Citește› Daftar 3› Revenirea la povestea elefantului› Distih 168
M3:168 — آن دمِ سوگند، غمازی کند / بر دماغ همنشینان بر زند
M3:168
Înțeles · به زبانِ تو — Limba ta · AI
Sumpah yang kau ucapkan untuk menutupi kebohonganmu justru akan membongkar rahasiamu, karena napasmu sendiri akan menyebarkan bau busuk dari niat jahatmu kepada orang-orang di sekitarmu.
Dalam bagian ini, Rumi menggunakan perumpamaan bau bawang atau bawang putih untuk menggambarkan dosa atau niat buruk yang tersembunyi seperti kesombongan, ketamakan, dan kerakusan. Seseorang mungkin mencoba menyangkalnya, bahkan dengan bersumpah, seperti dalam bait sebelumnya: "Aku bersumpah tidak memakannya! Aku telah menjaga diri dari bawang dan bawang putih."
Bait ini menyatakan bahwa tindakan menyangkal itu sendiri—napas yang keluar saat bersumpah—justru menjadi bukti kebohongan. Bau busuk dari dalam diri akan terbawa oleh napas dan menusuk indra penciuman orang-orang di sekitarnya. Sumpah palsu, alih-alih menutupi, malah menjadi "pengkhianat" (ghammāzī) yang menyiarkan kebusukan batin. Ini adalah gambaran kuat tentang bagaimana kebenaran batiniah pada akhirnya akan selalu terungkap, tidak peduli seberapa keras seseorang mencoba menutupinya dengan kata-kata.
- غمازی
- Ghammāzī: Tindakan mengadu domba, memfitnah, atau membocorkan rahasia; pengkhianatan.
- دماغ
- Damāgh: Otak, pikiran; dalam konteks ini, merujuk pada indra penciuman atau hidung.
- همنشینان
- Hamneshīnān: Para teman duduk; orang-orang yang berada di sekitar atau dalam satu majelis.
Discuție — Întreabă despre acest distih — răspuns din Masnavi, cu fiecare vers citat
Conversația ta rămâne pe acest dispozitiv, dacă nu o distribui.
Ce au întrebat cititorii0
Nicio întrebare distribuită încă — a ta ar putea fi prima.