قرائت› دفتر ۳› بخش ۳ - بقیهٔ قصهٔ متعرضان پیلبچگان› بیت ۱۲۸
M3:128 — در تمامی کارها چندین مکوش / جز به کاری که بود در دین مکوش
M3:128
شرح و معنا · به زبانِ تو — AI
Jangan sia-siakan usahamu pada hal-hal duniawi yang fana; curahkan seluruh energimu hanya pada pekerjaan yang menyangkut agamamu dan kehidupan spiritualmu.
Bait ini adalah puncak dari nasihat Rumi tentang bagaimana kita menghabiskan modal hidup yang terbatas. Beberapa bait sebelumnya, Rumi melukiskan umur sebagai sekantong koin emas yang terus-menerus dibelanjakan oleh siang dan malam (M3:124-125). Karena sumber daya ini—waktu, energi, napas—pasti akan habis, maka kita harus memilih dengan bijak di mana kita "berinvestasi".
Rumi memperingatkan agar tidak "berlelah payah" (makush) dalam segala urusan duniawi. Ini bukan berarti meninggalkan dunia, melainkan tidak menjadikan pencapaian duniawi sebagai tujuan akhir. Sebaliknya, ia memerintahkan kita untuk mengerahkan segenap daya (kush) hanya pada satu bidang: "pekerjaan yang menyangkut Agama" (kārī ke bud dar dīn). Dalam konteks Sufi, "Agama" (Din) bukanlah sekadar ritual, melainkan jalan penyucian batin, pengenalan diri, dan perjalanan kembali menuju Tuhan.
Dengan demikian, bait ini adalah seruan untuk memusatkan seluruh daya hidup pada apa yang abadi. Usaha apa pun yang tidak berorientasi pada tujuan spiritual ini, menurut Rumi, pada akhirnya akan sia-sia dan tidak akan pernah selesai dengan sempurna (nā-tamām), seperti yang ia jelaskan pada bait berikutnya (M3:129).
- مکوش
- (makush) Bentuk larangan dari kata kerja 'kushidan', yang berarti 'berusaha', 'berjuang', 'berlelah payah'. Dalam bait ini, kata ini digunakan secara berulang untuk menciptakan penekanan retoris: 'jangan berusaha' dalam hal duniawi, tetapi 'berusahalah' (secara implisit) dalam hal agama.
- دین
- (dīn) Secara harfiah berarti 'agama'. Dalam konteks Rumi dan tasawuf, kata ini memiliki makna yang lebih dalam daripada sekadar kepatuhan pada hukum formal. Ia merujuk pada jalan spiritual, keyakinan batin, dan seluruh usaha untuk mendekatkan diri kepada Tuhan.
تمام انرژی و عمر خود را صرف امور دنیوی نکن؛ تنها در راهی بکوش که به دین و معنویت مربوط است و برای آخرت تو سودمند باشد.
مولانا در این بیت، به دنبال ابیات پیشین که عمر را به کیسهی زری تشبیه میکند که هر روز از آن سکهای کم میشود، یک نتیجهگیری عملی ارائه میدهد. او هشدار میدهد که چون سرمایهی عمر محدود و رو به زوال است، نباید آن را برای هر کار بیهوده و دنیویای تلف کرد. انسان عاقل، تلاش و کوشش خود را بر اموری متمرکز میکند که اصالت دارند و با هدف اصلی حیات، یعنی «دین» و سلوک معنوی، همسو هستند.
«دین» در اینجا صرفاً به معنای ظواهر شریعت نیست، بلکه به معنای راه حقیقی شناخت خود و خداوند است. مولانا میگوید تنها کوششی ارزشمند است که در این مسیر باشد، زیرا باقی کارها، هرچقدر هم که در ظاهر بزرگ و مهم به نظر برسند، با پایان عمر ناتمام و بینتیجه رها میشوند. این بیت دعوتی است به اولویتبندی و صرف کردن گرانبهاترین دارایی انسان، یعنی عمر، برای امری که جاودانه است.
- مکوش
- کوشش نکن، تلاش نکن
- چندین
- این همه، این قدر، بسیار
گفتگو — دربارهٔ این بیت بپرس — پاسخ از دل مثنوی، با ارجاع به ابیات
گفتگوی تو تا وقتی عمومیاش نکنی، فقط روی همین دستگاه میماند.
پرسشهای خوانندگان0
هنوز پرسشی بهاشتراک گذاشته نشده — اولین نفر باش.