Läs› Daftar 3› Återgång till elefantens berättelse› Vers 155
M3:155 — بر هوا انداخت هر یک را گزاف / تا همیزد بر زمین میشد شکاف
M3:155
Betydelse · به زبانِ تو — Ditt språk · AI
Gajah induk itu dengan murka membunuh setiap orang yang telah memakan anaknya, melemparkan mereka ke udara dan membanting mereka ke tanah hingga hancur.
Bait ini adalah puncak dari adegan pembalasan yang mengerikan. Setelah mengidentifikasi para pemakan anaknya melalui bau daging di mulut mereka, gajah induk tidak menunjukkan belas kasihan. Rumi melukiskan gambaran kekerasan yang brutal dan tanpa ampun: setiap orang diangkat dan dihempaskan ke tanah dengan kekuatan sedemikian rupa hingga tubuh mereka hancur berkeping-keping.
Kekerasan yang gamblang ini berfungsi sebagai alegori yang kuat. Gajah induk melambangkan akibat alami atau pembalasan ilahi yang tak terhindarkan. Para musafir yang memakan gajah kecil itu melambangkan orang-orang yang "memakan" atau mengambil hak orang lain secara zalim—dalam bait-bait selanjutnya, Rumi secara eksplisit menyamakan harta yang dirampas dengan "darah" pemiliknya. Bait ini menunjukkan bahwa tindakan kezaliman, betapapun tersembunyi, akan membuahkan konsekuensi yang dahsyat dan tak terelakkan. Kekuatan pembalasan itu begitu besar sehingga para pelaku tidak berdaya, sama seperti para musafir yang tak berdaya di hadapan amukan sang gajah.
- گزاف
- Secara berlebihan, tanpa perhitungan, dengan kasar, dengan dahsyat. Dalam konteks ini, kata ini menggambarkan kekuatan lemparan sang gajah yang brutal dan tanpa ampun.
- شکاف
- Retakan, belahan, robekan. Frasa 'میشد شکاف' (menjadi terbelah) menggambarkan bagaimana tubuh para musafir itu hancur atau terbelah saat dihempaskan ke tanah.
Diskussion — Fråga om denna beyt — besvarad från Masnavi, med varje vers citerad
Ditt samtal stannar på denna enhet om du inte väljer att dela det.
Vad läsare har frågat0
Inga frågor har delats ännu — din kan bli den första.