Baca› Kitab 1› Bagian 6 ← sebelumnya · berikutnya →
بخش ۶ - بردن پادشاه آن طبیب را بر بیمار تا حال او را ببیند
Raja membawa tabib itu kepada orang sakit untuk memeriksa keadaannya
- M1:103 قصهٔ رنجور و رنجوری بخواندبعد از آن در پیش رنجورش نشاند Kisah si sakit dan sakitnya ia tuturkan,Lalu di hadapan si sakit, sang tabib ia dudukkan.Sang raja (atau utusannya) menceritakan riwayat sang dayang yang sakit dan penyakitnya kepada tabib ilahi, lalu membawa sang tabib untuk berhadapan langsung dengan si pasien. ❋
- M1:104 رنگِ روی و نبض و قاروره بدیدهم علاماتش هم اسبابش شنید Dilihatnya rona wajah, nadi, dan qarurah-nya,Didengarnya tanda-tanda, pun sebab-musababnya.Tabib itu memeriksa tanda-tanda lahiriah sang pasien—seperti warna wajah, denyut nadi, dan urinenya—lalu mendengarkan penuturan tentang gejala dan kemungkinan penyebab penyakitnya untuk sampai pada sebuah diagnosis. ❋
- M1:105 گفت هر دارو که ایشان کردهاندآن عمارت نیست ویران کردهاند Berkata ia, "Setiap obat yang mereka berikan,bukanlah bangunan, melainkan reruntuhan yang mereka ciptakan."Tabib ilahi itu menyatakan bahwa semua pengobatan yang telah diberikan oleh para dokter sebelumnya justru memperburuk keadaan sang gadis, karena mereka salah mendiagnosis penyakitnya.
- M1:106 بیخبر بودند از حالِ دروناَسْتَـعِـیــذُ الـلّهَ مِـمـّــا یَفْـتَـــرُون Mereka tak tahu keadaan di dalam kalbu,Aku berlindung pada Allah dari apa yang mereka reka-reka.Para tabib sebelumnya tidak menyadari bahwa penyakit si dayang berasal dari masalah batin dan cinta, bukan jasmani; Rumi memohon perlindungan kepada Tuhan dari diagnosis keliru semacam itu. ❋
- M1:107 دید رنج و کشف شد بَر وی نهفتلیک پنهان کرد و با سلطان نگفت Dilihatnya derita, dan yang tersembunyi pun tersingkap baginya,Namun ia rahasiakan, tak dikatakannya pada Sang Sultan.Tabib yang bijaksana itu melihat penderitaan sang dayang dan memahami penyebab sejatinya yang tersembunyi, tetapi ia memilih untuk merahasiakan penemuan ini dari Sultan dan tidak langsung mengungkapkannya. ❋
- M1:108 رنجَش از صفرا و از سودا نبودبوی هر هیزم پدید آید ز دود Deritanya bukan dari empedu kuning ataupun empedu hitam,Sebab aroma tiap kayu bakar terungkap dari asapnya.Tabib ilahi itu memahami bahwa penyakit si dayang bukanlah penyakit jasmani; gejalanya justru menyingkapkan sebuah derita batin, layaknya asap yang aromanya menunjukkan jenis kayu yang dibakar. ❋
- M1:109 دید از زاریش کاو زارِ دِلستتن خوشَست و او گرفتارِ دِلست Dari ratapnya ia tahu, hatinyalah yang merana,Jasadnya sehat, tetapi ia tawanan kalbunya.Tabib ilahi itu menyadari bahwa duka dan ratapan sang dayang bukan berasal dari penyakit jasmani, melainkan dari penderitaan dan keterikatan hati yang mendalam, meskipun tubuhnya tampak sehat. ❋
- M1:110 عاشقی پیداست از زاریّ دلنیست بیماری چو بیماریّ دل Cinta tampak dari rintihan kalbu,tiada penyakit laksana penyakit kalbu.Tanda cinta yang paling jelas adalah rintihan dan kepedihan yang lahir dari kalbu, dan tidak ada penyakit lain yang sebanding dengan penderitaan unik dan mendalam yang dialami kalbu seorang pecinta. ❋
- M1:111 علّت عاشق ز علتها جداستعشقْ اصطرلاب اسرارِ خداست Penyakit sang pecinta terpisah dari penyakit lainnya,Cinta adalah astrolab rahasia-rahasia Tuhan.Rumi menekankan bahwa kondisi unik seorang pecinta tidak dapat dibandingkan dengan penyakit atau keadaan biasa lainnya. Cinta, laksana sebuah instrumen yang presisi, menyediakan jalan untuk menyingkap misteri ilahi yang paling dalam. ❋
- M1:112 عاشقی گر زین سر و گر زان سرستعاقبت ما را بدان سَر رهبرست Cinta, entah dari sini atau dari sana asalnya,pada akhirnya 'kan menuntun kita ke Sumber yang sama.Bait ini menegaskan bahwa segala bentuk cinta, baik yang bersifat duniawi maupun surgawi, pada akhirnya akan membimbing manusia menuju sumber sejati, yaitu Cinta Ilahi. ❋
- M1:113 هرچه گویم عشق را شرح و بیانچون به عشق آیم خجل باشم از آن Betapa pun kujelaskan cinta dalam kata dan uraian,Saat kudatangi Cinta, aku malu oleh penjelasan itu.Bait ini menegaskan ketidakmampuan kata-kata dan akal untuk menggambarkan cinta; cinta sejati hanya dapat diketahui melalui pengalaman langsung, yang membuat semua uraian verbal menjadi usang dan memalukan. ❋
- M1:114 گرچه تفسیرِ زبان روشنگرستلیک عشقِ بیزبان روشنترست Walau tafsir lisan itu menerangi,namun cinta tanpa lisan lebih bercahaya lagi.Meskipun kata-kata dan akal dapat menjelaskan beberapa aspek cinta, hakikat cinta yang sejati tersingkap jauh lebih dalam dan terang melalui pengalaman langsung yang melampaui ucapan. ❋
- M1:115 چون قلم اندر نوشتن میشتافتچون به عشق آمد قلم بر خود شکافت Saat pena bergegas dalam tulisan,saat tiba pada Cinta, pena itu terbelah.Bait ini menggambarkan ketidakmampuan pena dan bahasa—simbol akal dan ekspresi—untuk menguraikan keagungan dan kedalaman Cinta, seakan-akan pena itu patah karena tak berdaya. ❋
- M1:116 عقل در شرحش چو خَر در گِل بخفتشرحِ عشق و عاشقی هم عشق گفت Dalam menjelaskannya, akal terlelap laksana keledai di lumpur,Penjelasan tentang cinta dan mencinta pun hanya diucap oleh cinta.Akal manusia sama sekali tak mampu memahami atau mengartikulasikan hakikat cinta, sebab cinta adalah fenomena mandiri yang hanya dapat diungkap dan dipahami melalui pengalaman langsung akan dirinya sendiri. ❋
- M1:117 آفتاب آمد دلیلِ آفتابگر دلیلت باید از وی رو متاب Mentari adalah dalil bagi mentari,jika kau butuh bukti, jangan palingkan wajah darinya.Bait ini menyatakan bahwa hakikat-hakikat agung, terutama hakikat Cinta Ilahi dan Tuhan itu sendiri, begitu nyata dan gamblang sehingga bukti keberadaannya terkandung dalam esensinya sendiri, tanpa memerlukan argumen dari luar atau pembuktian rasional. ❋
- M1:118 از وی ار سایه نشانی میدهدشمس هر دم نورِ جانی میدهد Meski dari-Nya bayang-bayang beri pertanda,Sang Surya tiap saat karuniakan cahaya jiwa.Bait ini menjelaskan perbedaan antara mengetahui sesuatu melalui tanda tak langsung (bayang-bayang) dan mengetahuinya melalui pengalaman langsung (cahaya matahari); Sang Surya menerangi jiwa secara langsung, sementara bayang-bayang hanya mengabarkan keberadaannya. ❋
- M1:119 سایه خواب آرد تو را همچون سَمَرچون برآید شمسْ اِنشقَّ القمر Bayang-bayang membuatmu lelap, laksana dongeng malam,Saat Sang Surya terbit, rembulan pun terbelah.Pengetahuan rasional dan inderawi itu laksana bayang-bayang yang meninabobokan, namun saat Cahaya Ilahi yang sejati terbit, segala mukjizat menjadi nyata dan pengetahuan yang lebih rendah sirna.
- M1:120 خودْ غریبی در جهان چون شمس نیستشمسِ جانِ باقئی کِش اَمس نیست Sungguh, tiada yang terasing di jagat raya laksana Sang Surya,Surya Jiwa yang abadi, yang baginya tiada 'kemarin'.Bait ini menyatakan bahwa tiada makhluk di dunia yang lebih asing atau berbeda daripada matahari, atau lebih tepatnya, Matahari Jiwa yang kekal, karena esensi abadi ini melampaui waktu dan tak terikat oleh masa lalu, kini, maupun nanti. ❋
- M1:121 شمس در خارج اگر چه هست فردمیتوان هم مثل او تصویر کرد Meskipun mentari di alam lahiriah itu tunggal,serupa dengannya tetap dapat digambarkan.Walaupun matahari di langit hanya ada satu, akal manusia mampu menciptakan citra yang serupa dengannya di dalam benak. Bait ini adalah pengantar untuk membedakannya dengan "Matahari Jiwa" yang tak terjangkau oleh akal. ❋
- M1:122 شمسِ جان کو خارج آمد از اثیرنبودش در ذهن و در خارج نظیر Matahari Jiwa, yang datang dari balik eter,tiada tara baginya, baik dalam benak maupun di alam lahir.Bait ini menggambarkan hakikat jiwa yang luhur, yang melampaui alam materi dan bahkan pikiran manusia. Ia tidak memiliki tandingan di dunia luar, dan wujudnya pun tak dapat dibayangkan dalam benak, karena esensinya unik dan tak berbentuk. ❋
- M1:123 در تصوّر ذات او را گُنج کوتا درآید در تصوّر مثل او Di manakah ruang dalam benak bagi Zat-Nya?Agar yang serupa dengan-Nya dapat masuk ke sana?Bait ini menegaskan bahwa Zat Tuhan, atau hakikat mutlak, melampaui segala daya khayal dan konsepsi mental manusia, sehingga berada di luar jangkauan pemahaman yang terbatas. ❋
- M1:124 چون حدیث روی شمسالدّین رسیدشمسِ چارم آسمان سَر در کشید Saat kisah wajah Syamsuddin terungkap,Matahari di langit keempat pun mendekap.Bait ini menggambarkan keagungan rohani Syams Tabrizi yang begitu luar biasa, hingga matahari di langit pun menundukkan kepalanya sebagai tanda hormat saat namanya disebut. ❋
- M1:125 واجب آید چونکه آمد نام اوشرح کردن رمزی از اِنعام او Tatkala namanya telah disebut, menjadi wajiblahUntuk mengurai isyarat dari limpahan anugerahnya.Bait ini mengungkapkan rasa kewajiban mendalam pada diri Rumi untuk menjelaskan, walau sepintas, anugerah spiritual agung yang dilimpahkan kepadanya oleh Syams Tabrizi, yang namanya baru saja disebut. ❋
- M1:126 این نَفَس جانْ دامنم برتافتهستبوی پیراهانِ یوسف یافتهست Napas jiwa ini telah menarik tepian jubahku,ia telah menemukan aroma gamis Yusuf.Rumi menyatakan bahwa jiwanya, yang diliputi kerinduan mendalam, telah menemukan jejak kehadiran Shams, sebagaimana Yakub merasakan kehadiran Yusuf dari kejauhan melalui aroma gamisnya dan tergerak ke arahnya. ❋
- M1:127 کز برای حقِّ صحبت سالهابازگو حالی از آن خوش حالها Demi hak persahabatan yang telah bertahun-tahun,Kisahkanlah satu keadaan dari keadaan-keadaan bahagia itu.Berbicara melalui jiwanya sendiri, Rumi mengungkapkan bahwa hakikat persahabatan mereka yang mendalam dan telah lama terjalin (dengan Syams Tabrizi) menuntutnya untuk menceritakan kembali keadaan-keadaan spiritual penuh sukacita yang pernah ia alami. ❋
- M1:128 تا زمین و آسمان خندان شودعقل و روح و دیده صدچندان شود Agar bumi dan langit pun tertawa riang,akal, ruh, dan pandangan seratus kali membentang.Bait ini mengungkapkan bagaimana penuturan kembali pengalaman-pengalaman mistis yang mendalam dapat membangkitkan kegembiraan dan perluasan yang sedemikian rupa, sehingga bukan hanya akal, ruh, dan persepsi pendengar yang tumbuh berlipat ganda, bahkan bumi dan langit pun tergerak untuk tertawa dan bersukacita. ❋
- M1:129 لاتکُلِفْنی فانّی فی الفَناکلَّت اَفْهامِی فلا اُحْصِی ثنا Jangan membebaniku, sebab aku dalam kefanaan;Pemahamanku tumpul, maka tak terhitung pujianku.Rumi menyatakan bahwa karena begitu leburnya ia dalam esensi Sang Kekasih—sebuah keadaan fana—kemampuan pemahaman dan ekspresinya menjadi tumpul, membuatnya tak sanggup lagi melantunkan pujian yang layak. ❋
- M1:130 کُلُّ شَیءٍ قالَهُ غَیرُ المُفِیقأنْ تَکَلَّفْ اَوْ تَصَلَّفْ لا یَلِیق Segala yang terucap dari insan yang tak sadarkan diri,Jika dibuat-buat atau sombong, tiadalah pantas sama sekali.Rumi, dalam keadaan lebur dalam Tuhan (fana), menyatakan bahwa ucapan apa pun dari seseorang dalam kondisi tak sadar diri ini, jika mengandung kepura-puraan atau kesombongan, adalah tidak pantas dan tidak layak. ❋
- M1:131 من چه گویم یک رگم هشیار نیستشرح آن یاری که او را یار نیست Apa yang bisa kukatakan, sedang satu urat nadiku pun tak sadar?Bagaimana mengurai Sang Kekasih, yang tiada tara dan bandingan?Rumi mengungkapkan bahwa dalam keadaan lebur (*fana*) dan hilang kesadaran diri, ia tidak lagi sadar untuk dapat berbicara tentang Sang Kekasih yang tiada bandingannya. ❋
- M1:132 شرح این هجران و این خون جگراین زمان بگذار تا وقت دگر Uraian perpisahan ini dan hati yang berdarah iniBiarkanlah kini, tunggulah hingga waktu yang lain.Bait ini adalah jawaban Rumi kepada jiwanya yang mendesaknya untuk berbicara; ia menyatakan bahwa dirinya tak sanggup menguraikan derita perpisahan dan sakit hatinya saat ini, dan menundanya ke lain waktu karena ia sedang dalam keadaan fana (peleburan diri). ❋
- M1:133 قال اَطعِمْنی فانّی جٰائعُواعتَجِلْ فالوَقْتُ سَیْفُ قاطعُ Sang Jiwa berseru, "Beri aku makan, karena aku lapar!Dan bersegeralah, karena Waktu adalah pedang yang tajam!"Bait ini menangkap desakan Jiwa (atau Husamuddin Chalabi) kepada Rumi, mendesaknya agar tidak menunda-nunda dan segera menyingkapkan rahasia-rahasia spiritual, karena waktu terus berlalu dan kesempatan bisa hilang. ❋
- M1:134 صوفی ابنالوقت باشد ای رفیقنیست فردا گفتن از شرط طریق Sufi adalah putra sang Waktu, wahai sahabat,Mengucap 'esok' bukanlah syarat Jalan ini.Bait ini menekankan pentingnya hidup pada saat ini dan bertindak tanpa menunda dalam menempuh jalan spiritual, serta melarang penundaan urusan rohani ke masa depan. ❋
- M1:135 تو مگر خود مرد صوفی نیستی؟هست را از نسیه خیزد نیستی Bukankah engkau seorang sufi sejati?Dari janji nanti, yang ada pun menjadi tiada.Bait ini adalah sebuah teguran retoris yang bertanya: Apakah engkau lupa prinsip dasar sufi untuk bertindak pada saat ini, dan lebih menghargai kenyataan spiritual yang hadir daripada janji-janji di masa depan? ❋
- M1:136 گفتمش پوشیده خوشتر سِرِّ یارخود تو در ضمن حکایت گوش دار Kukatakan, 'Lebih elok rahasia Sang Kekasih terselubung;dengarkanlah sendiri di sela-sela jalinan kisah.'Rumi berkata pada lawan bicaranya (Husamuddin atau jiwanya sendiri) bahwa rahasia ilahi tidak dapat diungkapkan secara langsung, melainkan harus ditemukan dengan menyimak secara saksama di dalam cerita-cerita yang dituturkan. ❋
- M1:137 خوشتر آن باشد که سِرِّ دلبرانگفته آید در حدیث دیگران Lebih elok rahasia para Kekasih terkasih,dikisahkan lewat perbincangan orang lain.Rumi menjawab desakan jiwanya untuk berbicara terus terang, dengan menyatakan bahwa rahasia-rahasia Sang Kekasih lebih baik disampaikan secara terselubung dalam kisah dan narasi tentang orang lain. ❋
- M1:138 گفت مکشوف و برهنه بی غُلولبازگو، دفعم مَده ای بوالفضول Ia berkata, “Katakanlah tersingkap dan telanjang, tanpa tipu daya,ceritakanlah, jangan usir aku, wahai yang banyak bicara!”Bait ini mengungkapkan desakan sang jiwa atau salik (penempuh jalan spiritual) yang menuntut kebenaran seutuhnya tanpa selubung, memohon kepada sang penyimpan rahasia agar tidak menghalanginya dari penyatuan yang hakiki. ❋
- M1:139 پرده بردار و برهنه گو که منمینخسپم با صنم با پیرهن Singkapkanlah tabir dan bicaralah terang-terangan, sebab akutak akan tidur bersama sang kekasih dengan masih mengenakan baju.Jiwa, dalam kerinduannya yang paling puncak, menuntut perjumpaan langsung tanpa selubung dengan Sang Kekasih, dan menolak segala bentuk tabir atau perantara. ❋
- M1:140 گفتم ار عریان شود او در عیاننه تو مانی نه کنارت نه میان Kukatakan: Jika Dia menampakkan Diri-Nya telanjang dan nyata,Tiada lagi engkau, tiada tepi, tiada pula tengahmu.Rumi menjawab desakan jiwanya sendiri: jika Kebenaran mutlak menampakkan diri tanpa tabir, maka keberadaan sang salik beserta segenap batas-batas wujudnya akan lebur dan musnah sama sekali. ❋
- M1:141 آرزو میخواه، لیک اندازه خواهبرنتابد کوه را یک برگ کاه Milikilah hasrat, namun hasrat yang terukur,sehelai jerami pun takkan sanggup ditanggung gunung.Meskipun kerinduan untuk menyatu dengan Sang Kebenaran itu fitrah, hasrat yang tak terkendali justru bisa menghancurkan. Rumi menasihati kita untuk mencari dengan sewajarnya, sebab daya tampung kita yang terbatas takkan kuat menahan intensitas kebenaran mutlak tanpa perantara. ❋
- M1:142 آفتابی کز وی این عالم فروختاندکی گر پیش آید جمله سوخت Mentari yang darinya alam ini bercahaya,Jika mendekat sedikit saja, hanguslah segalanya.Eksistensi alam semesta ini dimungkinkan oleh pancaran Kebenaran Ilahi yang terukur. Jika Kebenaran itu menampakkan diri sepenuhnya tanpa tabir, dahsyatnya cahaya itu akan memusnahkan segala yang ada. ❋
- M1:143 فتنه و آشوب و خونریزی مجویبیش ازین از شمس تبریزی مگوی Janganlah kau cari fitnah, huru-hara, dan tumpah darah;Jangan lagi bicara tentang Syams Tabrizi lebih dari ini.Di sini, Rumi menahan dirinya untuk tidak berbicara lebih jauh tentang Syams Tabrizi, karena khawatir pengungkapan rahasia-rahasianya akan memicu perselisihan dan kekacauan. ❋
- M1:144 این ندارد آخر از آغاز گویرو تمامِ این حکایت بازگوی Yang ini tak berujung, maka mulailah dari pangkalnya.Pergilah, ceritakan kembali seluruh hikayat ini.Rumi menolak permintaan untuk berbicara lebih jauh tentang Shams Tabrizi, dan mengarahkan lawan bicaranya (dan pembaca) untuk kembali fokus pada kisah Raja dan Budak Perempuan yang sedang ia ceritakan.