阅读› 卷 2› 捕蛇者从另一个捕蛇者那里偷走了一条蛇› 诗联 140
M2:140 — بس دعاها کان زیانست و هلاک / وز کرم مینشنود یزدان پاک
M2:140
释义 · به زبانِ تو — 你的语言 · AI
Muchas de las cosas que pedimos en oración nos harían daño, por lo que Dios, en su misericordia, no nos las concede.
Este verso concluye la anécdota del encantador de serpientes. Un ladrón le roba su serpiente, y el encantador, creyendo haber sufrido una gran pérdida, reza fervientemente para encontrar al ladrón y recuperar su reptil. Sin embargo, la serpiente acaba matando al ladrón. Al descubrirlo, el encantador se da cuenta de que lo que él percibía como una desgracia —el robo— fue en realidad su salvación, y que la respuesta a sus plegarias habría sido su propia muerte.
Rumi utiliza esta historia para ilustrar una idea central en el pensamiento sufí: la limitada perspectiva humana. A menudo, deseamos con vehemencia cosas que, si se nos concedieran, nos llevarían a la ruina (halāk). Lo que consideramos una ganancia puede ser una pérdida, y viceversa. La "sordera" de Dios ante tales plegarias no es un signo de indiferencia, sino de su suprema generosidad (karam). Es un acto de protección divina, una gracia que nos resguarda de las consecuencias de nuestra propia ignorancia.
El verso nos invita a confiar en la sabiduría divina por encima de nuestros propios deseos. La verdadera oración no consiste en dictar a Dios lo que debe hacer, sino en entregarse a Su voluntad, aceptando que Su plan es más sabio que el nuestro, incluso cuando no lo comprendemos.
- زیان
- Pérdida, daño, perjuicio. Aquí se contrasta con lo que el suplicante cree que es un beneficio.
- هلاک
- Ruina, perdición, aniquilación. Una palabra fuerte que subraya el peligro mortal que pueden esconder nuestros deseos.
- کرم
- Generosidad, gracia, nobleza. Describe el motivo por el cual Dios no escucha ciertas plegarias; es un acto de bondad, no de desdén.
- یزدان پاک
- El Dios puro/inmaculado. 'Yazdān' es un antiguo nombre persa para Dios, proveniente del zoroastrismo, que Rumi usa junto a términos árabes. 'Pāk' (puro) enfatiza Su santidad y benevolencia.
Banyak doa yang kita panjatkan sebenarnya akan merugikan kita, maka Tuhan, karena kasih sayang-Nya, tidak mengabulkannya.
Bait ini adalah puncak perenungan dari kisah seorang penjinak ular yang ularnya dicuri. Si penjinak ular sebelumnya selalu berdoa agar bisa menemukan si pencuri dan merebut kembali ularnya. Namun, ternyata ular itu justru membunuh si pencuri, menyelamatkan si penjinak ular dari bahaya yang tak ia sadari.
Kisah ini menjadi perumpamaan bagi Rumi untuk menjelaskan sebuah kebenaran spiritual yang mendalam: tidak semua doa yang tidak terkabul adalah sebuah kerugian. Terkadang, penolakan Tuhan adalah bentuk perlindungan dan kemurahan hati-Nya yang terbesar. Manusia, dengan pengetahuannya yang terbatas, sering kali meminta sesuatu yang ia anggap baik, padahal jika dikabulkan, hal itu justru akan membawa bencana (halāk). Tuhan, dalam Kebijaksanaan-Nya yang tak terbatas, melihat akibat dari setiap permohonan. Ketika Dia tidak mengabulkan doa semacam itu, itu bukanlah karena Dia abai, melainkan justru karena Kemurahan (karam) dan Kasih-Nya yang murni.
Dengan demikian, bait ini mengajarkan sikap tawakal dan penerimaan terhadap ketetapan ilahi. Apa yang kita anggap sebagai "kerugian"—seperti doa yang ditolak—bisa jadi sesungguhnya adalah "keuntungan" terbesar kita, sebuah berkah tersembunyi yang melindungi kita dari celaka yang tak terlihat.
- زیان
- Kerugian, kehilangan, mudarat.
- هلاک
- Kebinasaan, kehancuran, celaka, kematian.
- کرم
- Kemurahan hati, kedermawanan, anugerah. Dalam konteks sufi, ini adalah salah satu sifat utama Tuhan yang memberi tanpa pamrih.
- یزدان پاک
- Tuhan Yang Suci. 'Yazdān' adalah sebutan kuno dalam bahasa Persia untuk Tuhan, sering digunakan dalam puisi untuk nuansa yang agung dan klasik.
Discussion — Ask about this beyt — answered from the Masnavi, every verse cited
Your conversation stays on this device unless you share it.
What readers asked0
No questions shared yet — yours could be the first.