Leer› Libro 2› Un encantador de serpientes roba una serpiente a otro encantador› Verso 136
M2:136 — وا رهید آن مارگیر از زخم مار / مار کشت آن دزدِ او را زار زار
M2:136
Significado · به زبانِ تو — Tu idioma · AI
El encantador de serpientes, a quien le robaron su peligrosa serpiente, fue salvado por ese mismo robo, ya que la serpiente terminó matando al ladrón.
Este verso es el punto de inflexión en una breve parábola sobre la percepción y el destino. Un ladrón, pensando que ha hecho un gran negocio, le roba una serpiente a un encantador de serpientes profesional. El encantador, que sabe cómo manejar a la criatura, se lamenta por su pérdida. Sin embargo, el destino se revela de una manera inesperada: la ignorancia del ladrón sobre la naturaleza de la serpiente lo lleva a la muerte, mientras que el encantador, al perder lo que creía valioso, en realidad se salva de un peligro futuro.
El verso opera en dos niveles. Literalmente, narra el resultado irónico de un robo. Simbólicamente, explora un tema central en el Masnavi: la incapacidad humana para discernir el verdadero bien del mal en los acontecimientos de la vida. Lo que parece ser una pérdida (el robo de la serpiente) resulta ser una bendición oculta, y lo que parece ser una ganancia (el botín del ladrón) es en realidad una calamidad fatal.
En los versos siguientes, Rumi hace explícita esta lección. El encantador de serpientes, al encontrar el cadáver del ladrón, se da cuenta de que sus oraciones para recuperar la serpiente eran, en esencia, una petición de su propia destrucción. Agradece a Dios que su oración no fuera respondida. El incidente se convierte en una enseñanza sobre la sumisión a la sabiduría divina, que a menudo opera de maneras que contradicen nuestros deseos y juicios superficiales.
- وا رهید
- Fue liberado, se salvó de. Una forma verbal que indica liberación o escape de un peligro.
- زار زار
- Miserablemente, penosamente. Una reduplicación adverbial que intensifica el sufrimiento, el llanto o una muerte dolorosa.
Pawang ular itu terselamatkan dari gigitan ularnya, sementara ular yang sama justru membunuh si pencuri yang telah mengambilnya secara menyedihkan.
Bait ini adalah titik balik dalam sebuah cerita pendek tentang berkah tersembunyi. Seorang pencuri mencuri seekor ular dari seorang pawang, mengira ia telah mendapatkan harta karun. Kenyataannya, ia telah mencuri kematiannya sendiri. Sang pawang, yang pada awalnya merasa kehilangan, justru diselamatkan dari bahaya yang melekat pada pekerjaannya.
Rumi menggunakan ironi yang tajam ini untuk menggambarkan sebuah prinsip spiritual yang lebih dalam: apa yang tampak sebagai kerugian atau musibah sering kali merupakan bentuk perlindungan ilahi. Sang pawang, yang mungkin akan berdoa agar ularnya kembali, diselamatkan justru karena doanya tidak terkabul. Sebaliknya, si pencuri mendapatkan apa yang ia inginkan—ular itu—dan hal itu membawanya pada kehancuran.
Dengan demikian, bait ini berfungsi sebagai inti dari pelajaran yang lebih besar: bahwa manusia memiliki pengetahuan yang terbatas tentang apa yang benar-benar baik atau buruk bagi dirinya. Sering kali, apa yang kita anggap sebagai kerugian ternyata adalah keuntungan, dan apa yang kita kejar sebagai keuntungan ternyata adalah malapetaka. Ini adalah sebuah ajakan untuk berserah diri pada kearifan takdir yang lebih tinggi, yang terkadang menolak keinginan kita demi kebaikan kita sendiri.
- زار زار
- Secara menyedihkan, dengan merana, dengan sengsara. Sebuah ungkapan Persia untuk menggambarkan kematian atau penderitaan yang hebat dan menyakitkan.
- وا رهید
- Telah diselamatkan, telah dibebaskan. Bentuk lampau dari kata kerja 'warahīdan' yang berarti 'melarikan diri dari' atau 'terbebas dari' suatu bahaya.
- مارگیر
- Pawang ular, penangkap ular. Seseorang yang profesinya menangani ular, sering kali untuk pertunjukan atau pengobatan.
Discussion — Ask about this beyt — answered from the Masnavi, every verse cited
Your conversation stays on this device unless you share it.
What readers asked0
No questions shared yet — yours could be the first.