읽기› 권 3› 코끼리 이야기로 돌아가기› 대구 150
M3:150 — بوی میکرد آن دهانش را سه بار / هیچ بویی زو نیامد ناگوار
M3:150
의미 · به زبانِ تو — 당신의 언어 · AI
Induk gajah mencium mulut si penjaga yang tidak memakan anaknya, dan karena tak menemukan bau daging anaknya, ia pun tidak menyakitinya.
Dalam kisah ini, sekelompok musafir yang kelaparan memanggang dan memakan seekor anak gajah, mengabaikan nasihat seorang darwis. Namun, satu orang di antara mereka menahan diri karena teringat akan peringatan itu.
Malamnya, induk gajah yang murka menemukan mereka tertidur. Ia mendatangi dahulu orang yang tidak ikut makan. Bait ini menggambarkan momen penyelidikan yang menegangkan: sang induk gajah dengan saksama mencium mulut orang itu sebanyak tiga kali untuk memastikan. Karena tidak ada bau "tak sedap" (nāguvār)—yakni bau daging anaknya yang dimasak—ia pun meninggalkannya tanpa celaka.
Adegan ini menjadi titik balik dalam cerita. Bau mulut menjadi bukti fisik dari perbuatan batin. Orang yang menahan diri dari kerakusan diselamatkan, sementara yang lain akan segera menghadapi pembalasan yang mengerikan. Rumi menggunakan indra penciuman hewan sebagai cermin kebenaran yang tak bisa dibohongi, menunjukkan bahwa setiap tindakan, baik atau buruk, meninggalkan jejak yang tak terhapuskan.
- ناگوار
- Tidak sedap, tidak menyenangkan, busuk. Dalam konteks ini, merujuk pada bau daging anak gajah yang dimakan oleh musafir lain.
- زو
- Bentuk ringkas dari 'از او' (az ū), yang berarti 'darinya' atau 'dari dia'.
Discussion — Ask about this beyt — answered from the Masnavi, every verse cited
Your conversation stays on this device unless you share it.
What readers asked0
No questions shared yet — yours could be the first.