Baca Kitab 2 Bagian 1 berikutnya →

بخش ۱ - سر آغاز

Pembukaan

  1. M2:1 مدتی این مثنوی تأخیر شدمهلتی بایست تا خون شیر شد Untuk sesaat, Matsnawi ini tertunda;perlu jeda waktu hingga darah menjadi susu.Penyusunan kitab Matsnawi ini sempat terhenti untuk beberapa lama, karena sebuah proses kreatif membutuhkan waktu untuk matang, sama seperti darah yang perlu waktu untuk diubah menjadi susu yang menyehatkan.
  2. M2:2 تا نزاید بخت تو فرزند نوخون نگردد شیر‌ِ شیرین‌، خوش شنو Hingga nasibmu lahirkan seorang putra nan baru,darah takkan jadi susu manis, dengarkanlah baik-baik.Sebuah proses kreatif atau spiritual yang sejati membutuhkan kelahiran kondisi batin yang baru; tanpanya, penderitaan dan penantian (darah) tidak akan berubah menjadi karya yang bernas dan manis (susu).
  3. M2:3 چون ضیاء‌الحق حسام‌الدین عنانباز گردانید ز اوج آسمان Tatkala Dia, Sang Cahaya Kebenaran, Husamuddin, kembalikan tali kekang,dari puncak tertinggi cakrawala surgawi.Syair Masnavi ini dapat berlanjut kembali karena Husamuddin, sang inspirator, telah kembali dari perenungan spiritualnya yang mendalam.
  4. M2:4 چون به معراج حقایق رفته بودبی‌بهارش غنچه‌ها ناکَفته بود Sebab ia t’lah mi‘raj ke puncak hakikat,tanpa musim seminya, kuncup tak mekar merekah.Karena Husamuddin, sang inspirasi, sedang tenggelam dalam perenungan spiritual yang mendalam, tanpa kehadirannya, ilham untuk Masnavi pun terhenti dan tak bisa berkembang.
  5. M2:5 چون ز دریا سوی ساحل بازگشتچنگ شعر مثنوی با‌ساز گشت Saat ia kembali dari lautan ke tepian,Kecapi syair Masnavi pun kembali selaras berdendang.Ketika Husamuddin, sang inspirasi, kembali dari perjalanan batinnya yang mendalam, Rumi pun dapat melanjutkan kembali penulisan kitab Masnavi.
  6. M2:6 مثنوی که صیقل ارواح بودبازگشتش روز استفتاح بود Masnavi, yang merupakan pemoles jiwa,kembalinya adalah hari pembukaan yang penuh berkah.Kembalinya ilham untuk melanjutkan Masnavi—sebuah karya yang menyucikan jiwa—adalah sebuah permulaan baru yang penuh berkah dan patut dirayakan.
  7. M2:7 مطلع تاریخ این سودا و سودسال اندر ششصد و شصت و دو بود Permulaan tarikh bagi gairah dan faedah ini,adalah pada tahun enam ratus enam puluh dua.Rumi mencatat tanggal dimulainya kembali penulisan Masnavi, yakni Kitab Kedua, pada tahun 662 Hijriah.
  8. M2:8 بلبلی زینجا برفت و بازگشتبهر صید این معانی باز گشت Seekor bulbul terbang dari sini lalu kembali,demi memburu makna, ia berubah menjadi elang.Rumi, yang laksana bulbul penyanyi, kembali setelah jeda untuk melanjutkan karyanya; kini ia bukan lagi sekadar penyanyi, melainkan elang pemburu yang tajam menangkap makna-makna spiritual yang tinggi.
  9. M2:9 ساعد شَه مسکن این باز بادتا ابد بر خلق این در باز باد Semoga lengan sang Raja menjadi tempat hinggap elang ini,Semoga selamanya pintu ini terbuka bagi seluruh ciptaan.Ini adalah doa Rumi: semoga Husamuddin, sang inspirator, senantiasa menjadi sandaran bagi ilham puitis Masnavi, dan semoga karya ini selamanya menjadi pintu menuju makna spiritual bagi semua orang.
  10. M2:10 آفت این در هوا و شهوت استورنه اینجا شربت اندر شربت است Bencana pintu ini adalah hawa nafsu dan syahwat,kalau tidak, di sini hanya ada minuman nikmat di atas minuman nikmat.Satu-satunya yang menghalangi kita dari kebahagiaan spiritual tanpa batas adalah keinginan ego dan nafsu duniawi kita.
  11. M2:11 این دهان بربند تا بینی عیانچشم‌بند آن جهان حلق و دهان Tutuplah mulut ini agar kau lihat dengan jelas,penutup mata bagi dunia sana adalah kerongkongan dan mulut.Untuk dapat melihat realitas spiritual dengan jernih, seseorang harus mengendalikan ucapan dan keinginan duniawinya, karena keduanya menghalangi persepsi batin.
  12. M2:12 ای دهان تو خود دهانهٔ دوزخیوی جهان تو بر مثال برزخی Wahai mulutmu, engkaulah gerbang Neraka!Wahai duniamu, engkau laksana alam antara!Mulut yang dikuasai nafsu duniawi adalah pintu menuju Neraka, dan dunia ini sendiri adalah alam penantian yang memisahkan kita dari alam hakikat.
  13. M2:13 نور باقی پهلوی دنیای دونشیر صافی پهلوی جوهای خون Cahaya abadi bersebelahan dengan dunia yang hina,Susu murni bersebelahan dengan sungai-sungai darah.Di dunia ini, yang spiritual dan yang material, yang murni dan yang rusak, ada berdampingan secara berbahaya.
  14. M2:14 چون درو گامی زنی بی احتیاطشیر تو خون می‌شود از اختلاط Saat kau melangkah ke dalamnya tanpa waspada,susumu menjadi darah karena pencemaran.Jika engkau berinteraksi dengan dunia dan hawa nafsu tanpa kehati-hatian, fitrahmu yang murni akan tercemar dan rusak.
  15. M2:15 یک قدم زد آدم اندر ذوق نفسشد فراق صدر جنّت طوق نفس Satu langkah Adam ambil demi nikmat nafsunya,perpisahan dari Surga pun jadi belenggu jiwanya.Satu langkah yang diambil Adam demi menuruti kehendak nafsunya mengakibatkan ia terpisah dari Surga, dan perpisahan itu sendiri menjadi beban berat yang membelenggu jiwanya.
  16. M2:16 همچو دیو از وی فرشته می‌گریختبهر نانی چند آب چشم ریخت Bagaikan setan, malaikat lari darinya;demi sepotong roti, ia tumpahkan air mata.Karena satu kesalahan kecil yang lahir dari nafsu, Adam kehilangan martabat surgawinya hingga para malaikat pun menjauhinya, dan ia harus menanggung penyesalan yang dalam.
  17. M2:17 گرچه یک مو بُد گنه کو جسته بودلیک آن مو در دو دیده رسته بود Walau dosa yang ia perbuat hanya sehelai rambut,Namun rambut itu telah tumbuh di kedua matanya.Dosa Adam, meskipun tampak kecil, menjadi penghalang besar karena posisinya yang begitu dekat dengan Cahaya Tuhan.
  18. M2:18 بود آدم دیدهٔ نور قدیمموی در دیده بود کوه عظیم Adam adalah mata bagi Cahaya Yang Abadi,sehelai rambut di mata laksana gunung raksasa.Bagi seseorang yang begitu dekat dengan Tuhan seperti Adam, kesalahan sekecil apa pun terasa seperti penghalang yang sangat besar, sama seperti sehelai rambut yang dapat menghalangi seluruh pandangan mata.
  19. M2:19 گر در آن آدم بکردی مشورتدر پشیمانی نگفتی معذرت Andai saja Adam bermusyawarah dalam urusan itu,Takkan ia memohon ampun dalam sesal kemudian.Jika saja Adam meminta nasihat sebelum bertindak, ia tidak akan terjerumus ke dalam kesalahan yang membuatnya harus menyesal dan memohon ampunan Tuhan.
  20. M2:20 زانک با عقلی چو عقلی جفت شدمانع بد فعلی و بد گفت شد Sebab bila satu akal berpadu dengan akal yang lain,Ia menjadi penghalang perbuatan dan ucapan yang keliru.Ketika akal seseorang bersatu dengan akal orang lain melalui musyawarah, gabungan itu akan mencegah mereka dari tindakan dan perkataan yang salah.
  21. M2:21 نفس با نفس دگر چون یار شدعقل جزوی عاطل و بی‌کار شد Saat satu nafsu berkawan dengan nafsu lainnya,Akal parsial pun lumpuh tak berdaya.Ketika hasrat rendah seseorang bersekutu dengan hasrat rendah orang lain, akal sehat yang bersifat duniawi akan menjadi tidak berfungsi dan tak berguna.
  22. M2:22 چون ز تنهایی تو نومیدی شویزیر سایهٔ یار خورشیدی شوی Saat kau putus asa dalam kesendirian,di bawah naungan Sang Sahabat, kau kan jadi mentari.Bait ini menyatakan bahwa kesendirian dapat menuntun pada keputusasaan, namun persahabatan dengan seorang pembimbing rohani dapat mengubah seseorang menjadi sumber cahaya dan kehidupan.
  23. M2:23 رو بجو یار خدایی را تو زودچون چنان کردی خدا یار تو بود Pergilah, carilah segera seorang sahabat Ilahi,Sebab bila kau lakukan itu, Tuhan akan menjadi sahabatmu.Segeralah mencari seorang pembimbing rohani atau sahabat sejati, karena melalui persahabatan seperti itulah engkau akan menemukan persahabatan dengan Tuhan.
  24. M2:24 آنک در خلوت نظر بر دوخته‌ستآخر آن را هم ز یار آموخته‌ست Dia yang dalam sunyi matanya terpaku,akhirnya, itu pun dari seorang sahabat ia tahu.Bahkan kemampuan untuk menyendiri dalam perenungan yang mendalam (khalwat) bukanlah sesuatu yang dicapai sendiri, melainkan dipelajari dari bimbingan seorang sahabat spiritual.
  25. M2:25 خلوت از اغیار باید نه ز یارپوستین بهر دی آمد نه بهار Menyepi itu dari yang asing, bukan dari Sang Sahabat,jubah kulit itu untuk musim dingin, bukan musim semi.Penyendirian (khalwat) bertujuan untuk menjauhkan diri dari mereka yang bukan sahabat sejati (aghyār), bukan dari sahabat spiritual (yār) yang justru memberi pencerahan.
  26. M2:26 عقل با عقل دگر دوتا شودنور افزون گشت و ره پیدا شود Akal dengan akal lain menjadi berlipat ganda,cahaya pun bertambah dan jalan menjadi nyata.Ketika satu akal bergabung dengan akal lain yang tercerahkan, kebijaksanaan dan cahaya spiritual akan berlipat ganda, sehingga jalan yang benar menjadi jelas terlihat.
  27. M2:27 نفس با نفس دگر خندان شودظلمت افزون گشت و ره پنهان شود Nafsu dengan nafsu lain tertawa riang,Kegelapan bertambah dan jalan pun hilang.Ketika dua nafsu hewani (ego) bersatu, mereka saling menguatkan, yang justru menambah kegelapan batin dan membuat jalan spiritual menjadi kabur.
  28. M2:28 یار چشم تست ای مرد شکاراز خس و خاشاک او را پاک دار Sahabat adalah matamu, wahai sang pemburu;Jagalah ia agar bersih dari debu dan sampah.Sahabat spiritualmu adalah alat persepsimu; maka, lindungilah hubungan itu dari perkataan atau perbuatan remeh yang dapat merusaknya.
  29. M2:29 هین به جاروبِ زبان گردی مکنچشم را از خس ره‌آوردی مکن Wahai, jangan mengepulkan debu dengan sapu lidahmu,Jangan jadikan sampah sebagai oleh-oleh bagi matamu.Berhati-hatilah dengan ucapanmu; jangan sampai kata-katamu yang gegabah mengotori dan membutakan mata batinmu, yang diumpamakan sebagai sahabat spiritualmu.
  30. M2:30 چون که مؤمن آینهٔ مؤمن بودروی او ز آلودگی ایمن بود Sebab seorang mukmin adalah cermin bagi mukmin lainnya,wajahnya pun aman dari segala noda dan kotoran.Seorang sahabat spiritual sejati berfungsi sebagai cermin yang jernih, yang dengan jujur memantulkan keadaan rohani kita sehingga kita dapat membersihkan diri dari kekurangan.
  31. M2:31 یار آیینه‌ست جان را در حزندر رخ آیینه ای جان دم مزن Sahabat adalah cermin bagi jiwa di kala duka,hai jiwa, jangan hembuskan napas di hadapan cermin itu.Seorang sahabat sejati berfungsi sebagai cermin yang memantulkan keadaan batinmu, terutama saat engkau bersedih; oleh karena itu, janganlah engkau mengotorinya dengan keluh kesah dan egomu.
  32. M2:32 تا نپوشد روی خود را در دمتدم فرو خوردن بباید هر دمت Agar cermin tak tertutup embun napasmu,setiap saat kau harus menahan bicaramu.Agar Sahabat spiritualmu, yang laksana cermin, dapat memantulkan dirimu yang sejati, engkau harus berdiam diri dan tidak mengaburkannya dengan perkataanmu sendiri.
  33. M2:33 کم ز خاکی چونک خاکی یار یافتاز بهاری صد هزار انوار یافت Kurangkah engkau dari secuil tanah? Saat ia bertemu sahabat,dari satu musim semi, seratus ribu cahaya ia dapat.Bahkan tanah yang mati pun, ketika menemukan sahabat sejatinya (musim semi), akan hidup kembali dan memancarkan ribuan cahaya kehidupan; maka, manusia seharusnya lebih mampu lagi meraih pencerahan melalui sahabat spiritual.
  34. M2:34 آن درختی کو شود با یار جفتاز هوای خوش ز سر تا پا شکفت Pohon yang bersanding dengan sahabat sejati,bermekaran dari akar hingga pucuk dalam udara nan murni.Sebagaimana pohon yang mekar penuh saat bertemu musim semi yang bersahabat, jiwa manusia juga akan berkembang dan bersemi dalam lingkungan pertemanan yang baik.
  35. M2:35 در خزان چون دید او یار خلافدر کشید او رو و سر زیر لحاف Saat musim gugur ia melihat sahabat yang menyebalkan,ditariknya wajah dan kepala ke balik selimut.Ketika seseorang berhadapan dengan sahabat yang buruk—yang diibaratkan musim gugur—ia menarik diri dan melindungi batinnya, sama seperti pohon yang menggugurkan daunnya.
  36. M2:36 گفت یار بد بلا آشفتن استچونک او آمد طریقم خفتن است Katanya: "Kawan buruk adalah musibah yang menggelisahkan,Saat ia datang, caraku adalah dengan terlelap."Ketika dihadapkan pada teman yang buruk atau lingkungan yang merusak, cara terbaik untuk melindungi diri adalah dengan menarik diri dan tidak terlibat.
  37. M2:37 پس بخسپم باشم از اصحاب کهفبه ز دقیانوس آن محبوس لهف Maka aku akan tidur, menjadi bagian dari Ashabul Kahfi,lebih baik dari Daqianus, ia yang terpenjara dalam duka.Dalam menghadapi teman yang buruk, lebih baik menarik diri ke dalam keheningan dan tidur spiritual daripada terlibat dengan mereka yang terjebak dalam kesedihan duniawi.
  38. M2:38 یقظه‌شان مصروف دقیانوس بودخوابشان سرمایهٔ ناموس بود Jaga mereka hanya untuk Decius semata,tidur mereka menjadi modal kehormatan jiwa.Bagi para Penghuni Gua, terjaga di dunia luar berarti melayani tirani, sedangkan tidur mereka justru menjadi cara untuk melindungi dan memelihara iman mereka.
  39. M2:39 خواب بیداری‌ست چون با دانش‌استوای بیداری که با نادان نشست Tidur adalah terjaga, bila ia bersama pengetahuan,Celakalah keterjagaan yang bersekutu dengan kebodohan.Tidur yang disertai kesadaran spiritual lebih berharga daripada keadaan terjaga yang dihabiskan bersama orang-orang bodoh yang mematikan jiwa.
  40. M2:40 چونک زاغان خیمه بر بهمن زدندبلبلان پنهان شدند و تن زدند Ketika gagak-gagak memasang tenda di musim salju,para bulbul pun bersembunyi dan membisu.Ketika orang-orang yang tak berpengetahuan dan berhati kasar mendominasi, orang-orang arif dan bijaksana memilih untuk diam dan menyingkir.
  41. M2:41 زانک بی‌گلزار بلبل خامش استغیبت خورشید بیداری‌کش است Sebab tanpa taman mawar, bulbul pun bungkam,Ketiadaan mentari memadamkan kesadaran.Seorang pencari spiritual akan terdiam tanpa kehadiran seorang pembimbing yang tercerahkan, sama seperti ketiadaan matahari yang menyebabkan dunia tertidur dan tidak sadar.
  42. M2:42 آفتابا ترک این گلشن کنیتا که تحت‌الارض را روشن کنی Wahai Mentari, kau tinggalkan taman mawar ini,Supaya kau terangi apa yang di bawah bumi.Bait ini adalah seruan kepada Mentari (simbol Kebenaran atau Sang Guru) yang seolah-olah "terbenam" atau meninggalkan dunia lahiriah, agar ia dapat menerangi alam batin yang tersembunyi.
  43. M2:43 آفتاب معرفت را نقل نیستمشرق او غیر جان و عقل نیست Matahari Ma'rifat tak pernah berpindah tempat,sumber pancarannya tiada lain selain jiwa dan akal.Matahari pengetahuan spiritual sejati tidak pernah terbenam atau berpindah; ia selalu terbit dari dalam jiwa dan akal budi manusia itu sendiri.
  44. M2:44 خاصه خورشید ِ‌کمالی کان سری‌ستروز و شب کردار او روشن‌گری‌ست Terlebih lagi Matahari Kesempurnaan, yang merupakan sebuah rahasia;Siang dan malam, tugasnya hanyalah memberi cahaya.Matahari spiritual—yakni, pengetahuan ilahi atau sang Guru yang sempurna—tidak seperti matahari fisik; ia adalah realitas gaib yang tugasnya menerangi jiwa tanpa henti, siang maupun malam.
  45. M2:45 مطلع شمس آی گر اسکندریبعد از آن هرجا روی نیکو فری Datanglah ke tempat terbit Sang Surya, jika kau seorang Iskandar,Setelah itu, ke mana pun kau pergi, nasibmu akan luhur sentosa.Jika engkau seperti Iskandar yang mencari pencerahan, datanglah ke sumber Matahari Makrifat; setelah kau bersatu dengannya, ke mana pun kau melangkah, kau akan membawa cahaya dan kemuliaan.
  46. M2:46 بعد از آن هر‌جا روی مشرق شودشرق‌ها بر مغربت عاشق شود Setelah itu, ke mana pun kau pergi, di sanalah fajar menyingsing,Timur akan jatuh cinta pada baratmu.Setelah engkau menjadi sumber cahaya spiritual dari dalam, ke mana pun engkau melangkah akan menjadi titik awal pencerahan, dan bahkan saat-saat "terbenam" atau kelemahanmu akan menjadi sumber inspirasi bagi orang lain.
  47. M2:47 حس خفاشت سوی مغرب دوانحس درپاشت سوی مشرق روان Indra kelelawarmu berlari ke arah Barat,Indra penabur mutiaramu mengalir ke arah Timur.Indra badaniahmu yang seperti kelelawar tertarik pada kegelapan dunia materi (Barat, tempat matahari terbenam), sedangkan indra rohaniahmu yang berharga mengalir menuju cahaya pencerahan (Timur, tempat matahari terbit).
  48. M2:48 راه حس راه خرانست ای سوارای خران را تو مزاحم‌، شرم دار Jalan indra adalah jalan keledai, wahai penunggang!Wahai engkau yang menyusahkan para keledai, malulah!Mengandalkan indra jasmani semata adalah jalan hewan, bukan jalan manusia sejati; jika engkau terus menempuh jalan ini, engkau bahkan lebih rendah dari hewan itu sendiri.
  49. M2:49 پنج حسی هست جز این پنج حسآن چو زر سرخ و این حسها چو مس Ada lima indra selain kelima indra ini,yang itu laksana emas murni, dan indra-indra ini laksana tembaga.Selain lima indra jasmani yang kita kenal, ada lima indra rohani yang nilainya jauh lebih tinggi, seperti emas dibandingkan dengan tembaga.
  50. M2:50 اندر آن بازار که‌اهل محشرندحس مس را چون حس زر کی خرند‌؟ Di pasar tempat para ahli Mahsyar berkumpul,mana mungkin indra tembaga dibeli seharga indra emas?Di alam kebenaran sejati kelak, indra spiritual yang berharga tidak akan pernah bisa disamakan dengan indra jasmani yang nilainya jauh lebih rendah.
  51. M2:51 حس ابدان قوُت ظلمت می‌خوردحس جان از آفتابی می‌چرد Indra jasmani menyantap hidangan kegelapan,Indra ruhani merumput di bawah cahaya matahari.Panca indra jasmani memakan hal-hal duniawi yang gelap dan fana, sedangkan indra batiniah (spiritual) mengambil nutrisi dari cahaya pengetahuan ilahi yang abadi.
  52. M2:52 ای ببرده رخت حسها سوی غیبدست چون موسی برون آور ز جیب Wahai kau yang membawa perkakas indra ke alam Gaib,keluarkanlah tanganmu dari kerah bajumu, laksana Musa.Wahai insan rohani yang telah melampaui indra jasmani, tunjukkanlah mukjizat makrifatmu yang cemerlang sebagaimana Musa menyingkapkan Tangan Putihnya.
  53. M2:53 ای صفاتت آفتاب معرفتو آفتاب چرخ بند یک صفت Wahai Engkau yang Sifat-Nya mentari makrifat,sedang mentari di langit hanyalah hamba satu Sifat.Wahai Tuhan, Sifat-Sifat-Mu adalah sumber segala pengetahuan spiritual, dan matahari fisik yang kita lihat di langit hanyalah manifestasi kecil dari salah satu Sifat-Mu itu.
  54. M2:54 گاه خورشیدی و گه دریا شویگاه کوه قاف و گه عنقا شوی Terkadang kau mentari, terkadang samudra raya,Terkadang Gunung Qaf, terkadang pula Sang Anqa.Wahai insan rohani, kau memanifestasikan sifat-sifat Ilahi yang agung dan berlawanan dalam berbagai keadaan—kadang kau adalah matahari, kadang lautan; kadang gunung mitos, kadang burung penghuninya.
  55. M2:55 تو نه این باشی نه آن در ذات خویشای فزون از وهم‌ها وز بیش بیش Engkau bukanlah ini, bukan pula itu, dalam Dzat-Mu sendiri,Wahai yang melampaui segala angan-angan, dan lebih dari segala lebih.Dalam esensi-Nya, Tuhan tidak dapat didefinisikan atau dibatasi oleh bentuk-bentuk atau konsep-konsep yang dapat dibayangkan oleh manusia; Dia melampaui segala kategori dan perbandingan.
  56. M2:56 روح با علمست و با عقلست یارروح را با تازی و ترکی چه کار‌؟ Roh berteman dengan ilmu dan akal,Apa urusan Roh dengan Arab dan Turki?Hakikat Roh bersifat universal, bersekutu dengan ilmu dan akal, bukan dengan identitas lahiriah seperti bahasa atau suku bangsa.
  57. M2:57 از تو ای بی‌نقش با چندین صورهم مشبه هم موحد خیره‌سر Dari-Mu, wahai Yang Tanpa Rupa namun dengan ribuan citra,kaum musyabbih dan muwahhid sama-sama terpana.Wahai Tuhan, Engkau yang tak berbentuk namun termanifestasi dalam segala bentuk membuat bingung dua kelompok pemikir: mereka yang menyamakan-Mu dengan makhluk (musyabbih) dan mereka yang menyucikan-Mu dari segala bentuk (muwahhid).
  58. M2:58 گه مشبه را موحد می‌کندگه موحد را صور ره می‌زند Terkadang Ia jadikan si penyerupa lebur dalam Keesaan,terkadang sang penunggal jalan tersesat oleh keragaman.Tuhan terkadang mengangkat orang yang terpaku pada bentuk-bentuk ciptaan menuju kesadaran akan Keesaan-Nya, namun terkadang Ia juga membiarkan orang yang telah mencapai Keesaan itu kembali tersesat oleh pesona aneka rupa.
  59. M2:59 گه ترا گوید ز مستی بوالحسنیا صغیر السن یا رطب البدن Kadang dalam mabuknya ia memanggil-Mu, "Wahai Bū'l-Ḥasan!"Atau, "Wahai yang muda belia, wahai yang segar badannya!"Dalam keadaan mabuk spiritual, seseorang bisa keliru menyapa Tuhan dengan sebutan-sebutan manusiawi yang terbatas, seperti nama orang dewasa atau gambaran pemuda yang menarik.
  60. M2:60 گاه نقش خویش ویران می‌کندآن پی تنزیه جانان می‌کند Terkadang ia hancurkan citra dirinya sendiri,demi menyatakan kesucian Sang Kekasih Sejati.Terkadang, seorang pencari Tuhan akan menghancurkan citra atau bentuk Tuhan yang telah ia bangun, demi menegaskan bahwa Tuhan (Sang Kekasih) pada hakikatnya melampaui segala bentuk dan gambaran.
  61. M2:61 چشم حس را هست مذهب اعتزالدیدهٔ عقلست سنی در وصال Mata indra menganut mazhab I'tizal,Mata akal adalah Sunni dalam penyatuan.Dalam konteks ini, Rumi menyatakan bahwa persepsi inderawi hanya dapat memahami Tuhan sebagai Dzat yang terpisah dan transenden (seperti kaum Mu'tazilah), sedangkan akal ruhani mampu menyaksikan kesatuan Tuhan dengan ciptaan-Nya (seperti kaum Sunni).
  62. M2:62 سخرهٔ حس‌اند اهل اعتزالخویش را سنی نمایند از ضلال Kaum Mu'tazilah adalah cemoohan indra,Mereka berlagak Sunni dalam kesesatannya.Orang-orang yang hanya mengandalkan persepsi inderawi (seperti kaum Mu'tazilah) sesungguhnya tertipu oleh indra mereka sendiri; dalam kesesatan itu, mereka keliru menganggap diri mereka sebagai kaum Sunni (yang menempuh jalan spiritual sejati).
  63. M2:63 هر که بیرون شد ز حس سنی وی‌استاهل بینش چشم عقل خوش‌پی‌است Siapa pun yang melampaui indra, dialah seorang Sunni sejati;Kaum berwawasan memiliki mata akal yang teguh meniti.Orang yang benar-benar mengikuti jalan spiritual (seorang 'Sunni' sejati) adalah ia yang mampu melampaui persepsi inderawi, karena para ahli makrifat mengandalkan mata akal yang kokoh untuk melihat kebenaran.
  64. M2:64 گر بدیدی حس حیوان شاه راپس بدیدی گاو و خر الله را Andai indra hewan bisa melihat Sang Raja,maka lembu dan keledai pun bisa melihat Allah.Jika realitas spiritual tertinggi dapat dijangkau hanya dengan panca indra fisik, maka hewan pun—yang juga memilikinya—tentu dapat mengenal Tuhan.
  65. M2:65 گر نبودی حس دیگر مر تراجز حس حیوان ز بیرون هوا Andai tiada indra lain bagimu,selain indra hewani yang lahir dari hawa nafsu,Jika manusia hanya memiliki panca indra hewani yang didorong oleh hasrat duniawi, dan tidak memiliki indra batiniah yang lebih tinggi, maka ia tidak akan ada bedanya dengan binatang.
  66. M2:66 پس بنی‌آدم مکرم کی بدی‌؟کی به حس مشترک محرم شدی‌؟ Maka bagaimana Bani Adam akan dimuliakan?Bagaimana ia akan menjadi mahram bagi indera bersama?Jika manusia hanya memiliki indera hewani, martabat luhur yang Tuhan berikan kepadanya takkan ada artinya, dan ia takkan pernah mengakses persepsi batin yang lebih tinggi.
  67. M2:67 نامصور یا مصور گفتنتباطل آمد بی ز صورت رَستنت Kau sebut Dia tak Berbentuk atau Pembentuk Rupa,Sia-sia belaka, jika kau tak bebas dari rupa.Perdebatan teologis tentang sifat Tuhan—apakah Dia memiliki bentuk atau tidak—tidak ada artinya jika engkau sendiri masih terbelenggu oleh dunia bentuk dan indra.
  68. M2:68 نامصور یا مصور پیش اوستکو همه مغزست و بیرون شد ز پوست Tak berbentuk atau berbentuk, sama saja baginya,karena ia adalah inti murni, yang telah melampaui kulitnya.Bagi orang yang telah mencapai hakikat spiritual, perdebatan teologis tentang apakah Tuhan memiliki 'bentuk' atau tidak menjadi tidak relevan; ia telah melampaui dualitas semacam itu.
  69. M2:69 گر تو کوری، نیست بر اعمی حرجورنه رو کالصبر مفتاح الفرج Jika kau buta, tiada cela bagi si buta;Jika tidak, pergilah, sebab sabar adalah kunci segala kelegaan.Jika kau memang tak mampu melihat kebenaran rohani, maka kau dimaafkan; tetapi jika kau sebenarnya bisa namun menolak, maka jalanmu adalah bersabar hingga mata batinmu terbuka.
  70. M2:70 پرده‌های دیده را داروی صبرهم بسوزد هم بسازد شرح صدر Tirai-tirai penglihatan, oleh obat kesabaran,akan terbakar sekaligus terjelmakan keluasan dada.Kesabaran adalah obat yang berfungsi ganda: ia membakar habis penghalang-penghalang penglihatan batin, dan pada saat yang sama, ia membangun kapasitas spiritual yang lapang untuk menerima kebenaran.
  71. M2:71 آینهٔ دل چون شود صافی و پاکنقش‌ها بینی برون از آب و خاک Cermin kalbu, bila ia jernih dan suci,engkau kan saksikan citra-citra di luar air dan bumi.Ketika hati seseorang menjadi murni dan bersih dari kekeruhan duniawi, ia akan mampu melihat realitas-realitas non-materi yang berada di luar alam indrawi.
  72. M2:72 هم ببینی نقش و هم نقاش رافرش دولت را و هم فراش را Kau akan melihat lukisan dan juga Sang Pelukis,permadani kemuliaan dan juga Sang Pembentangnya.Ketika mata batinmu telah jernih, engkau akan mampu melihat ciptaan sekaligus Sang Pencipta, anugerah sekaligus Sang Pemberi Anugerah.
  73. M2:73 چون خلیل آمد خیال یار منصورتش بت‌، معنی او بت‌شکن Bagaikan Khalil, datanglah citra Kekasihku,Bentuknya berhala, namun maknanya penghancur berhala.Citra atau bayangan Kekasih Ilahi, meskipun tampak terbatas seperti bentuk-bentuk duniawi, sesungguhnya berfungsi untuk menghancurkan keterikatan kita pada segala bentuk selain Dia.
  74. M2:74 شکر یزدان را که چون او شد پدیددر خیالش جان خیال خود بدید Syukur pada Tuhan, saat Dia menjelma nyata,dalam citra-Nya, jiwa melihat citra dirinya.Ketika citra Kekasih Ilahi hadir dalam benak kita, jiwa kita akhirnya dapat melihat dan mengenali hakikatnya sendiri, seolah bercermin pada-Nya.
  75. M2:75 خاک درگاهت دلم را می‌فریفتخاک بر وی کو ز خاکت می‌شکیفت Debu gerbang-Mu memikat hatiku,celakalah ia yang tak sabar dengan debu-Mu!Bait ini mengungkapkan daya pikat yang luar biasa dari ambang pintu Ilahi; merasa tertarik padanya adalah anugerah, dan berpaling darinya adalah kerugian yang memalukan.
  76. M2:76 گفتم ار خوبم پذیرم این ازوورنه خود خندید بر من زشت‌رو Kubilang, 'Jika aku elok, kuterima ini dari-Nya;jika tidak, si buruk rupa ini telah menertawakan diriku'.Dalam menatap Cermin Ilahi, sang penempuh jalan berkata pada dirinya: 'Jika aku memang indah, keindahan ini adalah anugerah dari-Nya; jika tidak, maka ketertarikanku pada-Nya hanyalah delusi yang memalukan.'
  77. M2:77 چاره آن باشد که خود را بنگرمورنه او خندد مرا من کی خرم Satu-satunya jalan adalah memeriksa diriku sendiri,jika tidak, Dia akan menertawakanku—bagaimana mungkin aku menerimanya?Satu-satunya cara untuk mengetahui apakah pujian dari Sang Kekasih itu tulus adalah dengan melakukan introspeksi diri; jika aku tidak layak, maka pujian itu hanyalah ejekan, dan aku tidak punya hak untuk menerimanya.
  78. M2:78 او جمیلست و محب للجمالکی جوان نو گزیند پیر زال Dia Maha Indah dan Pencinta Keindahan,mana mungkin pemuda segar memilih nenek tua renta?Tuhan itu Indah dan mencintai keindahan, maka Dia hanya akan memilih jiwa yang indah, bukan jiwa yang buruk dan tua karena dosa.
  79. M2:79 خوب خوبی را کند جذب این بدانطیبات و طیبین بر وی بخوان Yang baik menarik yang baik, ketahuilah ini!Bacalah padanya ayat tentang *tayyibāt* dan *tayyibīn*.Bait ini menegaskan sebuah hukum spiritual yang mendasar: segala sesuatu secara alami tertarik pada jenisnya sendiri, yang baik kepada yang baik, dan yang murni kepada yang murni.
  80. M2:80 در جهان هر چیز چیزی جذب کردگرم گرمی را کشید و سرد سرد Di dunia, segala sesuatu menarik sesuatu,yang panas menarik kehangatan, yang dingin menarik kedinginan.Bait ini menyatakan sebuah hukum universal: segala sesuatu di alam semesta secara alami tertarik pada hal yang serupa atau sejenis dengannya.
  81. M2:81 قسم باطل باطلان را می‌کشندباقیان از باقیان هم سرخوشند Yang fana menarik kaum yang fana,yang kekal bersama kaum kekal bersuka cita.Dalam ayat ini, Rumi menyatakan sebuah hukum universal: setiap hal tertarik pada jenisnya sendiri—yang palsu dan sementara akan berkumpul dengan sesamanya, sementara yang sejati dan abadi menemukan kebahagiaan bersama sesamanya.
  82. M2:82 ناریان مر ناریان را جاذب‌اندنوریان مر نوریان را طالب‌اند Yang dari api saling tarik-menarik,Yang dari cahaya saling rindu-mencari.Bait ini menyatakan hukum kesamaan spiritual: mereka yang bersifat api (jahat, duniawi) akan tertarik pada sesamanya, sementara mereka yang bersifat cahaya (baik, ilahi) akan mencari dan tertarik pada sesamanya pula.
  83. M2:83 چشم چون بستی ترا جان کندنیستچشم را از نور روزن صبر نیست Saat kaupejamkan mata, jiwamu meronta,sebab mata tak sabar berpisah dari cahaya jendela.Bait ini menggunakan analogi fisik: sama seperti mata jasmani yang menderita dalam kegelapan karena merindukan cahaya, mata batin (hati) juga menderita saat terputus dari Cahaya Ilahi.
  84. M2:84 چشم چون بستی تو را تاسه گرفتنور چشم از نور روزن کی شکفت‌؟ Saat kaupejamkan mata, gelisah pun mencengkeram;mana mungkin cahaya mata mekar dari cahaya jendela?Ketika kau menutup mata fisikmu, kau merasa cemas dan gelisah karena cahaya mata (penglihatan) tidak dapat berfungsi tanpa cahaya dari luar (jendela).
  85. M2:85 تاسهٔ تو جذب نور چشم بودتا بپیوندد به نور روز زود Gelisahmu adalah tarikan cahaya di matamu,Agar ia segera menyatu dengan cahaya siang.Rasa gelisah yang kau alami saat memejamkan mata di siang hari adalah tarikan cahaya di dalam matamu yang rindu untuk bersatu kembali dengan cahaya luar.
  86. M2:86 چشم باز ار تاسه گیرد مر تو رادان‌که چشم دل ببستی‌، بر گشا Jika matamu yang terbuka merasa rindu dan resah,Ketahuilah, itu karena mata hatimu telah kau tutup—maka bukalah!Jika engkau merasa cemas atau gelisah bahkan saat matamu terbuka pada dunia, itu adalah pertanda bahwa mata batinmu tertutup dari cahaya spiritual, dan engkau harus membukanya.
  87. M2:87 آن تقاضای دو چشم دل شناسکو همی‌جوید ضیای بی‌قیاس Itulah kerinduan dua mata yang arif akan kalbu,yang tak henti mencari cahaya tiada terpermanai.Kerinduan spiritual yang kau rasakan adalah hasrat dari mata batinmu, yang secara fitrah senantiasa mencari Cahaya Ilahi yang tak terbatas.
  88. M2:88 چون فراق آن دو نور بی‌ثباتتاسه آوردت گشادی چشمهات Ketika perpisahan dari dua cahaya fana ituMembuatmu gelisah, kau pun membuka kedua matamu.Bait ini merangkum sebuah analogi: kegelisahan yang kau rasakan saat memejamkan mata di siang hari adalah kerinduan cahaya matamu pada cahaya matahari, yang mendorongmu untuk membuka mata kembali.
  89. M2:89 پس فراق آن دو نور پایدارتاسه می‌آرد مر آن را پاس دار Maka perpisahan dari dua cahaya abadi ituJuga datangkan rindu—jagalah ia baik-baik.Jika perpisahan dari cahaya fana (mata dari sinar matahari) bisa menimbulkan kerinduan, maka kerinduan yang muncul dari perpisahan dengan cahaya abadi (ruh dari Sumber Ilahi) jauh lebih berharga dan harus dijaga.
  90. M2:90 او چو می‌خواند مرا من بنگرملایق جذبم و یا بد پیکرم Saat Dia memanggilku, aku pun merenung:Layakkah aku ditarik, ataukah buruk rupaku?Ketika merasakan panggilan Tuhan, sang pencari bertanya pada dirinya sendiri apakah ia benar-benar layak menerima tarikan ilahi itu, ataukah sifat-sifat buruknya membuatnya tidak pantas.
  91. M2:91 گر لطیفی زشت را در پی کندتسخری باشد که او بر وی کند Jika yang elok mengejar yang buruk rupa,itu hanyalah ejekan yang ia timpakan padanya.Jika Tuhan, Yang Maha Indah, memanggil seorang hamba yang merasa dirinya buruk dan tak layak, panggilan itu bisa terasa seperti sebuah ejekan.
  92. M2:92 کی ببینم روی خود را ای عجب‌؟تا چه رنگم همچو روزم یا چو شب‌؟ Kapankah, duhai, akan kulihat wajahku sendiri?Agar kutahu warnaku: seperti siangkah, atau seperti malam?Penyair mengungkapkan kerinduan mendalam untuk mengetahui hakikat spiritual dirinya, bertanya-tanya apakah batinnya terang dan murni seperti siang, atau gelap dan kelam seperti malam.
  93. M2:93 نقش جان خویش من جستم بسیهیچ می‌ننمود نقشم از کسی Berkali-kali kucari citra jiwaku sendiri,Namun citraku tak pernah tampak dari diri siapa pun.Dalam pencarian jati diri, aku mencoba melihat cerminan jiwaku pada orang lain, tetapi tak seorang pun mampu menunjukkannya kepadaku.
  94. M2:94 گفتم آخر آینه از بهر چیستتا بداند هر کسی کو چیست و کیست Akhirnya kutanya, untuk apa gerangan cermin?Supaya setiap insan tahu apa dan siapa dirinya.Lalu aku sadar bahwa cermin ada agar setiap orang dapat mengetahui hakikat dan jati dirinya yang sejati.
  95. M2:95 آینهٔ آهن برای پوست‌هاستآینهٔ سیمای جان سنگی‌بهاست Cermin dari besi hanya untuk kulit raga,cermin bagi wajah jiwa tak ternilai harganya.Cermin biasa hanya dapat memantulkan wujud lahiriahmu, tetapi untuk melihat keadaan batin atau jiwamu, engkau memerlukan cermin yang jauh lebih berharga dan sulit ditemukan.
  96. M2:96 آینهٔ جان نیست الا روی یارروی آن یاری که باشد زان دیار Cermin jiwa tiada lain wajah Sang Kekasih,wajah Kekasih yang berasal dari Negeri Seberang sana.Untuk benar-benar mengenal hakikat diri, seseorang harus melihatnya terpantul pada wajah seorang sahabat spiritual sejati—seorang guru atau kekasih Tuhan yang berasal dari alam rohani.
  97. M2:97 گفتم ای دل آینهٔ کلی بجورو به دریا‌، کار بر ناید به‌جو Kukatakan, 'Wahai hati, carilah Cermin Semesta,Pergilah ke samudra, urusan takkan tuntas di anak sungai.'Dalam pencarian akan pengenalan diri, Rumi menasihati hatinya sendiri untuk mencari cerminan yang sempurna dan universal (samudra), bukan yang terbatas dan parsial (anak sungai).
  98. M2:98 زین طلب بنده به کوی تو رسیددرد مریم را به خرمابن کشید Lewat pencarian inilah hamba sampai ke jalan-Mu,seperti rasa sakit Maryam yang menuntunnya ke pohon kurma.Pencarian spiritual yang tulus dan penuh derita inilah yang pada akhirnya membawa sang hamba sampai kepada Sang Kekasih (Tuhan), sama seperti rasa sakit menjelang persalinan yang menuntun Maryam ke pohon kurma yang memberinya rezeki.
  99. M2:99 دیدهٔ تو چون دلم را دیده شدشد دل نادیده غرق دیده شد Saat matamu menjadi mata bagi kalbuku,hati yang tak terlihat pun tenggelam dalam penglihatan.Ketika aku menatap matamu, wahai Sahabat, aku akhirnya dapat melihat hatiku sendiri yang sebelumnya tersembunyi; ia sepenuhnya terserap dalam penglihatan itu.
  100. M2:100 آینهٔ کلی ترا دیدم ابددیدم اندر چشم تو من نقش خود Kulihat kau Cermin Semesta, abadi selamanya,kulihat dalam matamu citra diriku sendiri.Dalam diri sang Kekasih spiritual, yang laksana Cermin Semesta, sang pencari akhirnya menemukan hakikat dirinya yang sejati.
  101. M2:101 گفتم آخر خویش را من یافتمدر دو چشمش راه روشن یافتم Kukatakan, 'Akhirnya kutemukan diriku,''Dalam kedua matanya, kutemukan jalan yang benderang.'Sang pencari akhirnya menemukan jati dirinya dengan melihat bayangannya di dalam mata Sang Kekasih, dan melalui tatapan itu ia menemukan jalan spiritual yang jelas.
  102. M2:102 گفت وهمم کان خیال تست هانذات خود را از خیال خود بدان Bisik khayalku, 'Itu bayangmu semata, sadarlah!Bedakanlah zat dirimu dari angan-anganmu sendiri.'Suara keraguan dari dalam diri (wahm) mencoba merusak pengalaman mistik dengan mengatakan bahwa citra diri yang terlihat di mata Sang Kekasih hanyalah ilusi ciptaan pikiran sendiri.
  103. M2:103 نقش من از چشم تو آواز دادکه منم تو تو منی در اتحاد Bayanganku bersuara dari dalam matamu,"Aku adalah engkau, dan engkau adalah aku, dalam satu kesatuan."Bayangan diriku yang kulihat di matamu menegaskan bahwa ini bukanlah khayalan, melainkan bukti penyatuan spiritual kita—di mana aku dan engkau telah menjadi satu.
  104. M2:104 کاندرین چشم منیر بی زوالاز حقایق راه کی یابد خیال‌؟ Sebab dalam mata cemerlang nan abadi ini,mana mungkin khayal temukan jalan menuju Hakikat?Di dalam mata sang Wali yang tercerahkan dan abadi, yang ada hanyalah Realitas (Hakikat); ilusi dan fantasi tak punya tempat di sana.
  105. M2:105 در دو چشم غیر من تو نقش خودگر ببینی آن خیالی دان و رد Jika di mata selain Aku kau lihat citra dirimu,ketahuilah itu khayalan belaka, dan enyahkanlah.Cerminan sejati dirimu hanya dapat ditemukan dalam tatapan Sang Kekasih Ilahi (Manusia Sempurna); apa pun yang kau lihat pada orang lain hanyalah ilusi yang menipu.
  106. M2:106 زانک سرمهٔ نیستی در می‌کشدباده از تصویر شیطان می‌چشد Sebab ia memoleskan celak kefanaan,maka ia meneguk anggur dari citra Setan.Orang yang melihat bayangannya sendiri di mata orang lain yang fana sesungguhnya tertipu oleh ilusi, karena mata tersebut telah dicemari oleh ketiadaan dan khayalan.
  107. M2:107 چشمشان خانهٔ خیالست و عدمنیست‌ها را هست بیند لاجرم Mata mereka adalah rumah khayal dan ketiadaan,sehingga yang tiada niscaya terlihat sebagai yang ada.Bait ini menjelaskan bahwa mata orang yang terhijab oleh ego hanya melihat ilusi dan kekosongan, sehingga mereka salah mengira hal-hal yang tidak nyata sebagai kebenaran.
  108. M2:108 چشم من چون سرمه دید از ذوالجلالخانهٔ هستی‌ست نه خانهٔ خیال Mataku, karena celak dari Sang Maha Agung,adalah rumah Wujud, bukan rumah khayal.Karena mataku telah dicerahkan oleh Tuhan, apa yang kulihat adalah kenyataan sejati (Wujud), bukan sekadar fantasi atau imajinasi belaka.
  109. M2:109 تا یکی مو باشد از تو پیش چشمدر خیالت گوهری باشد چو یشم Selama sehelai rambut dirimu ada di depan mata,dalam khayalanmu, permata akan tampak laksana giok.Selama sisa terkecil dari ego atau "diri" masih menghalangi pandanganmu, kau takkan mampu membedakan antara kebenaran sejati (permata) dan sesuatu yang lebih rendah nilainya (giok).
  110. M2:110 یشم را آنگه شناسی از گهرکز خیال خود کنی کلی عبر Kau akan tahu beda giok dari mutiara,Saat kau sepenuhnya lampaui khayalmu sendiri.Engkau hanya akan bisa membedakan antara yang berharga (hakikat) dan yang kurang berharga (ilusi) setelah engkau berhasil melampaui alam imajinasi dan fantasi pribadimu.
  111. M2:111 یک حکایت بشنو ای گوهر‌شناستا بدانی تو عیان را از قیاس Dengarlah sebuah hikayat, wahai kau penilai permata,Supaya kau tahu beda antara yang nyata dan yang kira-kira.Rumi mengajak pembaca yang bijak untuk menyimak sebuah kisah agar dapat membedakan antara pengetahuan langsung yang dialami (kenyataan) dengan pengetahuan yang hanya berupa dugaan atau simpulan akal (analogi).