Name he uses to perform the miracle of resurrection.
This couplet marks the foolish companion's initial, naive request to Jesus. Having seen a pile of ancient bones, he is captivated not by the spiritual reality behind resurrection, but by the desire to possess the tool for the miracle. He sees the divine Name as a kind of magical formula that can be learned and deployed, like a spell.
The companion's focus on the nām (Name) rather than the spiritual state required to invoke it is the core of his folly. Rumi uses this story to explore the difference between true spiritual authority, which flows from one's inner being and purity, and the superficial desire for power and control. Jesus's subsequent refusal highlights that divine secrets are not transferable bits of information but are entrusted only to those whose souls have been purified over lifetimes to handle such power responsibly. The companion wants the 'what' (the Name) without understanding the 'who' (the state of the speaker).
- سنی
- Sanī. An Arabic adjective meaning lofty, sublime, exalted, or high-ranking. It emphasizes the sacred and powerful nature of the divine Name being discussed.
- همراه
- Hamrāh. Literally 'one who shares the road'; companion, fellow traveler. Here it refers to the foolish man accompanying Jesus on his journey.
Обговорення — Запитайте про цей бейт — відповіді з «Маснаві», кожен вірш цитується
Ваша розмова залишається на цьому пристрої, доки ви нею не поділитеся.
Про що питали читачі0
Ще ніхто не ділився запитаннями — ваше може бути першим.