Baca Kitab 2 Bagian 5 ← sebelumnya · berikutnya →

بخش ۵ - اندرز کردن صوفی خادم را در تیمار داشت بهیمه و لا حول خادم

Seorang sufi menasihati pembantunya untuk merawat hewan dan ketidakberdayaan pembantu itu

  1. M2:156 صوفیی می‌گشت در دور افقتا شبی در خانقاهی شد قنق Seorang sufi mengembara di lingkar cakrawala,hingga suatu malam ia bertamu di sebuah khanqah.Seorang darwis yang sedang dalam perjalanan jauh akhirnya tiba dan singgah untuk bermalam di sebuah pondok sufi.
  2. M2:157 یک بهیمه داشت در آخُر ببستاو به صدر صفه با یاران نشست Hewan tunggangannya ia tambatkan di dalam kandang,Lalu ia duduk di muka serambi bersama para sahabat.Seorang sufi yang sedang dalam perjalanan tiba di sebuah khanqah (zawiyah), menambatkan hewan tunggangannya di kandang, lalu bergabung dengan para darwis lain di ruang utama untuk berzikir dan bersekutu.
  3. M2:158 پس مراقب گشت با یاران خویشدفتری باشد حضور یار پیش Maka ia pun bermuraqabah bersama para sahabatnya,semoga ada sebuah buku catatan di hadapan Sang Kekasih.Sufi itu duduk dalam meditasi hening (*muraqabah*) bersama rekan-rekannya, dengan harapan agar keadaan batin mereka tercatat dalam "buku" di hadirat Ilahi.
  4. M2:159 دفتر صوفی سواد حرف نیستجز دل اسپیدِ همچون برف نیست Buku sang sufi bukanlah aksara hitam di atas kertas,melainkan hanya hati yang putih laksana salju.Bagi seorang sufi, sumber pengetahuan sejati bukanlah buku yang ditulis dengan tinta, melainkan hati yang telah dimurnikan dan siap menerima pancaran kebenaran ilahi.
  5. M2:160 زاد دانشمند آثار قلمزاد صوفی چیست آثار قَدَم Bekal sang alim adalah jejak goresan pena,lalu apa bekal sang sufi? Jejak langkah semata.Bait ini membedakan dua jalan menuju pengetahuan: jalan kaum terpelajar yang mengandalkan teks dan tulisan, dengan jalan kaum sufi yang mengandalkan pengalaman langsung dan meneladani jejak para pembimbing rohani.
  6. M2:161 همچو صیادی سوی اشکار شدگام آهو دید و بر آثار شد Bagaikan pemburu, ia menuju tempat buruan,dilihatnya jejak rusa, lalu ia ikuti bekas-bekasnya.Sufi itu, seperti seorang pemburu, memulai perjalanannya dengan mengikuti jejak-jejak—yakni pengalaman lahiriah dan batiniah—yang ditinggalkan oleh para guru spiritual.
  7. M2:162 چندگاهش گام آهو در خورستبعد از آن خود ناف آهو رهبرست Untuk sesaat, jejak rusa cukup baginya,setelah itu, kesturi rusa itulah yang menjadi penunjuk jalannya.Pada tahap awal perjalanan spiritual, seorang murid mengikuti jejak lahiriah sang guru; namun setelah itu, ia dibimbing oleh aroma spiritual atau esensi batiniah dari sang guru itu sendiri.
  8. M2:163 چونک شکر گام کرد و ره بریدلاجرم زان گام در کامی رسید Karena ia syukuri jejak dan tempuh jalannya,Tak pelak, dari jejak itu ia sampai pada tujuannya.Karena sang pencari dengan tekun dan penuh syukur mengikuti jejak-jejak awal di jalan spiritual, ia pun tak terelakkan lagi akan sampai pada tujuan yang diharapkannya.
  9. M2:164 رفتن یک منزلی بر بوی نافبهتر از صد منزلِ گام و طواف Satu persinggahan yang ditempuh berkat aroma kesturi,lebih baik dari seratus persinggahan jejak dan keliling.Perjalanan spiritual yang dipandu oleh daya tarik batiniah dan intuisi sejati, meski singkat, jauh lebih berharga daripada perjalanan panjang yang hanya mengandalkan usaha lahiriah dan peniruan buta.
  10. M2:165 آن دلی کو مطلع مهتاب‌هاستبهر عارف فتحت ابواب‌هاست Hati yang menjadi tempat terbitnya rembulan-rembulan,bagi sang arif, adalah terbukanya pintu-pintu gerbang.Hati seorang sufi sejati yang telah tercerahkan adalah sumber cahaya ilahi, dan bagi para pencari (arif), hati itu menjadi jalan pembuka menuju realitas spiritual yang lebih dalam.
  11. M2:166 با تو دیوارست و با ایشان درستبا تو سنگ و با عزیزان گوهرست Bagimu ia dinding, bagi mereka pintu yang terbuka,Bagimu ia batu, bagi para kekasih ia permata.Sesuatu yang bagi orang biasa tampak sebagai penghalang atau tak berharga, bagi para arif (para kekasih Tuhan) justru merupakan jalan masuk menuju hakikat dan sesuatu yang bernilai mulia.
  12. M2:167 آنچ تو در آینه بینی عیانپیر اندر خشت بیند بیش از آن Apa yang kaulihat dengan jelas di cermin,Sang Pir melihatnya di batu bata, bahkan lebih dari itu.Seorang guru spiritual (Pir) memiliki wawasan batin yang begitu tajam sehingga ia dapat melihat realitas yang tersembunyi dalam benda-benda biasa, melampaui apa yang hanya bisa dilihat oleh orang awam bahkan dengan bantuan cermin.
  13. M2:168 پیر ایشانند کین عالم نبودجان ایشان بود در دریای جود Merekalah para Pīr, yang ada sebelum alam ini ada,Jiwa mereka telah bersemayam di Samudra Kemurahan.Para guru spiritual sejati (Pīr) bukanlah sekadar manusia di bumi; mereka adalah wujud-wujud abadi yang jiwanya telah ada dalam Samudra Kemurahan Ilahi bahkan sebelum penciptaan alam semesta.
  14. M2:169 پیش ازین تن عمرها بگذاشتندپیشتر از کشت بر برداشتند Sebelum jasad ini, mereka telah lalui berbagai kehidupan,Jauh sebelum menanam, mereka telah menuai panenan.Para Wali (Kekasih Tuhan) telah mencapai tujuan spiritual mereka dan mengalami berbagai kehidupan rohani bahkan sebelum mereka dilahirkan ke dunia jasmani ini.
  15. M2:170 پیشتر از نقش جان پذرفته‌اندپیشتر از بحر درها سفته‌اند Sebelum wujud, mereka telah menerima jiwa,sebelum lautan, mereka telah merangkai mutiara.Para guru spiritual (Pir) memiliki eksistensi rohani yang mendahului penciptaan dunia fisik; mereka telah menggenggam hakikat sebelum wadah atau sumbernya tercipta.