M3:161 — آنک یابد بوی حق را از یمن / چون نیابد بوی باطل را ز من
M3:161
含義 · به زبانِ تو — 您的語言 · AI
Jika seseorang yang memiliki kepekaan rohani dapat merasakan keharuman kebenaran dari jarak yang sangat jauh, maka ia pasti dapat pula mencium bau busuk dari dosa dan kepalsuan seseorang yang berada di dekatnya.
Dalam kisah ini, induk gajah dapat melacak para pembunuh anaknya melalui penciuman. Rumi mengangkat peristiwa ini menjadi sebuah perumpamaan rohani. Ia merujuk pada sebuah hadis terkenal di mana Nabi Muhammad ﷺ merasakan "aroma Sang Maha Pengasih" dari arah Yaman, tempat tinggal seorang mistikus bernama Uwais al-Qarani yang belum pernah beliau temui secara fisik.
Bait ini menggunakan logika perbandingan yang tajam: Jika Nabi, atau siapa pun yang tercerahkan, dapat merasakan keharuman kesalehan sejati dari jarak ratusan mil, bagaimana mungkin ia tidak dapat mendeteksi bau busuk dari kepalsuan, dosa, dan niat buruk (bāṭil) yang terpancar dari diri kita yang berada di hadapannya? Sama seperti induk gajah yang mencium jejak anaknya pada para pembunuh, para kekasih Tuhan pun dapat merasakan "aroma" dari keadaan batin seseorang.
Dengan demikian, Rumi mengingatkan bahwa perbuatan dan niat kita, baik maupun buruk, memancarkan jejak spiritual yang dapat dirasakan oleh mereka yang memiliki "penciuman" batin. Tidak ada yang benar-benar tersembunyi dari pandangan Ilahi atau dari para wali-Nya.
- حق
- Kebenaran, Realitas Sejati. Salah satu nama Tuhan dalam Islam, merujuk pada apa yang hakiki dan abadi, lawan dari kebatilan.
- یمن
- Yaman. Merujuk pada hadis Nabi Muhammad ﷺ tentang Uwais al-Qarani, di mana beliau merasakan "Nafas ar-Rahman" (aroma Sang Maha Pengasih) dari arah Yaman.
- باطل
- Kebatilan, kepalsuan, kesia-siaan. Lawan dari *Haqq* (Kebenaran). Merujuk pada segala sesuatu yang tidak nyata, tidak benar, atau bertentangan dengan kehendak Tuhan.
討論 — 就此詩節提問——答案源自《瑪斯納維》,每節詩句皆有引證
除非您分享,否則您的對話僅會留在此裝置上。
讀者們的提問0
尚無分享的提問——您的提問或可為濫觴。