Baca› Kitab 3› Kembali ke kisah gajah› Bait 152
M3:152 — مر لب هر خفتهای را بوی کرد / بوی میآمد ورا زان خفته مرد
M3:152
Makna · به زبانِ تو — Bahasamu · AI
Induk gajah itu memeriksa setiap pengembara yang tertidur dengan mengendus mulut mereka, dan ia mendapati bau anaknya pada mereka yang telah memakannya.
Setelah memastikan bahwa satu-satunya orang yang terjaga tidak bersalah, induk gajah kini beralih kepada rombongan yang tertidur lelap. Ia memeriksa mereka satu per satu dengan cara yang sama: mengendus mulut mereka.
Tidak seperti orang pertama, dari mulut para pengembara yang tidur ini tercium bau daging anaknya yang telah mereka santap. Bau ini menjadi bukti kejahatan mereka, tanda tak terbantahkan yang menyulut pembalasan sang induk. Dalam narasi Rumi, tindakan lahiriah—apa yang kita makan, apa yang kita katakan—meninggalkan jejak yang tak terlihat namun dapat terdeteksi, seperti aroma di napas. Dosa bukanlah konsep abstrak, melainkan substansi yang membekas dan pada akhirnya akan mengungkap dirinya sendiri.
- مر
- Partikel kuno dalam bahasa Persia, sering kali digunakan untuk menandai objek langsung dalam sebuah kalimat. Dalam bahasa modern, penggunaannya sudah jarang.
- ورا
- Bentuk ringkas dari 'او را' (ū rā), yang berarti 'kepadanya' atau 'untuknya'. Di sini merujuk pada sang induk gajah.
- زان
- Bentuk ringkas dari 'از آن' (az ān), yang berarti 'dari itu' atau 'dari mereka itu'.
Discussion — Ask about this beyt — answered from the Masnavi, every verse cited
Your conversation stays on this device unless you share it.
What readers asked0
No questions shared yet — yours could be the first.