Leer› Libro 3› Continuación de la historia de los que se metieron con las crías de elefante› Verso 124
M3:124 — عمر تو مانند همیان زرست / روز و شب مانند دینار اشمرست
M3:124
Significado · به زبانِ تو — Tu idioma · AI
Bait ini menggambarkan hidup sebagai modal berharga (sekantong emas) yang terus-menerus dihabiskan oleh waktu (siang dan malam) yang tak henti-hentinya menghitung dan mengambilnya.
Rumi menyajikan sebuah perumpamaan yang kuat untuk menyadarkan kita akan hakikat waktu dan kehidupan. Usia diibaratkan sebagai hamyān, sebuah kantong uang atau pundi-pundi yang berisi emas. Ini adalah modal awal kita, kekayaan kita yang terbatas dan tak tergantikan.
Sementara itu, silih bergantinya siang dan malam diumpamakan sebagai dīnār-ashmur, seorang penghitung koin atau kasir. Tanpa henti dan tanpa perasaan, sang waktu terus mengambil satu koin (satu hari) dari pundi-pundi kita. Proses ini, seperti yang dijelaskan di bait berikutnya, terus berjalan tanpa jeda hingga kantong itu kosong dan terjadilah "gerhana" (kematian).
Dalam konteks nasihat yang lebih luas, perumpamaan ini berfungsi sebagai peringatan mendesak. Jika kita hanya mengambil dari gunung tanpa pernah mengisinya kembali, gunung itu pun akan runtuh. Demikian pula, setiap hari yang berlalu harus diisi dengan sesuatu yang berharga—amal saleh, ibadah, dan penyucian diri—sebagai ganti "dinar" yang telah dihabiskan. Tanpa "setoran" rohani ini, kita akan bangkrut saat modal usia kita habis.
- همیان
- Pundi-pundi, kantong uang, atau sabuk yang digunakan untuk menyimpan koin emas atau perak.
- زر
- Emas; dalam konteks ini melambangkan modal kehidupan yang berharga dan terbatas.
- دینار اشمر
- Secara harfiah, 'penghitung dinar'. Mengacu pada kasir, penukar uang, atau siapa pun yang tugasnya menghitung dan mengeluarkan koin. Di sini, ini adalah metafora untuk waktu (siang dan malam) yang tanpa henti mengurangi jatah usia.
عمر تو سرمایهای گرانبها مانند کیسهای پر از سکههای طلاست، و گذر شب و روز بیوقفه در حال کاستن از این سرمایه است.
مولانا در این بیت برای روشن کردن مفهوم فناپذیری و گذرا بودن عمر، از یک تمثیل قدرتمند استفاده میکند. او عمر انسان را به «همیان زر» یا کیسهای پر از سکههای طلا تشبیه میکند که سرمایهای ارزشمند و محدود است. سپس، گذر زمان (روز و شب) را به «دینار اشمر» یا حسابداری تشبیه میکند که بیوقفه و بیرحمانه در حال شمردن و خرج کردن این سکههاست.
این تصویرسازی، غفلت انسان را به خوبی نشان میدهد. ما اغلب تصور میکنیم که عمر، منبعی بیپایان است، در حالی که این «حسابدار» بیتوجه به خواست ما، هر لحظه از سرمایهی ما میکاهد. بیت بعدی این ایده را تکمیل میکند: «میشمارد میدهد زر بیوقوف / تا که خالی گردد و آید خسوف». یعنی این خرج شدن تا خالی شدن کامل کیسه و فرارسیدن تاریکی (مرگ) ادامه دارد.
پیام اصلی این بیت، هشداری است برای بیدار شدن از غفلت و درک ارزش واقعی لحظهلحظهی زندگی. مولانا از ما میخواهد که پیش از آنکه سرمایهی عمر به پایان برسد، از آن برای مقصودی والا و معنوی استفاده کنیم و به جای تلف کردن آن، برای هر لحظهی از دسترفته، «عوضی» شایسته (مانند عبادت و معرفت) جایگزین کنیم.
- همیان
- کیسهی پول، کیسهی زر
- دینار اشمر
- شمارندهی دینار، حسابدار، صراف
Discussion — Ask about this beyt — answered from the Masnavi, every verse cited
Your conversation stays on this device unless you share it.
What readers asked0
No questions shared yet — yours could be the first.