M3:166 — بوی کبر و بوی حرص و بوی آز / در سخن گفتن بیاید چون پیاز
M3:166
含義 · به زبانِ تو — 您的語言 · AI
Sifat-sifat batin yang buruk seperti kesombongan, ketamakan, dan kerakusan akan selalu tercium dalam perkataan seseorang, sama seperti bau bawang yang tak bisa disembunyikan.
Dalam bagian ini, Rumi melanjutkan perumpamaan tentang "bau" spiritual. Setelah menjelaskan bahwa perbuatan terlarang (haram) mengeluarkan bau busuk yang naik ke langit, ia kini memfokuskan pada bagaimana sifat-sifat batin yang tercela menampakkan diri.
Kesombongan (kibr), ketamakan (hirsh), dan kerakusan (az) bukanlah tindakan sesaat, melainkan kondisi jiwa yang mengakar. Rumi menyatakan bahwa sifat-sifat ini—betapapun seseorang berusaha menyembunyikannya—akan merembes keluar melalui medium yang paling umum: ucapan. Perkataan seseorang menjadi cermin dari keadaan hatinya.
Perumpamaan bawang sangatlah tepat. Seseorang bisa saja menyangkal telah memakan bawang, tetapi napasnya akan membongkar kebohongannya. Demikian pula, seseorang mungkin berbicara tentang kerendahan hati, tetapi nada, pilihan kata, dan semangat di balik ucapannya akan memancarkan bau kesombongan yang menyengat. Bagi mereka yang memiliki "penciuman" spiritual, kebusukan batin ini tidak dapat ditutup-tutupi. Ucapan menjadi saksi yang jujur atas apa yang tersembunyi di dalam kalbu.
- کبر
- Kibr. Kesombongan; keangkuhan; merasa diri lebih unggul dari orang lain. Salah satu sifat tercela yang paling dibenci dalam etika Sufi.
- حرص
- Hirsh. Ketamakan; keinginan yang tak pernah puas untuk mengumpulkan harta atau hal-hal duniawi.
- آز
- Az. Kerakusan; nafsu atau hasrat yang kuat dan tak terkendali, sering kali merujuk pada keserakahan yang membabi buta.
- پیاز
- Piyaz. Bawang. Digunakan sebagai metafora untuk sesuatu yang baunya kuat, menembus, dan sulit disembunyikan setelah dikonsumsi.
討論 — 就此詩節提問——答案源自《瑪斯納維》,每節詩句皆有引證
除非您分享,否則您的對話僅會留在此裝置上。
讀者們的提問0
尚無分享的提問——您的提問或可為濫觴。