Baca› Kitab 3› Kembali ke kisah gajah› Bait 147
M3:147 — از کبابش مانع آمد آن سخن / بخت نو بخشد تو را عقل کهن
M3:147
Makna · به زبانِ تو — Bahasamu · AI
Peringatan sang darwis mencegah salah seorang musafir memakan daging anak gajah itu; kebijaksanaan yang matang akan mendatangkan keberuntungan baru yang tak terduga.
Bait ini adalah titik balik dalam kisah tentang para musafir yang kelaparan. Setelah diperingatkan oleh seorang fakir untuk tidak memangsa anak gajah, mereka tetap melakukannya. Namun, satu orang di antara mereka mengingat nasihat tersebut—itulah "ucapan" atau "kebijaksanaan lama" (‘aql-e kohan) yang dimaksud.
Nasihat itu menjadi penghalang batiniah yang mencegahnya ikut serta dalam pesta daging panggang. Tindakannya menahan diri, yang lahir dari kepatuhan pada kebijaksanaan, secara langsung menghasilkan "nasib yang cemerlang" (bakht-e naw). Dalam beberapa bait berikutnya, induk gajah yang marah datang dan membunuh semua orang yang telah memakan anaknya, tetapi ia mencium bau mulut orang yang berpuasa ini dan membiarkannya hidup. Rumi menunjukkan bahwa kebijaksanaan sejati—yang sering kali tampak kuno atau tidak relevan—adalah pelindung paling ampuh dan sumber keberuntungan yang sesungguhnya, yang menyelamatkan seseorang dari bencana yang disebabkan oleh nafsu sesaat.
- بخت نو
- Nasib baru, keberuntungan baru. Mengacu pada keselamatan tak terduga yang diterima oleh musafir yang patuh pada nasihat.
- عقل کهن
- Akal yang tua/kuno; kebijaksanaan yang matang dan teruji oleh waktu. Dalam konteks ini, merujuk pada nasihat sang fakir yang diindahkan.
- مانع آمد
- Menjadi penghalang, mencegah. Frasa ini menggambarkan bagaimana sebuah ucapan dapat berfungsi sebagai perisai batin yang menahan seseorang dari tindakan yang merusak.
Discussion — Ask about this beyt — answered from the Masnavi, every verse cited
Your conversation stays on this device unless you share it.
What readers asked0
No questions shared yet — yours could be the first.