Citește› Daftar 3› Revenirea la povestea elefantului› Distih 153
M3:153 — از کباب پیلزاده خورده بود / بر درانید و بکشتش پیل زود
M3:153
Înțeles · به زبانِ تو — Limba ta · AI
Gajah induk itu membunuh orang yang tertidur karena, dari bau napasnya, ia tahu orang itu telah memakan anaknya.
Bait ini adalah titik puncak yang mengerikan dari kisah para musafir yang membunuh dan memakan seekor anak gajah. Setelah kenyang, mereka tertidur, kecuali satu orang yang menolak makan karena teringat nasihat seorang darwis.
Induk gajah yang marah datang mencari anaknya. Ia mengendus setiap orang yang tidur. Mereka yang tidak memakan anaknya dilewati tanpa dilukai. Namun, ketika ia mencium napas orang yang telah ikut serta dalam pesta itu, ia langsung mengenali bau daging anaknya. Tanpa ragu, ia mencabik-cabik orang itu hingga tewas.
Secara alegoris, tindakan ini adalah gambaran dari hukum sebab-akibat yang tak terhindarkan. Setiap perbuatan, terutama yang zalim, meninggalkan jejak—seperti bau pada napas—yang pada akhirnya akan mengundang balasan yang setimpal. Rumi menggunakan citra indra penciuman hewani yang tajam ini untuk menunjukkan bahwa tidak ada kejahatan yang bisa disembunyikan. Alam, atau Tuhan, memiliki cara untuk "mencium" kesalahan dan menuntut pertanggungjawaban.
- پیلزاده
- Secara harfiah, 'anak gajah' atau 'yang lahir dari gajah'. Dalam konteks ini, merujuk pada bayi gajah yang dibunuh dan dimakan oleh para musafir.
- بر درانید
- Bentuk lampau dari 'bar darānīdan', kata kerja yang kuat yang berarti 'mencabik-cabik', 'merobek-robek hingga hancur'. Ini menggambarkan kebrutalan pembalasan sang induk gajah.
Discuție — Întreabă despre acest distih — răspuns din Masnavi, cu fiecare vers citat
Conversația ta rămâne pe acest dispozitiv, dacă nu o distribui.
Ce au întrebat cititorii0
Nicio întrebare distribuită încă — a ta ar putea fi prima.