Läs› Daftar 2› Jesu (frid vare med honom) följeslagare ber Jesus (frid vare med honom) att återuppliva ben› Vers 152
M2:152 — گفت حق ادبار اگر ادبارجوست / خار روییده جزای کشت اوست
M2:152
Betydelse · به زبانِ تو — Ditt språk · AI
Tuhan menjelaskan kepada Isa bahwa nasib buruk dan kebodohan orang ini adalah akibat langsung dari pilihan dan perbuatannya sendiri.
Dalam kisah ini, seorang pengikut Isa a.s. dengan bodohnya terus-menerus meminta agar Isa menghidupkan kembali tulang-belulang purba. Isa sudah memperingatkannya, tetapi ia tetap bersikeras. Isa pun bertanya kepada Tuhan mengapa orang ini begitu keras kepala dalam kebodohannya. Bait ini adalah jawaban Tuhan.
Tuhan menjelaskan bahwa kondisi orang tersebut—yang disebut idbār (kemalangan atau penolakan dari rahmat)—bukanlah takdir yang sewenang-wenang. Kondisi itu adalah buah dari apa yang ia cari dan tanam sendiri. Ia adalah seorang idbār-jū, pencari kemalangan. Ia menabur benih kebodohan dan kesombongan spiritual, maka ia pun menuai "duri" berupa kegelapan batin dan nasib buruk.
Secara lebih luas, Rumi menyampaikan sebuah prinsip spiritual yang fundamental: keadaan batin dan nasib lahiriah seseorang adalah cerminan dari niat dan perbuatannya. Seperti petani yang menanam duri tidak bisa berharap memanen mawar, seseorang yang menumbuhkan sifat-sifat tercela dalam dirinya akan mendapati hidupnya penuh dengan penderitaan dan kesulitan yang ia ciptakan sendiri.
- ادبار
- Kata dari bahasa Arab yang berarti kemalangan, nasib buruk, atau kondisi berpalingnya seseorang dari rahmat Tuhan. Dalam konteks sufi, ini merujuk pada keadaan spiritual yang terbelakang atau gelap.
- ادبارجو
- Gabungan dari 'idbār' (kemalangan) dan 'jū' (pencari). Istilah ini secara harfiah berarti 'pencari kemalangan', menunjuk pada seseorang yang perbuatan dan pilihannya secara aktif menggiringnya menuju nasib buruk.
- جزا
- Balasan, ganjaran, atau konsekuensi. Dalam konteks ini, ini adalah hasil yang setimpal dari sebuah perbuatan, mirip dengan konsep karma.
- کشت
- Tindakan menanam atau menabur benih; apa yang telah ditanam. Di sini digunakan sebagai metafora untuk perbuatan atau niat seseorang.
God explains to Jesus that the foolish man's obsession with a ruinous task is not an accident; it is the natural and inevitable result of his own inner state, like a farmer harvesting the thorns he himself planted.
This couplet is God's direct answer to Jesus's question about his foolish companion. The companion, spiritually dead himself, ignores his own state to obsess over reviving ancient bones. Jesus asks God why this man is so drawn to such a useless, self-destructive task (bīgār). God's response uses a powerful agricultural metaphor to explain the law of spiritual consequences.
The man is described as idbār-jū, a “seeker of misfortune.” The term idbār signifies a state of turning one's back on God, leading to spiritual ruin and adversity. God explains that a person in such a state will naturally be drawn to actions that deepen their own ruin. Their desires and inclinations are not random but are a direct consequence of their inner disposition.
The second line makes this explicit: “the thorn that has sprouted is the wage for what he sowed.” The man’s misguided desire is the thorny plant, and his inner state of idbār was the seed. Rumi teaches that our actions and even our deepest longings are the harvest of seeds we have planted within ourselves. One who cultivates inner desolation cannot suddenly desire a spiritual garden; they will inevitably seek out wastelands that match their soul.
- ادبار
- Misfortune, adversity, ruin; the state of 'turning one's back' on God and spiritual truth. It is the opposite of 'iqbāl' (fortune, turning towards God).
- ادبارجو
- A seeker of misfortune; one who, because of their inner state, is naturally drawn to ruinous people, ideas, or actions.
- جزا
- Recompense, requital, consequence. In this context, it means the natural and fitting result of an action, not necessarily a divine punishment.
- کشت
- Sowing, planting, cultivation. Here used metaphorically for a person's inner work, choices, and disposition which determine their future 'harvest'.
Diskussion — Fråga om denna beyt — besvarad från Masnavi, med varje vers citerad
Ditt samtal stannar på denna enhet om du inte väljer att dela det.
Vad läsare har frågat0
Inga frågor har delats ännu — din kan bli den första.