Baca› Kitab 1› Bagian 17 ← sebelumnya · berikutnya →
بخش ۱۷ - قصهٔ دیدن خلیفه لیلی را
Kisah Khalifah melihat Layla
- M1:412 گفت لیلی را خلیفه، کان توی؟کز تو مجنون شد پریشان و غَوی؟ Sang Khalifah bertanya pada Layla, 'Jadi inikah engkau?''Yang membuat Majnun kalut dan meratap pilu?'Bait ini mengisahkan pertemuan Khalifah dengan Layla, di mana sang Khalifah terkejut melihat penampilan Layla yang biasa saja dan mempertanyakan bagaimana Majnun bisa begitu tergila-gila padanya. ❋
- M1:413 از دگر خوبان تو افزون نیستی!گفت: خامش، چون تو مجنون نیستی “Dari jelita lain, kau tiada lebih!”Ia menyahut, “Diam, sebab kau bukan Majnun!”Bait ini mengisahkan dialog di mana Khalifah, yang tidak terkesan oleh penampilan Layla, mempertanyakan mengapa Majnun begitu terpikat padanya. Jawaban singkat Layla menegaskan bahwa kecantikan sejatinya hanya dapat dilihat melalui mata seorang pencinta, karena cinta mengubah cara pandang. ❋
- M1:414 هر که بیدارست او در خوابترهست بیداریش از خوابش بتر Siapa pun yang terjaga, ia lebih lelap tertidur,Kesadarannya itu lebih buruk dari tidurnya.Bait ini merujuk pada kesadaran duniawi yang lahir dari kelalaian dan pengejaran materi. Kesadaran semacam ini bukan hanya tak berguna, tetapi bahkan lebih merusak daripada tidur yang sebenarnya. ❋
- M1:415 چون بحق بیدار نبود جانِ ماهست بیداری چو در بندان ما Sebab jiwa kita tak terjaga dalam Kebenaran,keadaan terjaga kita laksana dalam belenggu tahanan.Jika batin atau jiwa kita belum mencapai kesadaran sejati, maka apa yang kita anggap sebagai 'terjaga' sesungguhnya hanyalah bentuk lain dari keterikatan, kelalaian, atau kelanjutan dari tidur. ❋
- M1:416 جان همه روز از لگدکوب خیالوز زیان و سود وز خوفِ زوال Jiwa sepanjang hari terinjak-injak oleh khayal,oleh untung dan rugi, dan oleh ketakutan akan sirna.Jiwa manusia terus-menerus diserang oleh gempuran pikiran duniawi, kecemasan akan untung-rugi, dan ketakutan akan kefanaan, yang membuatnya kehilangan ketenangan dan menyimpang dari jalan sejatinya. ❋
- M1:417 نی صفا میماندش نی لطف و فَرنی به سوی آسمان راهِ سفر Tiada lagi tersisa kejernihan, tiada kelembutan dan kemuliaan,Tiada pula jalan pengembaraan menuju angkasa raya.Ketika jiwa manusia terjerat dalam urusan, pikiran, dan angan-angan duniawi, ia kehilangan kejernihan dan kesegarannya, lalu melupakan jalan hakiki perjalanan ruhaniahnya kembali ke Sang Asal. ❋
- M1:418 خفته آن باشد که او از هر خیالدارد اومید و کند با او مَقال Tertidur adalah ia yang dari setiap khayal,menaruh harap dan bercakap-cakap dengannya.Bait ini mendefinisikan keadaan 'tertidur saat terjaga': yaitu orang yang menaruh harapannya pada setiap fantasi yang fana dan berdialog dengannya, sehingga kehilangan sentuhan dengan kenyataan sejati. ❋
- M1:419 دیو را چون حور بیند او به خوابپس ز شهوت ریزد او با دیو آب Dalam mimpi, ia lihat setan laksana bidadari,Lalu karena syahwat, ia tumpahkan air bersama si keji.Bait ini adalah peringatan tentang bahaya fantasi yang tidak sehat, yang dapat menyesatkan seseorang hingga ia melihat kenyataan secara terbalik dan melakukan tindakan yang najis serta sia-sia berdasarkan khayalan yang keliru. ❋
- M1:420 چونک تخم نسل را در شوره ریختاو به خویش آمد خیال از وی گریخت Saat benih keturunan ia tebar di tanah tandus,ia tersadar, dan khayal pun lari darinya.Bait ini merujuk pada momen kesadaran: ketika seseorang menyadari kesia-siaan mengejar ilusi dan menyia-nyiakan energi vitalnya, ia terbebas dari cengkeraman ilusi itu dan kembali kepada dirinya yang sejati. ❋
- M1:421 ضعفِ سر بیند از آن و تن پلیدآه از آن نقش پدید ناپدید Dari situ, kepala terasa lemah dan badan pun najis;Oh, alangkah celaka citra yang tampak namun tiada ini!Bait ini menggambarkan dampak buruk dari terperangkap dalam khayalan-khayalan hampa, yang melemahkan akal dan menodai raga, seraya meratapi sifat menipu dari citra-citra ilusi tersebut. ❋
- M1:422 مرغ بر بالا و زیر آن سایهاشمیدود بر خاک پرّان مرغوش Seekor burung di atas, dan di bawahnya bayang-bayang,melaju di tanah, terbang laksana burung.Bait ini adalah perumpamaan tentang bagaimana manusia sering kali mengejar bayangan dan penampakan lahiriah, alih-alih mencari hakikat dan esensi sejati dari segala sesuatu. ❋
- M1:423 ابلهی صیّاد آن سایه شودمیدود چندانکه بیمایه شود Seorang pemburu dungu mengejar bayang-bayang itu,Ia berlari tanpa henti hingga sirna seluruh modalnya.Rumi menggambarkan bagaimana manusia yang lalai menyia-nyiakan hidup dan modal spiritualnya untuk mengejar hal-hal khayali dan tak berdasar, tanpa pernah mencari hakikat yang tersembunyi di baliknya. ❋
- M1:424 بیخبر کان عکسِ آن مرغ هواستبیخبر که اصل آن سایه کجاست Tak sadar bahwa itu pantulan burung di angkasa,Tak sadar di mana sesungguhnya asal bayangan itu.Orang yang lalai mengira bayangan adalah kenyataan, tidak menyadari bahwa itu hanyalah pantulan dari hakikat sejati yang melayang di atas, dan ia tidak mengetahui sumber hakikat itu. ❋
- M1:425 تیر اندازد به سوی سایه اوترکشش خالی شود از جست و جو Dilepaskannya panah ke arah bayang-bayang,tempat anak panahnya kosong dari perburuan.Orang yang lalai menyia-nyiakan hidupnya mengejar bayang-bayang semu, tanpa menyadari hakikat yang sesungguhnya, dan dari usahanya yang sia-sia itu ia tidak memperoleh apa pun kecuali kehabisan modal usianya. ❋
- M1:426 ترکش عُمرش تهی شد عمر رفتاز دویدن در شکارِ سایه تَفت Kantung panah usianya hampa, hidup pun pergi,terbakar sia-sia karena mengejar bayang-bayang.Bait ini menggambarkan bagaimana manusia menyia-nyiakan seluruh usia dan tenaganya untuk mengejar hal-hal yang tak bernilai dan tak nyata, seperti pemburu yang memburu bayangan mangsanya alih-alih sang mangsa itu sendiri. ❋
- M1:427 سایهٔ یزدان چو باشد دایهاشوا رهاند از خیال و سایهاش Saat Bayangan Tuhan menjadi pengasuhnya,Ia membebaskannya dari khayal dan bayang-bayangnya.Hanya dengan berlindung pada bimbingan para insan ilahi, yang merupakan 'Bayangan Tuhan', seseorang dapat terbebas dari cengkeraman angan-angan kosong dan ilusi fana. ❋
- M1:428 سایهٔ یزدان بود بندهیْ خدامرده او زین عالم و زندهیْ خدا Bayang-bayang Tuhan adalah hamba Tuhan,ia mati bagi dunia ini dan hidup oleh Tuhan.Bait ini menyatakan bahwa para insan ilahi adalah perwujudan kehadiran Tuhan di dunia; mereka telah terbebas dari ikatan duniawi dan mengambil kehidupan sejati mereka langsung dari Tuhan. ❋
- M1:429 دامن او گیر زوتر بیگمانتا رهی در دامن آخر زمان Peganglah ujung jubah-Nya segera, tanpa keraguan,Supaya engkau selamat dalam naungan akhir zaman.Bait ini menasihati kita untuk segera dan dengan keyakinan penuh berpegang pada para Wali Allah (manifestasi Ilahi) demi menemukan keselamatan di tengah fitnah dan kesulitan akhir zaman. ❋
- M1:430 «کَيۡفَ مَدَّ ٱلظِّلَّ» نقشِ اولیاستکو دلیل نورِ خورشیدِ خداست «Bagaimana Dia membentangkan bayang-bayang?» adalah peran para Wali,Karena ia adalah bukti cahaya Matahari Tuhan.Bait ini, dengan mengutip sebuah ayat Al-Quran, menjelaskan peran para wali dan arif: keberadaan mereka di dunia ini laksana bayang-bayang yang menjadi bukti nyata atas pancaran Matahari Kebenaran ilahi. ❋
- M1:431 اندرین وادی مرو بی این دلیل«لَآ أُحِبُّ ٱلۡأٓفِلِين» گو چون خلیل Jangan masuki lembah ini tanpa dalil,Ucapkan seperti Khalil: *Lā uḥibbul-āfilīn*.Bait ini memperingatkan para salik (penempuh jalan spiritual) agar tidak memasuki jalan ruhani tanpa bimbingan ilahi atau para Wali Allah, dan mengingatkan bahwa untuk mencapai kebenaran, seseorang harus berpaling dari segala yang fana dan mencintai Dia Yang Abadi. ❋
- M1:432 رو ز سایه آفتابی را بیابدامنِ شه شمس تبریزی بتاب Dari bayang-bayang, pergilah temukan Sang Surya,Pegang erat jubah Raja Syams dari Tabriz.Untuk terbebas dari bayang-bayang kefanaan dan meraih cahaya kebenaran abadi, seseorang harus menemukan pembimbing laksana matahari dan berlindung dalam bimbingan para wali Allah, seperti Syams Tabrizi. ❋
- M1:433 ره ندانی جانب این سور و عُرساز ضیاء الحق حسام الدّین بپرس Jika tak kautahu jalan menuju pesta dan perjamuan ini,bertanyalah pada Ziya'ul-Haq Husamuddin.Dalam bait ini, Rumi mengarahkan para pencari jalan spiritual (salik) kepada Husamuddin Chalabi, salah seorang wali Allah dan penerusnya, agar mereka menanyakan jalan menuju perjamuan-perjamuan ruhani kepadanya. ❋
- M1:434 ور حسد گیرد ترا در رَه گلودر حسد ابلیس را باشد غُلو Dan jika dengki mencekik lehermu di tengah jalan,dalam kedengkian, Iblis pun melampaui batas.Bait ini memperingatkan bahwa kedengkian adalah rintangan yang dahsyat dalam perjalanan spiritual, dengan mengaitkannya pada dosa asal Iblis, yang kesombongannya yang meluap-luap berakar dari rasa dengki. ❋
- M1:435 کو ز آدم ننگ دارد از حسدبا سعادت جنگ دارد از حسد Karena dengki, ia memandang Adam aib belaka,Karena dengki, ia perangi kebahagiaannya.Bait ini merujuk pada kedengkian Iblis terhadap Adam, yang menunjukkan bagaimana sifat dengki membuat seseorang merendahkan martabat orang lain dan bahkan memerangi kebahagiaannya sendiri. ❋
- M1:436 عَقبهای زین صعبتر در راه نیستای خُنک آنکِش حسد همراه نیست Tiada tanjakan di jalan ini yang lebih sukar darinya;Sungguh bahagia ia yang tidak ditemani rasa dengki.Bait ini menegaskan bahwa kedengkian adalah rintangan tersulit dalam perjalanan rohani manusia, dan kebahagiaan sejati menjadi milik mereka yang mampu membebaskan diri dari sifat tercela ini. ❋
- M1:437 این جسد خانهیْ حسد آمد بداناز حسد آلوده باشد خاندان Ketahuilah, jasad ini rumah bagi kedengkian,Oleh dengki, tercemarlah seluruh keturunan.Bait ini mengingatkan bahwa tubuh jasmani kita adalah tempat utama bagi rasa dengki. Jika dengki telah berakar, ia tidak hanya merusak individu, tetapi juga mencemari seluruh keberadaan dan keluarganya. ❋
- M1:438 گر جسد خانهیْ حسد باشد ولیکآن جسد را پاک کرد الله نیک Andai jasad adalah rumah bagi iri hati, namunJasad itu telah Allah sucikan dengan sebaik-baiknya.Bait ini menyatakan bahwa meskipun manusia memiliki kecenderungan alami terhadap sifat iri hati (hasad), Tuhan berkuasa untuk membersihkan raga dan wujud manusia dari noda tersebut, menjadikannya tempat yang layak bagi hakikat ilahi. ❋
- M1:439 «طَهِّرَا بَيْتِي» بیانِ پاکی استگنجِ نورست ار طلسمش خاکی است “Sucikan Rumah-Ku” adalah seruan akan kemurnian,khazanah cahaya, meski azimatnya dari tanah liat.Bait ini merujuk pada perintah Tuhan untuk menyucikan Rumah-Nya (Ka'bah), yang dimaknai sebagai keharusan untuk membersihkan hati manusia, sebab di dalam setiap jasad yang fana tersimpan khazanah cahaya ilahi. ❋
- M1:440 چون کُنی بر بیحسد مکر و حسدزان حسد دل را سیاهیها رسد Saat kau menipu dan mendengki pada yang tak punya iri,dari dengki itu, kegelapan akan tiba di hati.Bait ini adalah peringatan bahwa rasa dengki dan niat buruk terhadap orang lain, terutama yang berhati bersih, pada akhirnya akan merusak dan menggelapkan hati si pendengki itu sendiri, alih-alih mencelakai sasarannya. ❋
- M1:441 خاک شو مردانِ حق را زیر پاخاک بر سر کن حسد را همچو ما Jadilah debu di bawah telapak kaki para insan Ilahi,lemparkan debu ke atas kepala dengki, sebagaimana kami.Bait ini menasihati sang pencari untuk memupuk kerendahan hati dan, dengan meneladani para arif, menyingkirkan kedengkian dari dalam kalbunya hingga ke akar-akarnya. ❋