M3:170 — اخسؤا آید جواب آن دعا / چوب رد باشد جزای هر دغا
M3:170
含義 · به زبانِ تو — 您的語言 · AI
Doa yang lahir dari hati yang tidak tulus akan ditolak mentah-mentah oleh Tuhan, sebab kepalsuan akan selalu menerima ganjarannya.
Dalam bagian ini, Rumi menjelaskan bahwa keadaan batin seseorang—seperti kesombongan, ketamakan, dan kebohongan—memiliki "bau" spiritual yang sampai ke hadirat Tuhan, sama seperti bau bawang yang tercium dari napas seseorang. Doa yang dipanjatkan dari hati yang bengkok dan penuh kepalsuan (M3:169: del-e kazh) akan ditolak dengan keras.
Bait ini menggambarkan respons ilahi terhadap doa semacam itu. Kata pertama, akhsa'ū (اخسؤا), adalah kutipan langsung dari Al-Qur'an (23:108) yang berarti "Enyahlah!" atau "Pergilah dengan hina!". Ini adalah perintah pengusiran yang sangat keras, yang dalam konteks Al-Qur'an ditujukan kepada penghuni neraka. Dengan menggunakan kata ini, Rumi menekankan betapa absolut dan hinanya penolakan Tuhan terhadap doa yang munafik.
Separuh kedua bait ini, "pentungan penolakan adalah ganjaran bagi si penipu" (chūb-e radd bāshad jazā-ye har daghā), menguatkan gambaran ini. Penolakan itu bukanlah sekadar pengabaian, melainkan sebuah "pukulan" atau hukuman yang setimpal. Ini adalah konsekuensi langsung dari daghā, yaitu tipu daya atau kepalsuan. Rumi menegaskan bahwa di hadapan Tuhan, tidak ada ruang untuk berpura-pura; ketulusan adalah syarat mutlak diterimanya sebuah doa.
- اخسؤا
- Kata dari bahasa Arab yang berarti “Enyahlah!” atau “Pergilah dengan hina!”. Ini adalah kutipan dari Al-Qur'an (Surah Al-Mu'minun, 23:108), sebuah perintah pengusiran yang keras dari Tuhan kepada penghuni neraka. Rumi menggunakannya untuk melambangkan penolakan ilahi yang mutlak.
- دغا
- Tipu daya, kepalsuan, kecurangan, kemunafikan. Merujuk pada seseorang yang lahir dan batinnya tidak selaras, yang tindakannya menipu.
討論 — 就此詩節提問——答案源自《瑪斯納維》,每節詩句皆有引證
除非您分享,否則您的對話僅會留在此裝置上。
讀者們的提問0
尚無分享的提問——您的提問或可為濫觴。