Baca› Kitab 2› Sahabat Isa as meminta Isa as untuk menghidupkan kembali tulang-tulang› Bait 154
M2:154 — گر گلی گیرد به کف خاری شود / ور سوی یاری رود ماری شود
M2:154
Makna · به زبانِ تو — Bahasamu · AI
Bagi orang yang secara batiniah telah rusak dan celaka, setiap hal baik yang ia sentuh akan berubah menjadi keburukan, dan setiap hubungan tulus yang ia masuki akan ia racuni.
Bait ini adalah bagian dari jawaban Tuhan kepada Nabi Isa (Yesus) mengenai teman seperjalanannya yang bodoh. Sang teman mendesak Isa untuk menghidupkan kembali tulang-belulang, sebuah tindakan sia-sia yang menunjukkan bahwa ia sama sekali tidak peduli pada keselamatan jiwanya sendiri. Tuhan menjelaskan bahwa orang ini adalah perwujudan dari idbār—keberpalingan dari Tuhan dan penolakan terhadap rahmat.
Akibat dari keberpalingan ini, sifatnya menjadi terbalik. Ia memiliki "Midas touch" yang negatif: apa pun yang indah dan murni, seperti sekuntum mawar, berubah menjadi sesuatu yang menyakitkan dan jelek (duri) di tangannya. Demikian pula, alih-alih mencari manfaat dari persahabatan yang tulus (seperti persahabatannya dengan Nabi Isa), ia justru menjadi ancaman yang berbisa (ular) bagi sahabatnya. Ini bukanlah nasib yang dipaksakan, melainkan hasil alami dari "benih duri" yang telah ia tanam dalam dirinya sendiri, seperti yang disebutkan pada bait sebelumnya. Sifatnya telah menjadi alkimia kejahatan, yang mengubah emas menjadi logam biasa, berlawanan dengan orang-orang saleh yang mengubah keburukan menjadi kebaikan.
- یار
- Secara harfiah berarti 'teman' atau 'penolong'. Dalam konteks sufi, istilah ini sering kali merujuk pada sahabat spiritual, seorang guru, atau bahkan Tuhan sendiri. Di sini, ia melambangkan hubungan yang tulus dan berpotensi membawa berkah.
- به کف
- Frasa yang berarti 'di telapak tangan' atau 'dalam genggaman'. Ini menyiratkan kepemilikan atau interaksi yang dekat dan pribadi.
Due to his corrupt inner nature, this man transforms everything good he encounters into something harmful and poisonous.
This couplet describes the spiritual state of Jesus's foolish companion, who demands the power to resurrect the dead without having purified his own soul. God explains to Jesus that this man's essence is one of idbār (aversion, spiritual decline). His nature is like a reverse alchemy: instead of turning base metals into gold, he turns gold into base metals.
The imagery is stark and direct. A rose, a symbol of beauty and divine love, turns into a thorn in his hand, something that wounds. A friend (yār), a source of companionship and spiritual aid, is met not with friendship but with the man himself becoming a snake (mār), a creature of poison and treachery. Rumi is illustrating a core principle: one's inner state determines the outcome of one's actions and perceptions. For the spiritually corrupt, even the most beautiful and beneficial things become instruments of harm, both to themselves and to others.
- یاری
- A friend, beloved, or helper. In Sufi contexts, it often refers to a spiritual guide or a companion on the path, a source of support and love.
- کف
- Literally 'palm' or 'hand'. The phrase 'به کف گیرد' means 'to take into one's hand' or 'to grasp'.
Discussion — Ask about this beyt — answered from the Masnavi, every verse cited
Your conversation stays on this device unless you share it.
What readers asked0
No questions shared yet — yours could be the first.