M3:154 — در زمان او یک به یک را زان گروه / میدرانید و نبودش زان شکوه
M3:154
含義 · به زبانِ تو — 您的語言 · AI
Induk gajah itu langsung membunuh para musafir yang telah memakan anaknya, satu demi satu, dengan penuh amarah dan tanpa ragu-ragu.
Bait ini menggambarkan puncak pembalasan dalam kisah tersebut. Setelah mengidentifikasi para pelaku melalui bau mulut mereka, induk gajah tidak menunjukkan belas kasihan. Tindakannya yang cepat, brutal, dan tanpa keraguan (shokūh) menggarisbawahi kekuatan alamiah dari keadilan retributif. Gajah tersebut tidak lagi sekadar hewan, melainkan perwujudan dari akibat yang tak terhindarkan dari perbuatan keji.
Dalam kerangka alegoris Rumi, adegan ini berfungsi sebagai peringatan yang gamblang. Memakan daging gajah muda melambangkan tindakan zalim dan eksploitatif—secara khusus, seperti yang dijelaskan dalam bait-bait berikutnya, memakan harta orang lain secara tidak sah, yang Rumi samakan dengan meminum darah mereka. Pembalasan sang induk gajah adalah metafora untuk hukum sebab-akibat ilahi atau karma: setiap tindakan kezaliman akan memancing reaksi yang setimpal dan dahsyat. Bau di mulut adalah jejak dosa yang tak terhapuskan, yang pada akhirnya akan mengungkap si pelaku kepada sang penuntut balas.
- شکوه
- Secara harfiah berarti 'keagungan' atau 'kemegahan'. Dalam konteks ini, kata ini bermakna 'rasa gentar', 'keraguan', atau 'ketakutan' yang mungkin dirasakan saat berhadapan dengan sesuatu yang besar atau agung. Gajah itu tidak merasakan gentar sedikit pun saat menghancurkan kelompok manusia tersebut.
- میدرانید
- Bentuk lampau kontinu dari kata kerja 'daranidan', yang berarti 'mencabik-cabik', 'merobek hingga hancur'. Kata ini menggambarkan kebrutalan dan kekerasan dari serangan gajah tersebut.
- در زمان
- Frasa yang berarti 'seketika itu juga', 'pada saat itu juga'. Menekankan kecepatan dan kedekatan waktu dari tindakan pembalasan setelah identifikasi pelaku.
討論 — 就此詩節提問——答案源自《瑪斯納維》,每節詩句皆有引證
除非您分享,否則您的對話僅會留在此裝置上。
讀者們的提問0
尚無分享的提問——您的提問或可為濫觴。