Lezen› Daftar 5› Uitleg dat geen enkel kwaad oog de mens zo noodlottig is als het oog van zelfgenoegzaamheid, tenzij zijn oog is veranderd door het licht van God, waardoor hij 'door Hem hoort en door Hem ziet' en zijn zelf is verdwenen› Vers 497
M5:497 — پر طاوست مبین و پای بین / تا که سؤ العین نگشاید کمین
M5:497
Betekenis · به زبانِ تو — Je eigen taal · AI
Fokuslah pada kekuranganmu, bukan pada kelebihanmu, agar engkau tidak menjadi korban kesombongan diri sendiri atau kedengkian orang lain.
Rumi menggunakan citra merak, burung yang terkenal dengan keindahan bulu ekornya namun memiliki kaki yang jelek. Bait ini adalah nasihat untuk melawan kesombongan dan melindungi diri dari 'ain' (mata jahat). Rumi mengingatkan bahwa memandangi kelebihan diri sendiri—seperti merak yang mengagumi bulunya—akan membuka pintu bagi dua bahaya.
Pertama, bahaya dari dalam: 'ujub atau kekaguman pada diri sendiri. Ini adalah "mata jahat" yang paling merusak, sebagaimana dijelaskan dalam judul bagian ini. Dengan berfokus pada kekurangan dan keterbatasan kita (kaki merak), kita menjaga kerendahan hati dan kesadaran akan kebutuhan kita pada Tuhan. Kedua, bahaya dari luar: kedengkian orang lain. Memamerkan kelebihan ('bulu merak') dapat memancing iri hati dan tatapan dengki yang, menurut Rumi, memiliki kekuatan nyata untuk mencelakai, bahkan sampai membuat seorang Nabi tersandung.
Jadi, nasihat "lihatlah kakinya" adalah sebuah strategi spiritual. Ini adalah cara untuk tetap membumi, menghindari kesombongan, dan secara sadar tidak memancing energi negatif dari orang lain. Ini bukan tentang membenci diri sendiri, melainkan tentang realisme spiritual yang melindungi jiwa.
- سؤ العین
- Secara harfiah berarti 'mata yang buruk/jahat'. Dalam konteks ini, merujuk pada 'ain' atau pandangan dengki yang diyakini dapat membawa celaka. Rumi juga menggunakannya untuk menunjuk pada pandangan kekaguman pada diri sendiri yang sama merusaknya.
- کمین
- Tempat bersembunyi untuk menyergap; penyergapan. Dalam bait ini, berarti 'mengintai dari persembunyian' atau 'menyiapkan jebakan'.
- پر طاووس
- Bulu merak. Simbol keindahan, kelebihan, dan hal-hal yang dapat dibanggakan, yang bisa memicu kesombongan.
به جای تمرکز بر زیباییها و کمالات خود که باعث غرور میشود، به عیبها و کاستیهایت توجه کن تا از آسیب چشمزخم دیگران و بهویژه از آفت خودشیفتگی در امان بمانی.
مولانا این بخش را با یک تمثیل قدرتمند آغاز میکند: طاووس، که نماد زیبایی و جلوهگری است، پاهایی زشت دارد. او به سالک هشدار میدهد که همچون طاووس، تنها به «پرهای» خود، یعنی به فضایل، استعدادها و داشتههایش، چشم ندوزد. این کار به غرور و خودپسندی (چشم پسند خویشتن) میانجامد که از هر چشمزخم بیرونی خطرناکتر است. در مقابل، باید به «پاهای» خود، یعنی به ضعفها، نقصها و جنبههای ناپسند وجودش، نگاه کند. این نگاه واقعبینانه و فروتنانه، پادزهری برای تکبر است.
این بیت، راهکاری عملی برای در امان ماندن از «سُوءُ العین» ارائه میدهد. «سُوءُ العین» در اینجا معنایی دوگانه دارد: هم چشمزخم و حسد دیگران که به خاطر به رخ کشیدن داشتهها برانگیخته میشود، و هم «چشم بد» خود فرد که همان نگاه آلوده به عُجب و غرور است. وقتی انسان به کاستیهای خود آگاه باشد، دیگر خود را در معرض نمایش و تحسین قرار نمیدهد و در نتیجه، نه از بیرون آسیبی میبیند و نه از درون با زهر غرور خود را هلاک میکند. ابیات بعدی نیز با اشاره به تأثیر چشمزخم حتی بر پیامبر (ص)، بر اهمیت این پند و ضرورت پنهان داشتن نعمتها تأکید میکنند.
- سؤ العین
- چشم بد، چشمزخم، نگاه شر و آسیبرسان
- کمین نگشاید
- کمین نکند، دامی پهن نکند، در پی فرصت برای آسیب زدن نباشد
- مبین
- نگاه نکن، ننگر (فعل نهی از دیدن)
Discussie — Vraag over dit vers — beantwoord vanuit de Masnavi, met elk vers geciteerd
Je gesprek blijft op dit apparaat, tenzij je het deelt.
Wat lezers vroegen0
Nog geen vragen gedeeld — die van jou kan de eerste zijn.