Lue› Daftar 3› Paluu elefantin tarinaan› Säepari 148
M3:148 — پس بیفتادند و خفتند آن همه / وان گرسنه چون شبان اندر رمه
M3:148
Merkitys · به زبانِ تو — Oma kielesi · AI
Setelah makan daging gajah, para musafir itu jatuh tertidur, sementara satu-satunya orang yang menahan lapar tetap terjaga, mengawasi mereka seperti seorang gembala.
Dalam kisah ini, sekelompok musafir yang diperingatkan agar tidak serakah justru menemukan dan memakan seekor anak gajah. Ayat ini menggambarkan akibat langsung dari tindakan mereka: rasa kenyang jasmani membawa mereka pada kelengahan rohani, yang dilambangkan dengan tidur lelap.
Sebaliknya, satu orang yang mendengarkan nasihat dan menahan laparnya tetap terjaga. Rumi menggambarkannya sebagai "gembala di tengah kawanan domba" (syabān andar ramah). Ini adalah citra yang kuat: para musafir yang lain, yang telah menyerah pada nafsu hewani mereka, kini tak ubahnya seperti kawanan ternak yang tak sadar akan bahaya yang mendekat. Orang yang terjaga, karena kesadaran dan pengendalian dirinya, menjadi pelindung dan saksi atas nasib kawanannya.
Ayat ini menjadi titik balik dalam cerita, memisahkan antara kesadaran yang lahir dari pengekangan diri dengan ketidaksadaran yang diakibatkan oleh pemuasan nafsu. Tidur di sini bukanlah istirahat, melainkan simbol kematian spiritual sesaat sebelum datangnya kematian fisik yang akan menimpa mereka.
- شبان
- Gembala; penjaga ternak.
- رمه
- Kawanan ternak, biasanya domba atau kambing.
Keskustelu — Kysy tästä säeparista – vastaukset Masnavista, jokainen säe viitattuna
Keskustelusi säilyy tällä laitteella, ellet jaa sitä.
Mitä lukijat kysyivät0
Kysymyksiä ei ole vielä jaettu – omasi voisi olla ensimmäinen.